Galau Jenderal Karena Shinta
Senin, 20/02/2012 11:47 WIB
Jakarta
Hari-hari Shinta Bachir kini tidak lagi mencekam. Tidak ada lagi teror ancaman pembunuhan dari seorang jenderal mantan Kapolda Metro Jaya yang menghampiri artis seksi ini. Tapi bila Shinta mulai sedikit tenang, keluarga para jenderal justru kini yang menjadi resah.
Keluarga para jenderal bertanya-tanya siapa jenderal yang terlibat skandal dengan Shinta. Mereka pun datang ke Polda Metro Jaya untuk mencari jawaban. Seorang perwira polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya mengakui sampai kerepotan dibuatnya.
Sang perwira merasa seperti diuber-uber. Keluarga para jenderal tidak hanya menemuinya di Polda Metro Jaya, tapi juga mendatangi rumahnya. Padahal ia sendiri juga tidak tahu siapa jenderal yang meneror Shinta.
“Bahkan ada istri jenderal yang rela datang tengah malam ke rumah saya, hanya untuk menanyakan apakah suaminya yang punya hubungan dengan artis itu,” cerita perwira Polda Metro Jaya yang enggan disebut namanya kepada majalah detik.
Keluarga para jenderal itu benar-benar galau. Mereka ada yang bicaranya terbata-bata, ada yang marah-marah bahkan ada yang menangis saat meminta sang perwira buka mulut perihal jenderal yang dimaksud Shinta.
"Saya tentu saja tidak bisa jawab, sebab saya memang tidak tahu siapa jenderal yang terlibat kasus asmara dengan Shinta Bachir," terang perwira itu.
Sedikit beda dengan sang perwira, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyatakan hingga kini tidak ada keluarga jenderal yang secara resmi mencari informasi soal skandal Shinta ke Polda Metro. "Oh nggak ada itu,” kata Rikwanto.
Selanjutnya Rikwanto tidak mau berkomentar soal skandal Shinta dengan mantan Kapolda Metro Jaya itu. Alasannya hingga kini artis seksi itu tidak pernah melapor ke polisi. “Nggak ada fakta hukum, jadi nggak perlu saya ngomonglah," tegas Rikwanto.
Shinta hingga kini memang masih bungkam soal nama sang jenderal. Ia juga tidak kunjung datang ke polisi meski awalnya menyatakan akan melapor.
Kepada media, ia hanya memberi petunjuk mantan Kapolda yang menerornya adalah pensiunan jenderal bintang tiga. Selain itu, sang jenderal disebut masih aktif di kenegaraan alias masih menjadi pejabat negara.
Tidak heran bila kemudian panah yang ditarik Shinta ini membuat keluarga jenderal bintang tiga deg-degan. Terlebih, pensiunan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya bisa dihitung dengan jari. Mereka antara lain Komjen Pol Purn Sofjan Jacoeb, Komjen Pol Purn Nurfaizi, serta Komjen Pol Purn Makbul Padmanegara, Komjen Pol Sutarman dan Komjen Pol Wahyono.
Belakangan nama Makbul, santer dikaitkan setelah sebuah tabloid hiburan C&R edisi 25-31 Januari, menyebut nama mantan Wakil Kapolri itu punya hubungan dengan Shinta. Tabloid itu mengutip pernyataan Shinta bahwa jenderal yang mengancamnya adalah mantan Kapolda angkatan tahun 74. Makbul merupakan satu-satunya pensiunan jenderal bintang tiga lulusan tahun 1974.
Berita itu terang saja membuat Makbul gerah. Dia pun lantas mengirimkan somasi kepada Shinta berikut tabloid yang menyiarkan berita itu.
Kuasa hukum Makbul, Alfons Loemau mengatakan, tudingan itu tidak benar. Makbul minta agar pernyataan Shinta soal angkatan 74 ditarik dan dihapus.
“Informasi itu merupakan pencemaran nama baik, karena perbuatan itu dapat merugikan kepentingan Makbul Padmanegara," tegas Alfons.
Sementara itu Shinta Bachir dalam perbincangan dengan majalah detik di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, mengaku tidak mengenal Makbul. Bahkan ia mengaku tidak pernah menyebut angkatan 74 terkait latar belakang jenderal polisi yang mengancamnya.
"Sebaiknya tanya saja ke tabloid itu siapa yang mengatakan itu (angkatan 74), dan saya sama sekali tidak mengenal siapa Pak Makbul, jadi keluarga Pak Makbul tidak usah risau," ucap Shinta.
Selain nama Makbul, keluarga Sofjan Jacoeb juga ketar-ketir dengan isu skandal cinta Shinta Bachir. Menurut sumber majalah detik, keluarga Sofjan sempat mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka menanyakan kasus Shinta Bachir, apalagi di lingkungan Polda Metro, nama Sofjan juga ramai disebut sebagai orang yang punya hubungan dengan Shinta.
"Keluarga Pak Sofjan sempat ngamuk-ngamuk karena yang berkembang di internal polisi, jenderal yang dimaksud itu Pak Sofjan," terang sumber lain majalah detik di Polda Metro Jaya.
