detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 17/02/2012 16:44 WIB

FPI Pesan 10 Nopol Cantik untuk Mobil Dinas Petingginya

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) tengah memesan 20 pasang nomor polisi cantik untuk kendaraan 'dinas' para pejabat terasnya. Ini dimaksudkan agar kendaraan dinas para petinggi ormas yang sedang didesak untuk dibubarkan akibat aksi anarkis anggotanya, mudah dikenali.

"Rencana mau bikin 10, khusus untuk pengurus-pengurusnya saja," kata Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Alatas, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Pria yang biasa disapa Habib Selon ini mengaku, saat ini baru mengurus dua pasang nopol cantik. Setiap kendaraan dinas pengurus FPI nantinya akan memiliki pelat nomor B xxx FPI.

"Saat ini baru dua orang (yang mobilnya bernopol cantik -red), saya dan Habib Riziq," ujar Selon.

Untuk mobil Habib Riziq, akan dipasang pelat nomor B 1 FPI. Sementara untuk kendaraan 'dinas' Selon sebagai orang nomor dua di FPI, akan dipasangi pelat nomor B 2 FPI.

"Ini mobil dinas buat dakwah. B 1 FPI buat Habib Riziq, B 2 FPI buat saya," imbuhnya.

Pria yang juga memiliki butik baju muslim ini mengatakan, saat ini pihaknya masih mengurus pemesanan pelat nomor khusus untuk pengurus FPI tersebut. "Baru diajukan seminggu lalu. Mudah-mudahan diterima," lanjutnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%