100 Orang Tewas, Palang Merah Serukan Gencatan Senjata di Suriah
Rabu, 22/02/2012 11:15 WIB
Damaskus
Pasukan pemerintah Suriah terus melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Mereka membunuh sekitar 100 orang dalam serangan ke desa-desa dan serangan artileri ke kota Homs.
Palang Merah Internasional pun menyerukan adanya gencatan senjata sehingga mereka bisa memberikan pertolongan kepada warga sipil Suriah.
Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki moon sedang mencari kandidat sebagai kordinator kemanusiaan di Suriah, yang tugasnya juga untuk mencari solusi politik atas konflik di Suriah.
Seperti diberitakan Reuters, Rabu (22/2/2012), Komite Koordinasi lokal menyatakan, pasukan keamanan telah membunuh sekitar 100 orang di Homs dan menyerang desa-desa di Provinsi Idlib yang berada di dekat Turki.
Organisasi oposisi menyebutkan, sepuluh anak-anak dan tiga wanita tewas dalam insiden tersebut.
Sementara di Damaskus, ibukota Suriah, pasukan keamanan juga melepaskan tembakan ke para demonstran sepanjang malam. Akibatnya, empat orang terluka. Kekerasan terus melanda Damaskus sejak seminggu terakhir.
Sebelumnya Palang Merah Internasional telah meminta pihak berwenang dan pemberontak untuk menyetujui gencatan senjata harian. Dengan begitu organisasi tersebut dapat membantu menyelamatkan jiwa di wilayah-wilayah konflik, khususnya Homs.
"Ini harus berlangsung selama dua jam setiap hari, sehingga Palang Merah dan relawan Bulan Sabit Merah memiliki cukup waktu untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi yang terluka dan sakit," kata Presiden Palang Merah Internasional, Jakob Kellenberger.
Sementara itu, negara-negara Barat dan Arab yang secara terbuka mendukung kejatuhan Assad, tengah mempersiapkan pertemuan perdana dengan kelompok "Friends of Syria" di Tunisia pada Jumat (24/2) depan.
Ditanyakan tentang prospek mempersenjatai para pemberontak, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan: "Kami tidak percaya bahwa hal itu masuk akal untuk berkontribusi sekarang pada militerisasi di Suriah," ujar Nuland.
PBB memperkirakan, lebih dari 6.000 orang telah tewas sejak pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad melancarkan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah sejak Maret 2011. Dalam aksinya, para demonstran gigih menuntut pengunduran diri Assad.
(fiq/ita)
Palang Merah Internasional pun menyerukan adanya gencatan senjata sehingga mereka bisa memberikan pertolongan kepada warga sipil Suriah.
Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki moon sedang mencari kandidat sebagai kordinator kemanusiaan di Suriah, yang tugasnya juga untuk mencari solusi politik atas konflik di Suriah.
Seperti diberitakan Reuters, Rabu (22/2/2012), Komite Koordinasi lokal menyatakan, pasukan keamanan telah membunuh sekitar 100 orang di Homs dan menyerang desa-desa di Provinsi Idlib yang berada di dekat Turki.
Organisasi oposisi menyebutkan, sepuluh anak-anak dan tiga wanita tewas dalam insiden tersebut.
Sementara di Damaskus, ibukota Suriah, pasukan keamanan juga melepaskan tembakan ke para demonstran sepanjang malam. Akibatnya, empat orang terluka. Kekerasan terus melanda Damaskus sejak seminggu terakhir.
Sebelumnya Palang Merah Internasional telah meminta pihak berwenang dan pemberontak untuk menyetujui gencatan senjata harian. Dengan begitu organisasi tersebut dapat membantu menyelamatkan jiwa di wilayah-wilayah konflik, khususnya Homs.
"Ini harus berlangsung selama dua jam setiap hari, sehingga Palang Merah dan relawan Bulan Sabit Merah memiliki cukup waktu untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi yang terluka dan sakit," kata Presiden Palang Merah Internasional, Jakob Kellenberger.
Sementara itu, negara-negara Barat dan Arab yang secara terbuka mendukung kejatuhan Assad, tengah mempersiapkan pertemuan perdana dengan kelompok "Friends of Syria" di Tunisia pada Jumat (24/2) depan.
Ditanyakan tentang prospek mempersenjatai para pemberontak, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan: "Kami tidak percaya bahwa hal itu masuk akal untuk berkontribusi sekarang pada militerisasi di Suriah," ujar Nuland.
PBB memperkirakan, lebih dari 6.000 orang telah tewas sejak pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad melancarkan kekerasan terhadap para demonstran antipemerintah sejak Maret 2011. Dalam aksinya, para demonstran gigih menuntut pengunduran diri Assad.
(fiq/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 17:54 WIB
Skuad Bom Bunuh Diri Tewaskan 2 Polisi Turki
-
Jumat, 25/05/2012 17:21 WIB
Walah! Monyet Lepas, Pesawat Air China Ditunda 4 Jam
-
Jumat, 25/05/2012 16:41 WIB
Pelihara 550 Kucing, Istri Dicerai Suami!
-
Jumat, 25/05/2012 15:16 WIB
Setelah 33 Tahun, Pria Ini Akui Bunuh Anak yang Hilang di New York
-
Jumat, 25/05/2012 13:11 WIB
Ikhwanul Muslimin Prediksi Menangi Pemilu Mesir
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
