Kamis, 23/02/2012 13:50 WIB
Uhuuy! Sutan Bhatoegana Eksis di Indonesia Fashion Week
Politikus Partai Demokrat (PD) itu bukan ikut lenggak-lenggok di catwalk, tetap menjadi penikmat peragaan busana. Ya, di JCC sejak 23-26 Februari 2012 digelar peragaan busana, pameran, kompetisi dan seminar yang menghadirkan ikon fashion dunia. Rencananya, Indonesia Fashion Week akan diikuti oleh 400 peserta, 200 desainer serta 600 model.
Nah, kali ini tampil dengan setelan jas, Bhatoegana eksis duduk di barisan depan panggung. Dengan senyum khasnya, Bhatoegana memandangi model yang memperagakan model pakaian terkini.
"Ya namanya hidup di dunia, ya harus ada yang santai-santai jugalah," kata Bhatoegana saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (23/2/2012).
Bhatoegana mengaku, dia sengaja datang ke acara fashion ini sekadar memenuhi undangan. Kebetulan, panitia acara fashion ini kawan dekatnya.
"Bukankah Allah menciptakan dunia ini untuk tempat bersenda gurau yang penuh permainan," ujar Bhatoegana dengan terkekeh.
Bhatoegana yang biasa cuap-cuap soal politik terkini pun mengaku santai dan menikmati peragaan busana ini. Tentu termasuk model-modelnya. Bagaimana pendapat Bhatoegana soal model-model acara fashion ini?
"Ya pasti mantaplah barang tuh!" ujar Bhatoegana dengan tawa khasnya.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 12:54 WIB
Bendum PKS Diperiksa KPK, Hidayat: Kami Mendukung untuk Kooperatif
-
Senin, 20/05/2013 12:52 WIB
Haryono Umar Temui Mahasiswa Nginap Bertenda di Kemendikbud
-
Senin, 20/05/2013 12:49 WIB
Refrizal: PKS Tak Targetkan Dana Kampanye, Hanya Iuran Infaq
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Direktur PT SAW Jadi Tersangka dalam Kasus Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 12:46 WIB
16 RS Swasta DKI Mundur dari KJS, Kadinkes: Mereka Tak Disubsidi APBD/N
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 11:09 WIB
Menghilang Berbulan-bulan, Milyuner AS Diduga Disekap Pengacaranya
-
Senin, 20/05/2013 11:45 WIB
Tri Kurnia Puspita Sambangi KPK
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:18 WIB
2 Agen Khusus FBI Tewas di Virginia
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

