Jumat, 17/02/2012 16:44 WIB

FPI Pesan 10 Nopol Cantik untuk Mobil Dinas Petingginya

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) tengah memesan 20 pasang nomor polisi cantik untuk kendaraan 'dinas' para pejabat terasnya. Ini dimaksudkan agar kendaraan dinas para petinggi ormas yang sedang didesak untuk dibubarkan akibat aksi anarkis anggotanya, mudah dikenali.

"Rencana mau bikin 10, khusus untuk pengurus-pengurusnya saja," kata Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Alatas, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Pria yang biasa disapa Habib Selon ini mengaku, saat ini baru mengurus dua pasang nopol cantik. Setiap kendaraan dinas pengurus FPI nantinya akan memiliki pelat nomor B xxx FPI.

"Saat ini baru dua orang (yang mobilnya bernopol cantik -red), saya dan Habib Riziq," ujar Selon.

Untuk mobil Habib Riziq, akan dipasang pelat nomor B 1 FPI. Sementara untuk kendaraan 'dinas' Selon sebagai orang nomor dua di FPI, akan dipasangi pelat nomor B 2 FPI.

"Ini mobil dinas buat dakwah. B 1 FPI buat Habib Riziq, B 2 FPI buat saya," imbuhnya.

Pria yang juga memiliki butik baju muslim ini mengatakan, saat ini pihaknya masih mengurus pemesanan pelat nomor khusus untuk pengurus FPI tersebut. "Baru diajukan seminggu lalu. Mudah-mudahan diterima," lanjutnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%