detikcom

Keberadaan Konservasi & Rehabilitasi Orangutan Kaltim Kian Terancam

Robert - detikNews
Rabu, 22/02/2012 03:43 WIB
Samarinda Keberadaan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan di Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) kian terancam. Areal konservasi yang hadir sejak tahun 2000 lalu, kini dikepung aktivitas pertambangan batu bara yang mengganggu rehabilitasi orangutan.

"Sudah hampir 5 tahun terakhir ini, aktivitas pertambangan batu bara di sekeliling areal konservasi semakin marak. Akibatnya justru banyak hewan-hewan liar berkumpul di areal BOS," kata Manager Program Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja Lestari, Aschta Boestani Tajudin, ketika dihubungi detikcom, Selasa (21/02/2012).

Menurut Aschta, saat ini terdapat 234 satwa orangutan Kalimantan atau yang biasa disebut Pongo Pygmaeus Morio di BOS Samboja Lestari, seluas 1.900 hektar. Selain terjepit oleh aktivitas pertambangan batu bara, di sekitar kawasan BOS juga terdapat perkebunan kelapa sawit.

"Kawasan kita saat ini memang kenyataannya terisolir. Selain tambang batu bara, saya mengkhawatirkan adanya perkebunan kelapa sawit, di kemudian hari menyebabkan konflik lahan. Karena memang perkebunan kelapa sawit itu juga berada di sekeliling kita," ujar Aschta.

Menurut Aschta, aktivitas pertambangan batu bara, mengganggu kondisi psikologis orangutan yang menjalani rehabilitasi.

"Tapi kita terus bekerja melakukan rehabilitasi sebagaimana mestinya, meski di sekeliling kita ada lubang-lubang tambang. Tidak mungkin areal kami, kami pagar. Bagaimana hewan-hewan liar, bisa keluar masuk?" tambahnya.

Terancamnya keberadaan kawasan BOS Samboja Lestari, sambung Aschta, juga disebabkan oleh tidak disinergikannya kawasan konservasi dan rehabilitasi orangutan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun Provinsi Kaltim.

"Padahal keberadaan kita di sini sebagai pusat konservasi dan rehabilitasi justru membantu pemerintah menangani satwa langka yang dilindungi dunia internasional. Tapi kenapa pemerintah justru terkesan lepas tangan?" ucap Aschta heran.

Yang mengherankan, selama ini pemerintah daerah bahkan tidak menyatakan BOS Samboja Lestari selain kawasan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan selain di Kalimantan Tengah.

"Yang mengejutkan, kita dapat penghargaan pengelolaan objek wisata terbaik pertama saat HUT Pemprov Kaltim ke-55 baru-baru ini. Padahal kita ini kan tempat konservasi, bukan tempat berwisata," keluh Aschta.

"Kami di sini tidak mau senasib dengan kondisi Taman Nasional Kutai (TNK) di Kabupaten Kutai Timur. Ya, Anda tahu sendiri lah bagaimana kondisi TNK saat ini," terangnya.

Masih menurut Aschta, meski faktanya berkondisi demikian, namun saat ini sebanyak 190 satwa orangutan, sudah dinyatakan layak dilepasliarkan. Dimana, dijadwalkan pada bulan April 2012 mendatang, 6 orangutan diantaranya siap dilepasliarkan ke kawasan eks perusahaan HPH di Kabupaten Kutai Timur.

"Itu mengacu kepada komitmen pemerintah tahun 2007 lalu yang mengharuskan orangutan yang direhabilitasi, seluruhnya harus dilepasliarkan. Meski nyatanya, di kawasan eks HPH itu, meminta bayaran Rp 3 miliar sebagai jaminan bahwa kawasan mereka benar-benar untuk areal lepas liar orangutan selama 60 tahun," tutup Aschta.

(nvc/nvc)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel