Polri Akan Naikkan Status Penanganan Korupsi Kemenkes-Kemendikbud
Kamis, 23/02/2012 11:25 WIB
Jakarta
Mabes Polri akan menaikkan status penanganan dugaan korupsi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dari penyelidikan ke penyidikan. Kasus ini sempat terhenti lantaran seluruh penyidik Bareskrim fokus ke penanganan mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan saat itu.
"Ada beberapa yang akan kita naikkan menjadi penyidikan. Bukan hanya itu (Kemenkes-Kemendikbud) saja, beberapa kasus korupsi lain juga akan dinaikkan ke penyidikan. Ada belasan kasus lain yang juga akan dinaikkan tapi belum bisa disampaikan ke masyarakat. Mungkin dalam waktu dekat ini," kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada wartawan di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Kasus dugaan korupsi Kemenkes-Kemendikbud menjadi lama sebab Polri harus menghitung besaran kerugian yang dialami negara. Hal ini bukan perkara mudah karena harus melibatkan banyak pihak.
"(Yang membikin lama) Mencari barang bukti. Harus menghitung kerugian negara, ini juga terkait institusi lain khususnya BPK. Jadi ini kan tergantung institusi lain. Kalau kita maunya cepat," papar mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Polri juga sudah memanggil banyak saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Seperti panitia pengadaan barang dan pejabat pembuat komitmen. Polri berjanji tidak hanya menyidik kasus Kemendikbud-Kemenkes, tetapi juga korupsi di berbagai institusi.
"Kalau Nazaruddin kan ditangani KPK. Tapi kalau semua terlibat, kita tangani, tidak melihat satu dua orang. Korupsi yang di tangani ini tersebar, ada yang di lembaga atau di daerah," terang Sutarman.
Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di Kemenkes terkait proyek pengadaan alat bantu pendidikan bagi dokter/spesialis 17 rumah sakit daerah di 12 provinsi itu terjadi pada 2009, dengan kerugian negara Rp 15 miliar. Nazaruddin juga ikut dalam berbagai proyek di Kemendikbud.
(asp/nrl)
"Ada beberapa yang akan kita naikkan menjadi penyidikan. Bukan hanya itu (Kemenkes-Kemendikbud) saja, beberapa kasus korupsi lain juga akan dinaikkan ke penyidikan. Ada belasan kasus lain yang juga akan dinaikkan tapi belum bisa disampaikan ke masyarakat. Mungkin dalam waktu dekat ini," kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada wartawan di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Kasus dugaan korupsi Kemenkes-Kemendikbud menjadi lama sebab Polri harus menghitung besaran kerugian yang dialami negara. Hal ini bukan perkara mudah karena harus melibatkan banyak pihak.
"(Yang membikin lama) Mencari barang bukti. Harus menghitung kerugian negara, ini juga terkait institusi lain khususnya BPK. Jadi ini kan tergantung institusi lain. Kalau kita maunya cepat," papar mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Polri juga sudah memanggil banyak saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Seperti panitia pengadaan barang dan pejabat pembuat komitmen. Polri berjanji tidak hanya menyidik kasus Kemendikbud-Kemenkes, tetapi juga korupsi di berbagai institusi.
"Kalau Nazaruddin kan ditangani KPK. Tapi kalau semua terlibat, kita tangani, tidak melihat satu dua orang. Korupsi yang di tangani ini tersebar, ada yang di lembaga atau di daerah," terang Sutarman.
Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di Kemenkes terkait proyek pengadaan alat bantu pendidikan bagi dokter/spesialis 17 rumah sakit daerah di 12 provinsi itu terjadi pada 2009, dengan kerugian negara Rp 15 miliar. Nazaruddin juga ikut dalam berbagai proyek di Kemendikbud.
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 17/05/2012 02:33 WIB
Bocah 12 Tahun Menangis Gara-gara Tertangkap Curi Helm Anggota Brimob
-
Kamis, 17/05/2012 01:44 WIB
Wamen Denny Pesimistis Kasus Rekening Gendut Polri Bisa Terungkap
-
Kamis, 17/05/2012 01:06 WIB
Truk Semen Tersangkut Pembatas Jalan di Ciputat, Lalin Macet
-
Kamis, 17/05/2012 00:16 WIB
Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas di Dekat Gunung Lokon
-
Rabu, 16/05/2012 23:49 WIB
Jelang Tengah Malam, Sejumlah Ruas Jalan di Ibukota Masih Padat Merayap
-
Kamis, 17/05/2012 02:33 WIB
Bocah 12 Tahun Menangis Gara-gara Tertangkap Curi Helm Anggota Brimob
-
Rabu, 16/05/2012 05:01 WIB
Ini Alasan Yogi Upload Foto Palsu Korban Sukhoi
-
Rabu, 16/05/2012 03:19 WIB
Fakta Mengejutkan Soal Sukhoi Superjet 100
-
Kamis, 17/05/2012 03:07 WIB
Hari Ketiga di RS Polri, John Kei Jalani Tahap Pemulihan
-
366 Komentar
-
307 Komentar
-
290 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 472.000
- Rp 2,771.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





.jpg)


Sending your message




_(baru).gif)


(2).gif)
.gif)
