Samad & Zulkarnaen Kompak di Century, 'Terbentur' di Penyelidik KPK
Rabu, 15/02/2012 10:40 WIB
Jakarta
Ketua KPK Abraham Samad berkali-kali menyebut nama koleganya Zulkarnaen dalam penanganan kasus Century. Bukan tanpa alasan, Samad menyebut Zulkarnaen karena keduanya kompak dalam penerapan pasal pidana untuk Century. Tersangka sudah siap dibidik.
"Kalau Pak Zul (Zulkarnaen), kemarin dia dalam ekspos mengemukakan kasus terang benderang tapi penyelidik katakan masih prematur," kata Samad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Dalam ekspos Century di KPK, Samad menyebut dia bersama Zulkarnaen sudah siap untuk menaikan kasus Century ke penyidikan. Pasal pelanggaran pidana sudah ada, namun sayangnya penyidik masih belum berani maju.
"Pak Zul sudah mulai sebutkan pasal, sudah pada tahap kesimpulan mengurai pasal. Pak Zul sudah mulai pasal sehingga terjadi perdebatan, dan karena itu BW (Bambang Widjojanto) ambil jalan tengah dan kita akan memanggil pakar-pakar untuk lakukan pendalaman," terangnya.
Dengan yakin Samad menyebut, bersama Zulkarnaen sudah mengambil keputusan berani soal kasus Century. Kasus ini pun sudah siap menyeret siapa saja yang terlibat.
"Belum ada keputusan kalau di KPK. Kalau Pak Zul sudah keputusan, sudah sangat maju sudah rekonstruksikan pasal, tapi penyelidik merasa perlu pendalaman. Saya secara pribadi sepakat dengan Pak Zul," jelasnya.
Jalan tengah yang ditawarkan BW pun jadi solusi memecah kebuntuan kasus Century. Baik Samad, Zulkarnaen dan penyelidik KPK di kasus Century tentu harus ada kesepahaman.
"Ada pakar pidana, perdata, TUN, dan keuangan perbankan. Tapi yang independen dan berkualitas dan pakar kita minta pendapat sekaligus tidak mengikat kita mengikuti pendapatnya," jelasnya.
Samad memastikan, apapun hasil pendapat ahli, kasus Century tidak akan dipetieskan. Bersama Zulkarnaen, Samad sudah menemukan dugaan pelanggaran pasal pidana. Kasus ini pun tinggal menetapkan tersangka.
"Kesulitan penyelidik KPK sudah dua tahun ya. Masalah persepsi hukum melihat konteks kasus Century itu yang agak berbeda-beda. Artinya masing-masing pakar hukum dan masyarakat juga persepsinya beda-beda. Semua didalamilah," jelasnya.
(ndr/gah)
"Kalau Pak Zul (Zulkarnaen), kemarin dia dalam ekspos mengemukakan kasus terang benderang tapi penyelidik katakan masih prematur," kata Samad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Dalam ekspos Century di KPK, Samad menyebut dia bersama Zulkarnaen sudah siap untuk menaikan kasus Century ke penyidikan. Pasal pelanggaran pidana sudah ada, namun sayangnya penyidik masih belum berani maju.
"Pak Zul sudah mulai sebutkan pasal, sudah pada tahap kesimpulan mengurai pasal. Pak Zul sudah mulai pasal sehingga terjadi perdebatan, dan karena itu BW (Bambang Widjojanto) ambil jalan tengah dan kita akan memanggil pakar-pakar untuk lakukan pendalaman," terangnya.
Dengan yakin Samad menyebut, bersama Zulkarnaen sudah mengambil keputusan berani soal kasus Century. Kasus ini pun sudah siap menyeret siapa saja yang terlibat.
"Belum ada keputusan kalau di KPK. Kalau Pak Zul sudah keputusan, sudah sangat maju sudah rekonstruksikan pasal, tapi penyelidik merasa perlu pendalaman. Saya secara pribadi sepakat dengan Pak Zul," jelasnya.
Jalan tengah yang ditawarkan BW pun jadi solusi memecah kebuntuan kasus Century. Baik Samad, Zulkarnaen dan penyelidik KPK di kasus Century tentu harus ada kesepahaman.
"Ada pakar pidana, perdata, TUN, dan keuangan perbankan. Tapi yang independen dan berkualitas dan pakar kita minta pendapat sekaligus tidak mengikat kita mengikuti pendapatnya," jelasnya.
Samad memastikan, apapun hasil pendapat ahli, kasus Century tidak akan dipetieskan. Bersama Zulkarnaen, Samad sudah menemukan dugaan pelanggaran pasal pidana. Kasus ini pun tinggal menetapkan tersangka.
"Kesulitan penyelidik KPK sudah dua tahun ya. Masalah persepsi hukum melihat konteks kasus Century itu yang agak berbeda-beda. Artinya masing-masing pakar hukum dan masyarakat juga persepsinya beda-beda. Semua didalamilah," jelasnya.
(ndr/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:30 WIB
Wanita Penerima Paket Ganja dari Belanda Dibekuk
-
Selasa, 22/05/2012 11:29 WIB
Kapolri Apresiasi Tim Identifikasi Korban Sukhoi yang Kerja Lembur
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Kasus Hambalang, KPK Cekal Direktur Dutasari Citralaras Mahfud Suroso
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:22 WIB
Buron KPK Anggoro Diduga Kuat Berada di China
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Priyo: Polri Harus Bertindak Tegas Terhadap Kelompok Pengancam
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
670 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
