Senin, 20/02/2012 03:08 WIB

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

Taufik Wijaya - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Suksesi Gubernur Sumatera Selatan masih setahun lagi, tapi sejumlah tokoh sudah disebut-sebut akan maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan periode 2013-2018. Menariknya, sebagian calon merupakan kepala daerah yang masih aktif memimpin kabupaten dan kota di Sumatera Selatan saat ini. Inilah profil singkat tokoh-tokoh yang ramai diperbincangkan sebagai Gubernur Sumatera Selatan selanjutnya.

1. Eddy Santana Putra

Eddy Santana Putra adalah Walikota Palembang. Saat ini, Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut memasuki periode kedua era kepemimpinannya.

Lahir di Pangkalpinang, 20 Januari 1957, Eddy Santana kali pertama menjadi Walikota Palembang melalui mekanisme pemilihan DPRD Palembang pada tahun 2003. Kemudian ia terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan langsung pada tahun 2008.

Salah satu keberhasilan pria yang Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan ini selama memimpin Palembang adalah menertibkan kawasan kumuh di sekitar Jembatan Ampera. Ia mengubah kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang bersih. Bahkan, kini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menghabiskan waktu menikmati Sungai Musi.

Keberhasilan lain alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini adalah mampu menyediakan hampir 90 persen kebutuhan warga Palembang atas kebutuhan air bersih. Eddy juga merupakan tokoh atau sosok di balik reklamasi kawasan Jakabaring Palembang pada saat Sumatera Selatan dipimpin Ramli Hasan Basri. Saat itu dia masih tercatat sebagai pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan.

2. Ishak MekkiNext

Halaman 1 2 3 4
(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%