Rabu, 22/02/2012 12:25 WIB

Jaksa KPK Cecar Andi Soal Commitment Fee untuk Kemenpora

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Jaksa KPK Kadek Wiradana mencecar Menpora Andi Mallarangeng terkait commitmen fee 10 persen untuk Kemenpora dalam proyek wisma atlet mengaku tidak tahu commitment fee tersebut.

"Tidak. Saya tidak tahu," ujar Andi saat ditanya Kadek apakah dirinya mengetahui commitment fee 10 persen untuk Kemenpora, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2012).

Kadek lantas bertanya pada Andi apakah lazim adanya commitment fee di Kemenpora. Menurut Andi, tidak ada commitment fee di kementerian yang dipimpinnya.

"Tidak, sepanjang yang saya tahu tidak tahu," kata Andi.

"Apakah lazim adanya dana talangan dari pihak swasta untuk suatu tender, jika uang untuk proyek tender belum turun?" cecar Kadek.

"Tidak. Setahu saya tidak ada itu," kata Andi.

Apakah anda tahu pengembalian uang Rp 10 miliar dari Sesmenpora Wafid ke Rosa?" tanya Kadek.

"Saya tidak tahu," ujar Andi.

Sebelumnya, marketing manager PT Duta Graha Indah (DGI) Muhammad El Idris menyebut adanya cek bagi Sesmenpora yang merupakan success fee dari proyek Wisma Atlet.

Namun Rosa malah menyebut cek tersebut merupakan dana pinjaman bagi operasional Kemenpora. Rosa bahkan membantah keterangannya sendiri dalam BAP yang menyebut cek tersebut terkait dengan proyek Wisma Atlet.

Menanggapi kesaksian Rosa ini, Wafid mengaku bahwa dana bantuan tersebut memang digunakan sebagai dana talangan. Dan saat Rosa menyambangi kantornya pada 21 April 2011 lalu, Wafid mengaku dirinya tidak diberitahu Rosa bahwa dia datang bersama El Idris dan membawa dana bantuan tersebut.


(nik/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close