Pengacara Sofjan, Yulius Sesunan, membantah keluarga kliennya sempat mengamuk di Polda Metro Jaya. Sofjan meski termasuk bintang tiga, ditegaskan, tidak memiliki hubungan dengan Shinta. “Zamannya Pak Sofjan menjabat belum ada tuh yang namanya Shinta Bachir,” kata Yulius.
Lain halnya keluarga Komjen Pol Purn Nurfaizi. Menurut sumber, bukan hanya mereka marah-marah, tetapi juga mengamuk kepada Shinta, seakan tidak percaya Nurfaizi adalah jenderal yang dimaksud Shinta.
Tapi hingga kini Nurfaizi belum bisa dikonfirmasi. Dubes Indonesia untuk Mesir itu tidak memberikan jawaban saat ditelepon. SMS-pun tidak direspons.
“Entar saya sampaikan ke beliau, Bapak lagi rapat,” kata sekretaris pribadi Nurfaizi, Dani, saat dihubungi majalah detik lewat sambungan internasional.
Jadi siapa sebenarnya jenderal yang punya hubungan dengan Shinta? Masalah ini meresahkan dan menjadi penting sebab teror terhadap Shinta bukan hanya bisa dipidana, tetapi kabar itu bisa memalukan bagi sang jenderal maupun keluarganya.
Pengacara Henry Yosodiningrat yang dikenal punya hubungan erat dengan sejumlah jenderal polisi juga mengaku kesal dengan berita skandal cinta Shinta. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Shinta merupakan upaya cari sensasi belaka.
"Sangat tidak masuk akal jenderal bintang 3 itu adalah Makbul Padmanegara yang dikatakan yang dimaksudkan. Jadi di antara teman-teman kami dari zaman dulu, Makbul itu termasuk laki-laki "penakut", apalagi sudah tua kayak gini," terang Henry.
Henry juga kesal nama Nurfaizi muncul setelah ada bantahan Makbul. "Nah tuh kan setelah Nurfaizi siapa lagi? Ngapain ngutak-ngatik ini, nanti ujung-ujungnya dibantah lagi oleh Shinta," ujar Henry kesal.
Materi ini telah dimuat Dalam majalah Detik edisi 11 tanggal 13 Februari 2012
Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 12, 20 Februari 2012) mengupas tuntas tema 'Cabul di Istana Habib', juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Siapa Dalangi Dusta Angie' , rubrik kriminal berita komik "Geng Cewek Bali", ekonomi bisnis 'Menghadang Banjir Buah Impor', rubrik seni dan hiburan Whitney Houston 'Akhir Tragsi sang Diva dan masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!
(iy/nrl)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Keluarga para jenderal bertanya-tanya siapa jenderal yang terlibat skandal dengan Shinta. Mereka pun datang ke Polda Metro Jaya untuk mencari jawaban. Seorang perwira polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya mengakui sampai kerepotan dibuatnya.
Sang perwira merasa seperti diuber-uber. Keluarga para jenderal tidak hanya menemuinya di Polda Metro Jaya, tapi juga mendatangi rumahnya. Padahal ia sendiri juga tidak tahu siapa jenderal yang meneror Shinta.
“Bahkan ada istri jenderal yang rela datang tengah malam ke rumah saya, hanya untuk menanyakan apakah suaminya yang punya hubungan dengan artis itu,” cerita perwira Polda Metro Jaya yang enggan disebut namanya kepada majalah detik.
Keluarga para jenderal itu benar-benar galau. Mereka ada yang bicaranya terbata-bata, ada yang marah-marah bahkan ada yang menangis saat meminta sang perwira buka mulut perihal jenderal yang dimaksud Shinta.
"Saya tentu saja tidak bisa jawab, sebab saya memang tidak tahu siapa jenderal yang terlibat kasus asmara dengan Shinta Bachir," terang perwira itu.
Sedikit beda dengan sang perwira, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyatakan hingga kini tidak ada keluarga jenderal yang secara resmi mencari informasi soal skandal Shinta ke Polda Metro. "Oh nggak ada itu,” kata Rikwanto.
Selanjutnya Rikwanto tidak mau berkomentar soal skandal Shinta dengan mantan Kapolda Metro Jaya itu. Alasannya hingga kini artis seksi itu tidak pernah melapor ke polisi. “Nggak ada fakta hukum, jadi nggak perlu saya ngomonglah," tegas Rikwanto.
Shinta hingga kini memang masih bungkam soal nama sang jenderal. Ia juga tidak kunjung datang ke polisi meski awalnya menyatakan akan melapor.
Kepada media, ia hanya memberi petunjuk mantan Kapolda yang menerornya adalah pensiunan jenderal bintang tiga. Selain itu, sang jenderal disebut masih aktif di kenegaraan alias masih menjadi pejabat negara.
