Ditanya Pembubaran FPI, Megawati: Tanyakan pada Pemerintah
Selasa, 14/02/2012 19:35 WIB
Jakarta
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyerahkan wacana pembubaran ormas anarkis pada pemerintah. Mega juga mengimbau suatu ormas bila hendak masuk ke suatu daerah, harusnya bersopan santun dan mengerti tata krama daerah yang hendak dimasuki.
"Itu bukan masalah saya, tanyakan pada pemerintah yang seharusnya melakukan tindakan. Kalau saya harus komentar sebagai Ketum PDIP, saya balikkan kepada Pemerintah RI. Yang paling penting aturan secara hukum di Indonesia," kata Megawati usai acara Pengarahan Korupsi terhadap kader PDIP, di Ruang Fraksi PDIP, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2012).
Menurut Mega, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Dan tidak boleh ada perbedaan dalam penegakan hukum
"Setiap warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum dan punya kewajiban yang sama. Jadi kalau ada hal yang berkaitan tindakan hukum, saya kira semua tidak akan setuju dengan adanya hal yang berlawanan hukum," ucapnya.
Megawati menceritakan pengalamannya, jika ia bersama partainya akan masuk ke suatu daerah, partainya harus punya etika dan sopan santun. Hal itu diperlukan untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan
"Kasus FPI sama seperti waktu saya mendirikan partai. Ketika saya akan masuk ke suatu daerah pasti akan menanyakan terlebih dahulu tata krama dalam daerah tersebut," tandas Mega.
(did/nwk)
"Itu bukan masalah saya, tanyakan pada pemerintah yang seharusnya melakukan tindakan. Kalau saya harus komentar sebagai Ketum PDIP, saya balikkan kepada Pemerintah RI. Yang paling penting aturan secara hukum di Indonesia," kata Megawati usai acara Pengarahan Korupsi terhadap kader PDIP, di Ruang Fraksi PDIP, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2012).
Menurut Mega, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Dan tidak boleh ada perbedaan dalam penegakan hukum
"Setiap warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum dan punya kewajiban yang sama. Jadi kalau ada hal yang berkaitan tindakan hukum, saya kira semua tidak akan setuju dengan adanya hal yang berlawanan hukum," ucapnya.
Megawati menceritakan pengalamannya, jika ia bersama partainya akan masuk ke suatu daerah, partainya harus punya etika dan sopan santun. Hal itu diperlukan untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan
"Kasus FPI sama seperti waktu saya mendirikan partai. Ketika saya akan masuk ke suatu daerah pasti akan menanyakan terlebih dahulu tata krama dalam daerah tersebut," tandas Mega.
(did/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:22 WIB
Buron KPK Anggoro Diduga Kuat Berada di China
-
Selasa, 22/05/2012 11:21 WIB
Diusung Partainya Jadi Capres, Wiranto Masih Pikir-pikir
-
Selasa, 22/05/2012 11:12 WIB
Dahlan Iskan Bingung dengan Isu Dirinya Mundur dari Menteri BUMN
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 09:41 WIB
BK DPR Dengarkan Penjelasan Ahli Soal Video Porno Mirip Anggota DPR
-
670 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
