Jangan Sampai Soeharto Diberi Gelar Pahlawan!
Kamis, 16/02/2012 16:37 WIB
Foto: Indra Salihin
Jakarta
Korban Mei 1998 menjerit. Mereka khawatir mantan presiden Soeharto memperoleh gelar pahlawan menyusul uji materi mengenai syarat pemberian gelar pahlawan ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka akan berjuang jangan sampai Soeharto menjadi pahlawan.
"Sungguh sangat ironis, sangat memalukan ketika orang-orang, pahlawan di Indonsia adalah orang yang tercela. Siapa pun orang yang tercela ini sepertinya tidak layak untuk diberikan gelar pahlawan, begitu pula Pak Harto," jelas warga korban 1998, Sumarsih, saat jumpa pers di Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Sumarsih kehilangan buah hatinya, Wawan, dalam tragedi 1998 ini. Dia menilai bila Soeharto menjadi pahlawan, akan terjadi ketidakadilan bagi mereka yang pernah dilanggar haknya di era Orde Baru.
"Kita harus ingat, salah satu agenda yang pertama, agenda reformasi yaitu mengadili Pak Harto. Apabila Pak Harto diberi gelar pahlawan, kami dari keluarga korban tidak akan tinggal diam," jelas Sumarsih yang mengenakan kemeja batik coklat ini.
Senada dengan Sumarsih, seorang ibu yang juga aktif di Forum Keluarga Aktivis 1998, Maria Sanu, juga menyampaikan penolakannya soal kemungkinan Soeharto mendapat gelar pahlawan.
"Memang tidak layak kalau Pak Harto itu diberikan gelar pahlawan, karena mereka tidak memikirkan nasib keluarga korban, terutama kasus-kasus pelanggaran HAM. Mereka sangat melupakan, seharusnya tidak seperti itu, keluarga korban harus diperhatikan," jelasnya.
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian pasal 1 angka 4 UU No 20/2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Putusan itu dikhawatirkan oleh aktivis dan LSM bahwa mantan Presiden Soeharto bisa lolos seleksi mendapatkan gelar pahlawan.
MK beralasan bahwa UU tidak bertentangan dengan UUD 1945. Sebab UU tersebut tidak memberikan definisi khusus mengenai pahlawah maupun kepahlawanan. Sehingga secara sistematis definisi tersebut harus ditemukan dalam keseluruhan bagian UU yang dimaksud.
(ndr/nrl)
"Sungguh sangat ironis, sangat memalukan ketika orang-orang, pahlawan di Indonsia adalah orang yang tercela. Siapa pun orang yang tercela ini sepertinya tidak layak untuk diberikan gelar pahlawan, begitu pula Pak Harto," jelas warga korban 1998, Sumarsih, saat jumpa pers di Kontras, Jl Borobudur, Jakarta, Kamis (16/2/2012).
Sumarsih kehilangan buah hatinya, Wawan, dalam tragedi 1998 ini. Dia menilai bila Soeharto menjadi pahlawan, akan terjadi ketidakadilan bagi mereka yang pernah dilanggar haknya di era Orde Baru.
"Kita harus ingat, salah satu agenda yang pertama, agenda reformasi yaitu mengadili Pak Harto. Apabila Pak Harto diberi gelar pahlawan, kami dari keluarga korban tidak akan tinggal diam," jelas Sumarsih yang mengenakan kemeja batik coklat ini.
Senada dengan Sumarsih, seorang ibu yang juga aktif di Forum Keluarga Aktivis 1998, Maria Sanu, juga menyampaikan penolakannya soal kemungkinan Soeharto mendapat gelar pahlawan.
"Memang tidak layak kalau Pak Harto itu diberikan gelar pahlawan, karena mereka tidak memikirkan nasib keluarga korban, terutama kasus-kasus pelanggaran HAM. Mereka sangat melupakan, seharusnya tidak seperti itu, keluarga korban harus diperhatikan," jelasnya.
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian pasal 1 angka 4 UU No 20/2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. Putusan itu dikhawatirkan oleh aktivis dan LSM bahwa mantan Presiden Soeharto bisa lolos seleksi mendapatkan gelar pahlawan.
MK beralasan bahwa UU tidak bertentangan dengan UUD 1945. Sebab UU tersebut tidak memberikan definisi khusus mengenai pahlawah maupun kepahlawanan. Sehingga secara sistematis definisi tersebut harus ditemukan dalam keseluruhan bagian UU yang dimaksud.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Raut Muka Datar Keluarga Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
