detikcom
Kamis, 16/02/2012 09:10 WIB

Laporan dari Thailand

Buah Tangan Doi Tung, Karya Lokal Menembus Dunia

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 4
Foto: Andri Haryanto/detikcom
Bangkok - Mengunjungi Doi Tung, Anda akan dibuat terperangah dengan kondisi sekarang. Jauh berbeda dengan situasi ketika Papaver Somniperum menjadi cantelan hidup masyarakat di wilayah yang berada di utara Kota Chiang Rai. Kita akan sedikit berkeliling Doi Tung menikmati keramahan penduduk di sana dan produk yang hampir seluruhnya dibuat tanpa bantuan gerigi mesin atau handmade.

Doi Tung merupakan dataran tinggi yang terletak di Provinsi Chiang Rai, Thailand. Memasuki wilayah yang berbatasan dengan Burma ini, anda akan disambut udara sejuk dan hijaunya pepohonan yang ada di kiri-kanan jalan. Udara terasa makin sejuk karena minim dilalui kendaraan. Untuk menempuh Doi Tung anda akan menmpuh lama perjalanan sekitar 2 jam perjalanan darat bila menempuh dari Chiang Rai.

Sekilas mengenai Doi Tung, kawasan yang berada di 1.100 di atas permukaan laut ini dahulu kala dikenal sebagai kawasan pemasok opium terbesar. Sekitar 75 persen pasokan opium dunia berasal Doi Tung atau Bukit Bendera. Batas wilayah Burma dan laos menjadikan wilayah ini masuk pada segitiga emas pemasok bunga cantik nan mematikan, atau dikenal dengan sebutan Poppy.

1988, Pemandangan itu berubah drastis. Her Royal Highness Sondej Phra Sirnagarindra Boromarajajonani, biasa disebut the Princess Mother, menyulap wilayah tersebut menjadi perkebunan kopi dan makademia yang selanjutnya menjadi komoditas bagi mata pencarian penduduk yang semula menggantungkan hidupnya dari berladang poppy.

24 Tahun berkembang, Doi Tung tidak hanya memiliki ladang kopi dan makademia yang terkenal nikmat di seantero Thailad. Perlahan proyek pembangunan (development project) yang dimotori oleh Mae Fah Luang Foundation (MFLF) mengembangkan beragam potensi kerajinan untuk masyarakat sekitar.

Sebut saja tenunan yang dibuat handmade oleh ratusan pengrajin perempuan yang tak lain merupakan warga sekitar. Memasuki ruang penenunan, kita akan disambut derap alat penenun yang terbuat dari kayu, suara putaran pelk bekas sepeda yang dijadikan alat pemintal benang, serta wara wiri pekerja yang sibuk mengemas barang yang telah siap disimpan untuk outlet-outlet.

Beragam benang warna-warni diuntai untuk menghasilkan scarf pashmina atau syal dengan desain yang tidak norak. Pola desain fashion nan cantik semuanya dikerjakan dengan tangan para penduduk secara ulet dan terampil.Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close