Lagi, Dirut Mandiri Sekuritas Dipanggil KPK
Kamis, 16/02/2012 09:31 WIB
Jakarta
Direktur Utama Mandiri Sekuritas Harry Supoyo akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi. Harry dimintai keterangan sebagai saksi M Nazaruddin dalam kasus dugaan pencucian uang pembelian saham PT Garuda Indonesia.
"Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang pembelian saham PT Garuda," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha ketika dihubungi, Kamis (16/2/2012).
Hingga pukul 08.45 WIB, Harry diketahui belum hadir di kantor KPK. Selain Harry, terkait kasus yang sama, PT Garuda Indonesia hari ini memanggil seorang swasta Imelda Tarigan.
Pada Senin 13 Februari 2012, Harry dipanggil oleh KPK dan memenuhi panggilan itu. Harry membantah turut terlibat dalam pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin. Dirut Mandiri Sekuritas Harry Maryanto Supoyo mengaku tidak tahu uang yang digunakan Nazaruddin itu merupakan uang dari tindak pidana korupsi.
Mandiri Sekuritas diketahui merupakan penjamin emisi pada saat PT Garuda Indonesia melakukan pelepasan saham perdana pada Februari tahun lalu. Selain Mandiri Sekuritas juga terdapat dua underwritter lain yakni Danareksa Securities dan Bahana Securitas.
Nazaruddin yang diwakili oleh lima perusahannya diduga melakukan transaksi melalui Mandiri Sekuritas. Bahkan kemarin seusai sidang, mantan Bendahara Umum Demokrat ini menyebut motif pembelian saham yang dilakukannya karena Harry Supoyo mengajukan pinjaman dana kepadanya. Namun hal itu langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Mandiri Sekuritas.
"Selama ini Mandiri Sekuritas hanya meminjam uang dari perbankan," jelas Executive Vice President Corporate Communication Mandiri Sekuritas, Febriati Nadira saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).
Perempuan yang akrab disapa Ira ini menjelaskan, nama Nazaruddin tidak pernah ada dalam daftar nasabah Mandiri Sekuritas. Tapi Mandiri juga tidak bisa memaparkan nama nasabah yang membeli saham Garuda itu.
(fjp/aan)
"Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang pembelian saham PT Garuda," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha ketika dihubungi, Kamis (16/2/2012).
Hingga pukul 08.45 WIB, Harry diketahui belum hadir di kantor KPK. Selain Harry, terkait kasus yang sama, PT Garuda Indonesia hari ini memanggil seorang swasta Imelda Tarigan.
Pada Senin 13 Februari 2012, Harry dipanggil oleh KPK dan memenuhi panggilan itu. Harry membantah turut terlibat dalam pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin. Dirut Mandiri Sekuritas Harry Maryanto Supoyo mengaku tidak tahu uang yang digunakan Nazaruddin itu merupakan uang dari tindak pidana korupsi.
Mandiri Sekuritas diketahui merupakan penjamin emisi pada saat PT Garuda Indonesia melakukan pelepasan saham perdana pada Februari tahun lalu. Selain Mandiri Sekuritas juga terdapat dua underwritter lain yakni Danareksa Securities dan Bahana Securitas.
Nazaruddin yang diwakili oleh lima perusahannya diduga melakukan transaksi melalui Mandiri Sekuritas. Bahkan kemarin seusai sidang, mantan Bendahara Umum Demokrat ini menyebut motif pembelian saham yang dilakukannya karena Harry Supoyo mengajukan pinjaman dana kepadanya. Namun hal itu langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Mandiri Sekuritas.
"Selama ini Mandiri Sekuritas hanya meminjam uang dari perbankan," jelas Executive Vice President Corporate Communication Mandiri Sekuritas, Febriati Nadira saat dihubungi detikcom, Rabu (15/2/2012).
Perempuan yang akrab disapa Ira ini menjelaskan, nama Nazaruddin tidak pernah ada dalam daftar nasabah Mandiri Sekuritas. Tapi Mandiri juga tidak bisa memaparkan nama nasabah yang membeli saham Garuda itu.
(fjp/aan)
Baca Juga
- Angie & Belajar Dari Saksi Palsu MK yang Dipenjara
- Bilang 'Tidak Tahu', Angie Takut Kehilangan Pekerjaan & Keluarga
- Sikap 'Tidak Tahu' Angie Adalah Pertahanan Diri Seorang Tersangka
- Nazaruddin Minta Maaf ke Pejabat Ditjen Pas yang Dicopot Menkum HAM
- Nazaruddin Minta TPF Demokrat Dihadirkan di Persidangan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Raut Muka Datar Keluarga Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
