Jadi Komplek Perumahan, Situs Arkeologi di Medan Terancam Musnah
Rabu, 22/02/2012 02:58 WIB
Situs Kota China (Khairul/detikcom)
Medan
Situs arkeologi Kota China yang berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut), dikhawatirkan akan musnah. Sebabnya, lahan penelitian berkelas internasional tersebut masih belum dibebaskan pemerintah dan kini developer mulai berencana membangun perumahan di kawasan tersebut.
Arkeolog dan sejarawan di Medan, maupun dari lembaga Ecole Franaise d'Extreme-Orient (EFEO/Pusat Penelitian Perancis untuk Timur Jauh), berharap pemerintah setempat segera melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menyelamatkan situs sejarah itu. Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan, membebaskan lahan yang merupakan bagian dari situs Kota China.
"Sejak awal Februari hingga 23 Februari mendatang, Arkeologi Nasional bersama lembaga-lembaga lain termasuk Universitas Negeri Medan melakukan eskavasi atau penggalian arkeologis di situs Kota China dan masih menemukan ribuan temuan penting yang diperkirakan berasal dari abad ke-13," kata sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (21/2/2012).
Disebutkan Ichwan, temuan yang berhasil diangkat antara lain, berupa pecahan keramik dan tembikar dari China dan negara-negara lain, manik-manik asal India selatan, uang kuno China abad 13, tulang belulang, kaca kuno, kerang-kerangan dan benda-benda budaya lainnya.
Eskavasi yang dilakukan saat ini, ujar Azhari, merupakan eskavasi tahun kedua yang didanai EFEO. Hasil eskavasi ini menguatkan bukti bahwa wilayah sebelah utara Kota Medan menyimpan jejak kota internasional kuno abad ke-12 hingga ke-16, yang terus diperhatikan oleh ilmuwan internasional.
"Riset internasional untuk situs ini rencananya masih terus dilakukan pada tahun depan. Sebelumnya arkeolog Inggris Edward McKinnon telah menulis disertasi tentang situs ini di Yale University, Amerika, juga peneliti dari Singapura dan tamu dari berbagai negara lain kerap berkunjung ke situs ini," sambung Ichwan.
Berbeda dengan perhatian ilmuwan atas warisan sejarah Kota Medan ini, ujar Ichwan, Pemkot Medan nampaknya belum juga berhasil membebaskan situs ini untuk diteliti. Buktinya lahan itu tak kunjung dibebaskan untuk kepentingan penelitian, dan dikhawatirkan situs ini akan musnah sebelum sempat dipelajari secara tuntas.
Kini lokasi situs dekat kotak gali temuan-temuan, dan dekat struktur bangunan candi sudah jatuh ke tangan developer, dan sudah dikavling-kavling untuk dijual. Pengembang juga sedang membangun perumahan di kawasan itu.
"Kemungkinan ada sekitar 3 hektar areal situs bersejarah itu yang sudah beralih kepemilikan dari penduduk ke pengembang dari luar," tukas Ichwan.
Menurut Ichwan, sebelumnya Kota Medan sudah menganggarkan pada tahun 2010 untuk membebaskan lahan penduduk, tapi pembebasan itu gagal karena harga yang diminta penduduk tidak sesuai dengan yang ditetapkan Pemko. Sayangnya sejak tahun 2011 tidak dianggarkan lagi oleh Pemko Medan.
(rul/nvc)
Arkeolog dan sejarawan di Medan, maupun dari lembaga Ecole Franaise d'Extreme-Orient (EFEO/Pusat Penelitian Perancis untuk Timur Jauh), berharap pemerintah setempat segera melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menyelamatkan situs sejarah itu. Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan, membebaskan lahan yang merupakan bagian dari situs Kota China.
"Sejak awal Februari hingga 23 Februari mendatang, Arkeologi Nasional bersama lembaga-lembaga lain termasuk Universitas Negeri Medan melakukan eskavasi atau penggalian arkeologis di situs Kota China dan masih menemukan ribuan temuan penting yang diperkirakan berasal dari abad ke-13," kata sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (21/2/2012).
Disebutkan Ichwan, temuan yang berhasil diangkat antara lain, berupa pecahan keramik dan tembikar dari China dan negara-negara lain, manik-manik asal India selatan, uang kuno China abad 13, tulang belulang, kaca kuno, kerang-kerangan dan benda-benda budaya lainnya.
Eskavasi yang dilakukan saat ini, ujar Azhari, merupakan eskavasi tahun kedua yang didanai EFEO. Hasil eskavasi ini menguatkan bukti bahwa wilayah sebelah utara Kota Medan menyimpan jejak kota internasional kuno abad ke-12 hingga ke-16, yang terus diperhatikan oleh ilmuwan internasional.
"Riset internasional untuk situs ini rencananya masih terus dilakukan pada tahun depan. Sebelumnya arkeolog Inggris Edward McKinnon telah menulis disertasi tentang situs ini di Yale University, Amerika, juga peneliti dari Singapura dan tamu dari berbagai negara lain kerap berkunjung ke situs ini," sambung Ichwan.
Berbeda dengan perhatian ilmuwan atas warisan sejarah Kota Medan ini, ujar Ichwan, Pemkot Medan nampaknya belum juga berhasil membebaskan situs ini untuk diteliti. Buktinya lahan itu tak kunjung dibebaskan untuk kepentingan penelitian, dan dikhawatirkan situs ini akan musnah sebelum sempat dipelajari secara tuntas.
Kini lokasi situs dekat kotak gali temuan-temuan, dan dekat struktur bangunan candi sudah jatuh ke tangan developer, dan sudah dikavling-kavling untuk dijual. Pengembang juga sedang membangun perumahan di kawasan itu.
"Kemungkinan ada sekitar 3 hektar areal situs bersejarah itu yang sudah beralih kepemilikan dari penduduk ke pengembang dari luar," tukas Ichwan.
Menurut Ichwan, sebelumnya Kota Medan sudah menganggarkan pada tahun 2010 untuk membebaskan lahan penduduk, tapi pembebasan itu gagal karena harga yang diminta penduduk tidak sesuai dengan yang ditetapkan Pemko. Sayangnya sejak tahun 2011 tidak dianggarkan lagi oleh Pemko Medan.
(rul/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 13:07 WIB
Putusan Sela Agusrin Bisa Ganggu Pemerintahan Bengkulu
-
Selasa, 22/05/2012 13:05 WIB
Polda Metro Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Badai Kerispatih: Papa dalam Keadaan Baik
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
672 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
