Pelaku Kejahatan Anak Dianakemaskan Aktivis, Bagaimana Nasib Korban?
Kamis, 23/02/2012 12:35 WIB
Jakarta
Aktivis anak memberikan perhatian berlebihan terhadap pelaku penusukan sesama anak di Cinere, Depok. Tindakan ini disayangkan Komnas HAM sebab akan berdampak buruk terhadap proses hukum ke depan.
"Saya menyayangkan sekali usaha Komnas Anak dan KPAI yang mendorong memaafkan pelaku. Lalu bagaimana dengan keadilan bagi korban? Korban yang juga anak-anak kini masih terbaring di ICU RS Fatmawati, masih kritis. Jangan hanya memerhatikan pelaku, korban anak-anak juga harus diberi perhatian," kata komisioner Komnas HAM, Saharuddin Daming, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/2/2012).
"Bagaimana masa depan korban yang masih anak-anak ini? Dia sekarang jadi tidak bersekolah. Belum lagi traumatik yang dia alami nanti," papar Saharuddin.
Pandangan yang menempatkan pelaku sebagai subjek kejahatan dinilai berlebihan. Sebab hak-hak korban menjadi tersingkir. Padahal korban juga mempunyai hak mendapatkan keadilan dalam sistem hukum yang ada di masyarakat.
"Kalau menusuk sekali dimaafkan tidak apa-apa. Tapi kalau menusuk berkali-kali hingga 8 tusukan dengan usus terburai, ini kejahatan yang sadis. Tidak bisa dimaafkan karena sudah melebihi batas-batas kewajaran anak-anak," papar Saharuddin.
Perasaan pilu semakin menjadi ketika Saharuddin mengunjungi korban di RS Fatmawati, Rabu (22/2) kemarin. Saat itu keluarga korban langsung menangis dan mengadukan bagaimana proses penegakan hukum harus dilaksanakan.
"Kalau kejahatan kecil seperti mencuri piring, mencuri sandal atau mencuri kakao saya dukung dimaafkan. Tapi kalau sudah seperti ini, ya harus dihukum. Polisi jangan takut menindak dengan tetap memperhatikan rambu-rambu UU Perlindungan Anak," harap Saharuddin.
Seperti diketahui, A (13) tega menusuk teman sekolahnya di SD, Syaiful Munif (12), karena kepergok mencuri HP milik orangtua Syaiful. Syaiful meminta A agar mengembalikan HP tersebut. Namun bukannya mengamini permintaan SM, A malah menjual HP tersebut. Syaiful pun melaporkan A ke pihak sekolah mereka. Hingga saat ini A belum ditahan.
(asp/nrl)
"Saya menyayangkan sekali usaha Komnas Anak dan KPAI yang mendorong memaafkan pelaku. Lalu bagaimana dengan keadilan bagi korban? Korban yang juga anak-anak kini masih terbaring di ICU RS Fatmawati, masih kritis. Jangan hanya memerhatikan pelaku, korban anak-anak juga harus diberi perhatian," kata komisioner Komnas HAM, Saharuddin Daming, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/2/2012).
"Bagaimana masa depan korban yang masih anak-anak ini? Dia sekarang jadi tidak bersekolah. Belum lagi traumatik yang dia alami nanti," papar Saharuddin.
Pandangan yang menempatkan pelaku sebagai subjek kejahatan dinilai berlebihan. Sebab hak-hak korban menjadi tersingkir. Padahal korban juga mempunyai hak mendapatkan keadilan dalam sistem hukum yang ada di masyarakat.
"Kalau menusuk sekali dimaafkan tidak apa-apa. Tapi kalau menusuk berkali-kali hingga 8 tusukan dengan usus terburai, ini kejahatan yang sadis. Tidak bisa dimaafkan karena sudah melebihi batas-batas kewajaran anak-anak," papar Saharuddin.
Perasaan pilu semakin menjadi ketika Saharuddin mengunjungi korban di RS Fatmawati, Rabu (22/2) kemarin. Saat itu keluarga korban langsung menangis dan mengadukan bagaimana proses penegakan hukum harus dilaksanakan.
"Kalau kejahatan kecil seperti mencuri piring, mencuri sandal atau mencuri kakao saya dukung dimaafkan. Tapi kalau sudah seperti ini, ya harus dihukum. Polisi jangan takut menindak dengan tetap memperhatikan rambu-rambu UU Perlindungan Anak," harap Saharuddin.
Seperti diketahui, A (13) tega menusuk teman sekolahnya di SD, Syaiful Munif (12), karena kepergok mencuri HP milik orangtua Syaiful. Syaiful meminta A agar mengembalikan HP tersebut. Namun bukannya mengamini permintaan SM, A malah menjual HP tersebut. Syaiful pun melaporkan A ke pihak sekolah mereka. Hingga saat ini A belum ditahan.
(asp/nrl)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 01:16 WIB
Jakarta Harus Bisa Jadi Kota Jasa Bertaraf Internasional
-
Rabu, 23/05/2012 00:14 WIB
Perusahaan Bakrie di Jambi Minta Perusakan Kamp Karyawan Diusut
-
Selasa, 22/05/2012 23:08 WIB
Kabupaten OKI Terpilih Sebagai Jaringan Kota Hijau Dunia
-
Selasa, 22/05/2012 22:55 WIB
Menkeu Cek Soal Lolosnya 315 Kg Sabu dari Bea Cukai
-
Selasa, 22/05/2012 22:39 WIB
Pedagang Kaki Lima dan Satpam Tawuran di Bekasi
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:39 WIB
Ibu Pramugari Sky Makin Histeris Setelah Lihat Jasad Anggraeni di RS Polri
-
678 Komentar
-
451 Komentar
-
227 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