Tidak heran bila kemudian panah yang ditarik Shinta ini membuat keluarga jenderal bintang tiga deg-degan. Terlebih, pensiunan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Kapolda Metro Jaya bisa dihitung dengan jari. Mereka antara lain Komjen Pol Purn Sofjan Jacoeb, Komjen Pol Purn Nurfaizi, serta Komjen Pol Purn Makbul Padmanegara, Komjen Pol Sutarman dan Komjen Pol Wahyono.
Belakangan nama Makbul, santer dikaitkan setelah sebuah tabloid hiburan C&R edisi 25-31 Januari, menyebut nama mantan Wakil Kapolri itu punya hubungan dengan Shinta. Tabloid itu mengutip pernyataan Shinta bahwa jenderal yang mengancamnya adalah mantan Kapolda angkatan tahun 74. Makbul merupakan satu-satunya pensiunan jenderal bintang tiga lulusan tahun 1974.
Berita itu terang saja membuat Makbul gerah. Dia pun lantas mengirimkan somasi kepada Shinta berikut tabloid yang menyiarkan berita itu.
Kuasa hukum Makbul, Alfons Loemau mengatakan, tudingan itu tidak benar. Makbul minta agar pernyataan Shinta soal angkatan 74 ditarik dan dihapus.
“Informasi itu merupakan pencemaran nama baik, karena perbuatan itu dapat merugikan kepentingan Makbul Padmanegara," tegas Alfons.
Sementara itu Shinta Bachir dalam perbincangan dengan majalah detik di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, mengaku tidak mengenal Makbul. Bahkan ia mengaku tidak pernah menyebut angkatan 74 terkait latar belakang jenderal polisi yang mengancamnya.
"Sebaiknya tanya saja ke tabloid itu siapa yang mengatakan itu (angkatan 74), dan saya sama sekali tidak mengenal siapa Pak Makbul, jadi keluarga Pak Makbul tidak usah risau," ucap Shinta.
Selain nama Makbul, keluarga Sofjan Jacoeb juga ketar-ketir dengan isu skandal cinta Shinta Bachir. Menurut sumber majalah detik, keluarga Sofjan sempat mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka menanyakan kasus Shinta Bachir, apalagi di lingkungan Polda Metro, nama Sofjan juga ramai disebut sebagai orang yang punya hubungan dengan Shinta.
"Keluarga Pak Sofjan sempat ngamuk-ngamuk karena yang berkembang di internal polisi, jenderal yang dimaksud itu Pak Sofjan," terang sumber lain majalah detik di Polda Metro Jaya.
Pengacara Sofjan, Yulius Sesunan, membantah keluarga kliennya sempat mengamuk di Polda Metro Jaya. Sofjan meski termasuk bintang tiga, ditegaskan, tidak memiliki hubungan dengan Shinta. “Zamannya Pak Sofjan menjabat belum ada tuh yang namanya Shinta Bachir,” kata Yulius.
Lain halnya keluarga Komjen Pol Purn Nurfaizi. Menurut sumber, bukan hanya mereka marah-marah, tetapi juga mengamuk kepada Shinta, seakan tidak percaya Nurfaizi adalah jenderal yang dimaksud Shinta.
Tapi hingga kini Nurfaizi belum bisa dikonfirmasi. Dubes Indonesia untuk Mesir itu tidak memberikan jawaban saat ditelepon. SMS-pun tidak direspons.
“Entar saya sampaikan ke beliau, Bapak lagi rapat,” kata sekretaris pribadi Nurfaizi, Dani, saat dihubungi majalah detik lewat sambungan internasional.
Jadi siapa sebenarnya jenderal yang punya hubungan dengan Shinta? Masalah ini meresahkan dan menjadi penting sebab teror terhadap Shinta bukan hanya bisa dipidana, tetapi kabar itu bisa memalukan bagi sang jenderal maupun keluarganya.
Pengacara Henry Yosodiningrat yang dikenal punya hubungan erat dengan sejumlah jenderal polisi juga mengaku kesal dengan berita skandal cinta Shinta. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Shinta merupakan upaya cari sensasi belaka.
"Sangat tidak masuk akal jenderal bintang 3 itu adalah Makbul Padmanegara yang dikatakan yang dimaksudkan. Jadi di antara teman-teman kami dari zaman dulu, Makbul itu termasuk laki-laki "penakut", apalagi sudah tua kayak gini," terang Henry.
Henry juga kesal nama Nurfaizi muncul setelah ada bantahan Makbul. "Nah tuh kan setelah Nurfaizi siapa lagi? Ngapain ngutak-ngatik ini, nanti ujung-ujungnya dibantah lagi oleh Shinta," ujar Henry kesal.
Materi ini telah dimuat Dalam majalah Detik edisi 11 tanggal 13 Februari 2012
Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 12, 20 Februari 2012) mengupas tuntas tema 'Cabul di Istana Habib', juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Siapa Dalangi Dusta Angie' , rubrik kriminal berita komik "Geng Cewek Bali", ekonomi bisnis 'Menghadang Banjir Buah Impor', rubrik seni dan hiburan Whitney Houston 'Akhir Tragsi sang Diva dan masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!
(iy/nrl)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
