detikcom
Selasa, 21/02/2012 21:28 WIB

Terjangkit Flu Burung, Bocah 12 Tahun di Bali Meninggal Dunia

Gede Suardana - detikNews
Ilustrasi
Denpasar - Virus flu burung masih menjadi ancaman, seorang bocah berinisial WM (12) meninggal dunia karena terjangkit virus H5N1 ini. WM yang asal Badung, Bali merupakan korban flu burung kelima di Bali sejak tahun 1997.

Informasi yang didapat dari RSUP Sanglah Denpasar, korban sebelumnya dirawat di RS Surya Husada sejak lima hari lalu. Namun karena kondisinya yang memburuk, maka pada Selasa (21/2/2012) dinihari, WM dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Sayangnya setelah sempat mendapatkan perawatan di ruangan khusus, Nusa Indah, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

"Berdasarkan permintaan keluarga korban, saat ini korban sudah dibawa pulang," kata Kasi Yan Rawat Khusus RS Sanglah dr. I Gede Ken Wirasandi, kepada wartawan, Selasa (21/2/2012).

Meski keluarga membantah kalau anaknya terjangkit virus flu burung, namun berdasarkan hasil pemerirksaan medis oleh tim dokter RS Sanglah, WM positif terjangkit virus mematikan ini.

"Berdasarkan pemeriksaan PCR, dia positif," ungkapnya.

Kasus kematian bocah ini adalah kematian kelima akibat virus flu burung yang terjadi di Bali. Untuk menjaga agar tidak tertular virus ini, menjaga kesehatan dan kebersihan serta memasak makanan dengan matang akan menghindarkan dari virus ini, sebab virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi.

Ciri-ciri korban terjangkit virus ini adalah sesak nafas yang berkepanjangan yang disertai dengan demam yang tidak kunjung menurun. Jika mengalami hal demikian, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/nvc)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%