Gaji Polisi Rendah, Kok Bisa Punya Rumah Mewah & Harley?
Kamis, 16/02/2012 16:52 WIB
Jakarta
Dalam PP No 16 Tahun 2012, gaji tertinggi anggota TNI dan Polri hanya berkisar Rp 4.717.500. Ditambah berbagai tunjangan pun, para pengamat kepolisian memprediksi gaji yang diterima para petinggi polisi sekitar Rp 15 juta/bulan. Mungkinkah mereka memiliki motor besar dan rumah mewah?
Dalam keputusan yang diteken Presiden pada 6 Februari 2012, para perwira polisi mendapat kenaikan gaji. Bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun gaji pokoknya adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sementara anggota Polri dengan pangkat jenderal dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000).
Gaji pokok tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional.
Pada penjelasan PP itu disebutkan kenaikan gaji dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.
Nah, kondisi ini dinilai bertentangan dengan kenyataan yang ada. Beberapa polisi terlihat ada yang hidup mewah, bahkan cenderung glamor.
"Polisi banyak yang mengeluhkan gajinya kecil, tapi justru kita lihat kekayaan polisi luar biasa. Banyak jenderal yang tinggal di rumah mewah, punya motor gede, bahkan punya asosiasi motor gede, kok bisa?" kata pengamat kepolisian dari Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/2/2012).
Karena itu, Neta menilai kenaikan gaji polisi tidak akan berpengaruh banyak pada integritas mereka. Pungutan liar dan perilaku korup bakal tetap ada selama fungsi pengawasan belum berjalan maksimal.
"Gaji itu harus dibarengi dengan sistem kontrol yang tepat, ada reward and punishment yang jelas, selama ini sistem kontrol yang tidak jalan. Polisi-polisi yang melakukan kesalahan korupsi, pungli, tidak pernah ada upaya untuk memperosesnya," papar Neta.
Mantan anggota Polri yang kini menjadi pengamat, Widodo Umar, juga memberi pendapat senada. Menurut dia, gaji (take home pay) polisi di tingkat tertinggi berkisar di angka Rp 15 juta, sementara untuk golongan pangkat rendah berada di angka Rp 3 juta.
Meski gaji sudah naik, Bambang tidak memungkiri masih ada motif-motif lain yang melatarbelakangi perilaku koruptif di lingkungan polisi. Misalnya, pola hidup konsumerisme di perkotaan.
"Kekuasaan polisi sangat besar, perkara berbenturan di masyarakat terus meningkat, orang yang sedang berperkara, selalu ingin meringankan hukumannya. Kalau tidak ditindak secara tegas, akan terus berlangsung," ujarnya.
(mad/ndr)
Dalam keputusan yang diteken Presiden pada 6 Februari 2012, para perwira polisi mendapat kenaikan gaji. Bhayangkara Polri dengan masa kerja 0 tahun gaji pokoknya adalah Rp 1.325.000 (sebelumnya Rp 1.230.000), sementara anggota Polri dengan pangkat jenderal dengan masa kerja 32 tahun memperoleh gaji pokok Rp 4.717.500 (sebelumnya Rp 4.072.000).
Gaji pokok tersebut di luar tunjangan keluarga yang besarnya untuk istri/suami 10% dari gaji pokok dan anak 2% dari gaji pokok, tunjangan pangan sebesar nilai beras per 10 kg/orang, tunjangan jabatan untuk pejabat struktural maupun fungsional, tunjangan umum untuk yang tidak memegang jabatan struktural maupun fungsional.
Pada penjelasan PP itu disebutkan kenaikan gaji dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan PNS, anggota TNI dan Polri.
Nah, kondisi ini dinilai bertentangan dengan kenyataan yang ada. Beberapa polisi terlihat ada yang hidup mewah, bahkan cenderung glamor.
"Polisi banyak yang mengeluhkan gajinya kecil, tapi justru kita lihat kekayaan polisi luar biasa. Banyak jenderal yang tinggal di rumah mewah, punya motor gede, bahkan punya asosiasi motor gede, kok bisa?" kata pengamat kepolisian dari Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (16/2/2012).
Karena itu, Neta menilai kenaikan gaji polisi tidak akan berpengaruh banyak pada integritas mereka. Pungutan liar dan perilaku korup bakal tetap ada selama fungsi pengawasan belum berjalan maksimal.
"Gaji itu harus dibarengi dengan sistem kontrol yang tepat, ada reward and punishment yang jelas, selama ini sistem kontrol yang tidak jalan. Polisi-polisi yang melakukan kesalahan korupsi, pungli, tidak pernah ada upaya untuk memperosesnya," papar Neta.
Mantan anggota Polri yang kini menjadi pengamat, Widodo Umar, juga memberi pendapat senada. Menurut dia, gaji (take home pay) polisi di tingkat tertinggi berkisar di angka Rp 15 juta, sementara untuk golongan pangkat rendah berada di angka Rp 3 juta.
Meski gaji sudah naik, Bambang tidak memungkiri masih ada motif-motif lain yang melatarbelakangi perilaku koruptif di lingkungan polisi. Misalnya, pola hidup konsumerisme di perkotaan.
"Kekuasaan polisi sangat besar, perkara berbenturan di masyarakat terus meningkat, orang yang sedang berperkara, selalu ingin meringankan hukumannya. Kalau tidak ditindak secara tegas, akan terus berlangsung," ujarnya.
(mad/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Raut Muka Datar Keluarga Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Happened
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
