Pakistan Minta Interpol Tangkap Eks Presiden Musharraf
Rabu, 22/02/2012 16:35 WIB
CNN
Islamabad
Pemerintah Pakistan berjanji akan meminta bantuan Interpol untuk menangkap mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Musharraf diduga terkait pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto.
"Pemerintah akan mengeluarkan red notice untuk Musharraf," ujar Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik, Seperti diberitakan CNN, Rabu (22/2/2012).
"Kita akan membawa dia ke Pakistan lewat Interpol," cetus Malik.
Malik mengumumkan kemajuan laporan pembunuhan yang terjadi empat tahun lalu di Provinsi Sindh, tempat kelahiran Bhutto. Bhutto tewas dalam sebuah serangan senjata pada Desember 2007, setelah kedatangannya dari pengasingan untuk mengikuti pemilihan umum pada tahun 2008.
Malik dan kepala penyelidikan mengatakan, mantan pemimpin Taliban Baitullah Mehsud merencanakan pembunuhan tersebut dan membayar sekitar US$ 4.500 kepada jaringan milisi Islam untuk melakukan pembunuhan. Dengan menguraikan barang bukti yang mereka kumpulkan, pihak keamanan Pakistan mengatakan Mehsud membunuh Bhutto karena mendukung Barat untuk memerangi milisi Islam.
Para penyidik juga menambahkan, mereka mengumpulkan banyak bukti dari rencana pembunuhan itu dari rekaman telepon sebelum dan sudah pembunuhan Bhutto.
Pada November 2011 lalu, pengadilan Pakistan mendakwa lima milisi Islam dengan tuduhan membantu penyerangan bunuh diri dan dua perwira polisi karena gagal untuk memberikan keamanan.
Musharraf juga telah dituduh gagal melindungi Bhutto. Pada bulan Februari 2011 seorang hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Musharraf setelah dia tidak muncul ke pengadilan untuk ditanyai.
Malik dan penyidik mengatakan Musharraf menolak permintaan Bhutto menggunakan jasa kontraktor keamanan Barat untuk perlindungan ketika dirinya kembali ke Pakistan. Mereka menduga Musharraf sengaja meninggalkan Bhutto karena merasa terancam secara politik sejak Bhutto kembali.
"Itu adalah tugas pemerintah untuk menyediakan perlindungan bagi perdana menteri," tegasnya.
"Mengapa Anda tidak memberikan keamanan. Apa masalahnya?" tanya Malik.
Musharraf berada di pengasingan sejak dia meninggalkan Pakistan tahun 2008. Pada Agustus 2011 lalu, pihak berwenang menyita harta Musharraf di Pakistan dan membekukan rekening banknya. Mantan Penguasa militer itu membantah ada kaitannya dengan pembunuhan Bhutto.
(fiq/ita)
"Pemerintah akan mengeluarkan red notice untuk Musharraf," ujar Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik, Seperti diberitakan CNN, Rabu (22/2/2012).
"Kita akan membawa dia ke Pakistan lewat Interpol," cetus Malik.
Malik mengumumkan kemajuan laporan pembunuhan yang terjadi empat tahun lalu di Provinsi Sindh, tempat kelahiran Bhutto. Bhutto tewas dalam sebuah serangan senjata pada Desember 2007, setelah kedatangannya dari pengasingan untuk mengikuti pemilihan umum pada tahun 2008.
Malik dan kepala penyelidikan mengatakan, mantan pemimpin Taliban Baitullah Mehsud merencanakan pembunuhan tersebut dan membayar sekitar US$ 4.500 kepada jaringan milisi Islam untuk melakukan pembunuhan. Dengan menguraikan barang bukti yang mereka kumpulkan, pihak keamanan Pakistan mengatakan Mehsud membunuh Bhutto karena mendukung Barat untuk memerangi milisi Islam.
Para penyidik juga menambahkan, mereka mengumpulkan banyak bukti dari rencana pembunuhan itu dari rekaman telepon sebelum dan sudah pembunuhan Bhutto.
Pada November 2011 lalu, pengadilan Pakistan mendakwa lima milisi Islam dengan tuduhan membantu penyerangan bunuh diri dan dua perwira polisi karena gagal untuk memberikan keamanan.
Musharraf juga telah dituduh gagal melindungi Bhutto. Pada bulan Februari 2011 seorang hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Musharraf setelah dia tidak muncul ke pengadilan untuk ditanyai.
Malik dan penyidik mengatakan Musharraf menolak permintaan Bhutto menggunakan jasa kontraktor keamanan Barat untuk perlindungan ketika dirinya kembali ke Pakistan. Mereka menduga Musharraf sengaja meninggalkan Bhutto karena merasa terancam secara politik sejak Bhutto kembali.
"Itu adalah tugas pemerintah untuk menyediakan perlindungan bagi perdana menteri," tegasnya.
"Mengapa Anda tidak memberikan keamanan. Apa masalahnya?" tanya Malik.
Musharraf berada di pengasingan sejak dia meninggalkan Pakistan tahun 2008. Pada Agustus 2011 lalu, pihak berwenang menyita harta Musharraf di Pakistan dan membekukan rekening banknya. Mantan Penguasa militer itu membantah ada kaitannya dengan pembunuhan Bhutto.
(fiq/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 17:54 WIB
Skuad Bom Bunuh Diri Tewaskan 2 Polisi Turki
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Walah! Monyet Lepas, Pesawat Air China Ditunda 4 Jam
-
Jumat, 25/05/2012 16:41 WIB
Pelihara 550 Kucing, Istri Dicerai Suami!
-
Jumat, 25/05/2012 15:16 WIB
Setelah 33 Tahun, Pria Ini Akui Bunuh Anak yang Hilang di New York
-
Jumat, 25/05/2012 13:11 WIB
Ikhwanul Muslimin Prediksi Menangi Pemilu Mesir
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
