Usut 2.000 Transaksi Mencurigakan Anggota DPR Lewat Joint Investigation!
Rabu, 22/02/2012 04:34 WIB
Jakarta
Analis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait 2.000 transaksi mencurigakan anggota DPR RI harus segera direspon penegak hukum. Para penegak hukum diminta untuk bekerja sama dalam mengungkap analisis tersebut.
"Saya kira perlu ada joint investigation antara KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang mencurigakan dengan skala besar seperti itu," kata Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Jamil Mubarok, saat dihubungi detikcom, Selasa (21/02/2012).
Jamil menilai penegak hukum harus segera menentukan langkah-langkah penyelesaian agar tidak menimbulkan petanyaan bagi publik. Dikatakannya, hal itu harus dilakukan dalam waktu cepat dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kalau itu terlambat dan memakan waktu lama, kekhawatirannya orang-orang yang melakukan transaksi bisa menghilang," tambah Jamil.
Berdasarkan itulah, diungkapkan Jamil perlu joint investigation. Hal tersebut sekaligus mengingat keterbatasan personel yang dimiliki KPK.
"Kalau hanya KPK itu susah, karena KPK hanya 70 orang, sementara ini lebih dari 2.000," ungkap Jamil.
Selain itu, menurut Jamil, penegak hukum juga harus mengusut temuan PPATK lainnya, seperti temuan yang melibatkan menteri dan kepolisian. Namun, hal itu harus didukung dengan peran pengawas dari masing-masing lembaga yang pegawainya terindikasi.
"Misalnya ada hakim, berarti MA harus bergerak, di kepolisian ada Irwasum juga harus bergerak," ujar Jamil.
Seperti diberitakan, PPATK mengungkapkan penelusuran 2.000 transaksi mencurigakan di rekening anggota DPR RI. Ketua PPATK M Yusuf menyebutkan transaksi tersebut mayoritas dilakukan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR.
Namun, laporan itu sempat dipertanyakan anggota Komisi III DPR lantaran penyataan tertulisnya dibubuhi stabilo warna hitam. Yusuf pun menjelaskan alasannya.
"Kami tidak pernah tidak punya semangat tidak transparan, itu berdosa pak. Kenapa kami coret, pak? Pertanyaan di Komisi III adalah hasil analisis. Ini masih diproses," kata M Yusuf dalam rapat Komisi III DPR dengan PPATK.
(ans/nvc)
"Saya kira perlu ada joint investigation antara KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang mencurigakan dengan skala besar seperti itu," kata Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Jamil Mubarok, saat dihubungi detikcom, Selasa (21/02/2012).
Jamil menilai penegak hukum harus segera menentukan langkah-langkah penyelesaian agar tidak menimbulkan petanyaan bagi publik. Dikatakannya, hal itu harus dilakukan dalam waktu cepat dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kalau itu terlambat dan memakan waktu lama, kekhawatirannya orang-orang yang melakukan transaksi bisa menghilang," tambah Jamil.
Berdasarkan itulah, diungkapkan Jamil perlu joint investigation. Hal tersebut sekaligus mengingat keterbatasan personel yang dimiliki KPK.
"Kalau hanya KPK itu susah, karena KPK hanya 70 orang, sementara ini lebih dari 2.000," ungkap Jamil.
Selain itu, menurut Jamil, penegak hukum juga harus mengusut temuan PPATK lainnya, seperti temuan yang melibatkan menteri dan kepolisian. Namun, hal itu harus didukung dengan peran pengawas dari masing-masing lembaga yang pegawainya terindikasi.
"Misalnya ada hakim, berarti MA harus bergerak, di kepolisian ada Irwasum juga harus bergerak," ujar Jamil.
Seperti diberitakan, PPATK mengungkapkan penelusuran 2.000 transaksi mencurigakan di rekening anggota DPR RI. Ketua PPATK M Yusuf menyebutkan transaksi tersebut mayoritas dilakukan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR.
Namun, laporan itu sempat dipertanyakan anggota Komisi III DPR lantaran penyataan tertulisnya dibubuhi stabilo warna hitam. Yusuf pun menjelaskan alasannya.
"Kami tidak pernah tidak punya semangat tidak transparan, itu berdosa pak. Kenapa kami coret, pak? Pertanyaan di Komisi III adalah hasil analisis. Ini masih diproses," kata M Yusuf dalam rapat Komisi III DPR dengan PPATK.
(ans/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 13:07 WIB
Putusan Sela Agusrin Bisa Ganggu Pemerintahan Bengkulu
-
Selasa, 22/05/2012 13:06 WIB
Warga & PTPN II Kebun Sei Semayang Sumut Bersitegang, 5 Truk Dibakar
-
Selasa, 22/05/2012 13:05 WIB
Polda Metro Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Badai Kerispatih: Papa dalam Keadaan Baik
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Badai Kerispatih: Papa dalam Keadaan Baik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
672 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
