KPK Buka Peluang Usut BUMN Lain Tempat Nazar Mencuci Uang
Selasa, 14/02/2012 19:07 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan M Nazaruddin sebagai tersangka pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia. KPK pun membuka peluang untuk mengusut BUMN lain yang menjadi tempat pencucian uang Nazaruddin.
"Kita berangkatnya dari sini dulu. Lihat pengembangannya nanti ada ke arah lain atau tidak," tutur Jubir KPK Johan Budi SP kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2012).
Johan mengatakan, KPK tengah menelusuri pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda. Menurutnya, KPK terus fokus dalam mengusut kasus yang merupakan pengembangan dari kasus suap wisma atlet ini.
"KPK meneluri TPPU yang bisa kita gunakan di kasus yag lain. Mungkin saja bisa berkembang," papar Johan.
Kabarnya, selain PT Garuda Indonesia, Nazaruddin juga mengalirkan duit Permai Group ke BUMN lain dalam bentuk pembelian saham. Dalam pembelian itu, mantan Bendahara Umum Demokrat ini dikabarkan menggunakan perusahaan penjamin emisi yang sama dengan pada saat dia membeli saham Garuda, yakni Mandiri Securitas.
Pihak Mandiri Securitas sebelumnya telah membantah turut terlibat dalam pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin. Dirut Mandiri Securitas Harry Maryanto Supoyo mengaku tidak tahu uang yang digunakan Nazaruddin itu merupakan uang dari tindak pidana korupsi.
"Ya kan kita tidak tahu. Kita perlakukan siapa pun yang beli saham secara sama," tutur Harry usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Senin (13/2) lalu.
(fjr/lia)
"Kita berangkatnya dari sini dulu. Lihat pengembangannya nanti ada ke arah lain atau tidak," tutur Jubir KPK Johan Budi SP kepada wartawan di kantornya, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2012).
Johan mengatakan, KPK tengah menelusuri pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda. Menurutnya, KPK terus fokus dalam mengusut kasus yang merupakan pengembangan dari kasus suap wisma atlet ini.
"KPK meneluri TPPU yang bisa kita gunakan di kasus yag lain. Mungkin saja bisa berkembang," papar Johan.
Kabarnya, selain PT Garuda Indonesia, Nazaruddin juga mengalirkan duit Permai Group ke BUMN lain dalam bentuk pembelian saham. Dalam pembelian itu, mantan Bendahara Umum Demokrat ini dikabarkan menggunakan perusahaan penjamin emisi yang sama dengan pada saat dia membeli saham Garuda, yakni Mandiri Securitas.
Pihak Mandiri Securitas sebelumnya telah membantah turut terlibat dalam pencucian uang yang dilakukan Nazaruddin. Dirut Mandiri Securitas Harry Maryanto Supoyo mengaku tidak tahu uang yang digunakan Nazaruddin itu merupakan uang dari tindak pidana korupsi.
"Ya kan kita tidak tahu. Kita perlakukan siapa pun yang beli saham secara sama," tutur Harry usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Senin (13/2) lalu.
(fjr/lia)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:51 WIB
Puisi 'Pohon Keadilan Rosidi', Solidaritas dari Nelayan Semarang
-
Kamis, 24/05/2012 05:36 WIB
Ditabrak Dump Truck, Pedagang Asongan di Jakut Tewas
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
220 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
