Cara Dakwah FPI Dinilai Keliru
Sabtu, 18/02/2012 10:23 WIB
Jakarta
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay, mengkritik cara berdakwah Front Pembela Islam (FPI). Ia menilai FPI berdakwah tidak dengan cara yang baik.
"FPI mau berdakwah tapi tidak dengan cara yang baik. Coba kalau anak kecil melihat FPI dengan busana Islami tapi menganggu ketentraman umum dengan tindakan kekerasan," kata Saleh dalam diskusi Polemik bertajuk "RUU Ormas" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).
Saleh mengatakan FPI melakukan banyak hal semaunya, termasuk menindak orang yang dianggap mengganggunya.
"Sepertinya, FPI itu lebih tinggi dari aparat penegak hukum bahkan lebih dari Presiden. FPI tidak ada diganggu orang tapi FPI ganggu orang. Ini yang harus diluruskan, FPI sepertinya punya surga sendiri," kata Saleh.
Dalam kesempatan yang sama, Staf hukum bidang dakwah FPI Hasbi Ibrohim mengatakan FPI telah berkoordinasi dengan kepolisian saat menggelar aksi.
Menurut dia, FPI bertindak lantaran kepolisian tidak merespon cepat persoalan di masyarakat.
"FPI sudah berkoordinasi dengan polisi kalau ada warung minuman keras atau ada esek-eseknya. Tapi tidak ditindak ya FPI bertindak. Polisi yang semestinya di depan tapi karena tidak gerak ya kami yang gerak," kata Ibrohim.
Tenaga ahli Kemendagri RUU Ormas, Tri Pranadja meminta agar FPI tidak bertindak sembarangan.
"Tidak boleh orang menyelesaikan masalah tapi dengan menimbulkan masalah. Tidak boleh masalah diselesaikan dengan membawa parang, dengan kekerasan, dan sebagainya," imbau Tri Pranadji.
(van/aan)
"FPI mau berdakwah tapi tidak dengan cara yang baik. Coba kalau anak kecil melihat FPI dengan busana Islami tapi menganggu ketentraman umum dengan tindakan kekerasan," kata Saleh dalam diskusi Polemik bertajuk "RUU Ormas" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).
Saleh mengatakan FPI melakukan banyak hal semaunya, termasuk menindak orang yang dianggap mengganggunya.
"Sepertinya, FPI itu lebih tinggi dari aparat penegak hukum bahkan lebih dari Presiden. FPI tidak ada diganggu orang tapi FPI ganggu orang. Ini yang harus diluruskan, FPI sepertinya punya surga sendiri," kata Saleh.
Dalam kesempatan yang sama, Staf hukum bidang dakwah FPI Hasbi Ibrohim mengatakan FPI telah berkoordinasi dengan kepolisian saat menggelar aksi.
Menurut dia, FPI bertindak lantaran kepolisian tidak merespon cepat persoalan di masyarakat.
"FPI sudah berkoordinasi dengan polisi kalau ada warung minuman keras atau ada esek-eseknya. Tapi tidak ditindak ya FPI bertindak. Polisi yang semestinya di depan tapi karena tidak gerak ya kami yang gerak," kata Ibrohim.
Tenaga ahli Kemendagri RUU Ormas, Tri Pranadja meminta agar FPI tidak bertindak sembarangan.
"Tidak boleh orang menyelesaikan masalah tapi dengan menimbulkan masalah. Tidak boleh masalah diselesaikan dengan membawa parang, dengan kekerasan, dan sebagainya," imbau Tri Pranadji.
(van/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:42 WIB
Nasir Djamil Usul Lady Gaga Tampil dengan Busana Daerah
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Promotor Lady Gaga Datangi Ruangan Kapolda Metro Jaya
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
