John Kei Ditangkap, Ormas Lain Diingatkan Tak Lakukan Kekerasan
Selasa, 21/02/2012 14:44 WIB
Jakarta
Penangkapan terhadap John Kei, secara tidak langsung merupakan peringatan bagi ormas lain. Yaitu tidak melakukan aksi-aksi anarki maupun tindak kekerasan yang mengganggu rasa aman warga masyarakat.
"Kita ingatkan juga ke mereka-mereka agar tidak membuat resah masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Kendati John Kei ditangkap dalam kasus pembunuhan, kata dia, namun ormas lain diperingatkan untuk tidak melakukan kejahatan dan tindakan yang melawan hukum. Ini bisa menjadi shock terapi untuk ormas lain agar tidak melakukan tindakan anarkis.
"Seluruhnya, jadi bukan hanya kasus yang sekarang ini. Kelompok mana pun yang terbukti berkaitan tindakan pidana, tentu kita tindak tegas," jelasnya.
Terkait banyaknya ormas yang melakukan kekerasan, Rikwanto melanjutkan, pihaknya tidak bisa membubarkan ormas-ormas tersebut. Polisi selaku aparat penegak hukum hanya melakukan tindakan represif bagi anggota ormas yang melakukan tindakan melawan hukum.
"Kita lihat preman atau ormas, kita lihat siapa berbuat apa, kalau masuk unsur pidana yang kita tindak," imbuhnya.
Rikwano menyatakan, polisi terus melakukan upata penindakan terhadap aksi premanisme. Polisi, kata dia, tidak akan berhenti sampai John Kei saja. Guna mengeliminasi tindakan premanisme, jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya terus melakukan serangkaian operasi khusus di samping operasi rutin.
"Untuk kasus-kasus premanisme kita giatkan lagi pada lokasi dan jam tertutup kita lakukan operasi," pungkasnya.
(mei/lh)
"Kita ingatkan juga ke mereka-mereka agar tidak membuat resah masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Kendati John Kei ditangkap dalam kasus pembunuhan, kata dia, namun ormas lain diperingatkan untuk tidak melakukan kejahatan dan tindakan yang melawan hukum. Ini bisa menjadi shock terapi untuk ormas lain agar tidak melakukan tindakan anarkis.
"Seluruhnya, jadi bukan hanya kasus yang sekarang ini. Kelompok mana pun yang terbukti berkaitan tindakan pidana, tentu kita tindak tegas," jelasnya.
Terkait banyaknya ormas yang melakukan kekerasan, Rikwanto melanjutkan, pihaknya tidak bisa membubarkan ormas-ormas tersebut. Polisi selaku aparat penegak hukum hanya melakukan tindakan represif bagi anggota ormas yang melakukan tindakan melawan hukum.
"Kita lihat preman atau ormas, kita lihat siapa berbuat apa, kalau masuk unsur pidana yang kita tindak," imbuhnya.
Rikwano menyatakan, polisi terus melakukan upata penindakan terhadap aksi premanisme. Polisi, kata dia, tidak akan berhenti sampai John Kei saja. Guna mengeliminasi tindakan premanisme, jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya terus melakukan serangkaian operasi khusus di samping operasi rutin.
"Untuk kasus-kasus premanisme kita giatkan lagi pada lokasi dan jam tertutup kita lakukan operasi," pungkasnya.
(mei/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 13:07 WIB
Putusan Sela Agusrin Bisa Ganggu Pemerintahan Bengkulu
-
Selasa, 22/05/2012 13:05 WIB
Polda Metro Bongkar Pembuat Ijazah Palsu di www.ijazahaspal.com
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Badai Kerispatih: Papa dalam Keadaan Baik
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
