Selasa, 14/02/2012 08:11 WIB

Sidang Putusan Yusuf Supendi Vs Elite PKS Digelar Hari Ini

Suci Dian Firani - detikNews
Jakarta - Sidang gugatan perdata Yusuf Supendi terhadap 10 elite PKS memasuki babak akhir. Hari ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang putusan terhadap kasus tersebut.

"Iya hari ini putusannya," ujar Yusuf Supendi, kepada detikcom, Selasa (14/2/2012).

Rencananya sidang akan dimulai pada pukul 10.30 WIB. Namun, Yusuf mengaku tidak mempunyai persiapan khusus dalam menghadapi putusan pengadilan.

"Persiapan khususnya hanya berdoa dan tawakal," terang mantan pendiri Partai Keadilan ini.

Yusuf menjelaskan putusan sidang seharusnya digelar pada 7 Februari 2012 lalu. Namun, ia meyakini akan memenangkan gugatan terhadap para petinggi PKS tersebut.

"Dengan penundaan sidang membuat bertanya apakah ada intervensi? Tapi saya tetap berkeyakinan akan menang," tutur Yusuf.

Perseteruan Yusuf versus PKS bermula dari kritikan Yusuf kepada partai yang didirikannya itu. Konflik keduanya memuncak dengan saling serang pernyataan di media massa. Salah satu perang urat syaraf tersebut yakni PKS menyatakan Yusuf merupakan kader sakit hati karena dipecat dari kepengurusan PKS. Sementara Yusuf menilai PKS tidak bisa menunjukkan bukti surat pemecatannya.

Yusuf lalu menggugat 10 kader PKS dengan nilai Rp 42,7 miliar. Pasal yang digunakan Yusuf adalah pasal 1365 KUHAPerdata tentang perbuatan melawan hukum. Elite PKS yang digugat antara lain Tifatul Sembiring, Anis Matta, Fahri Hamzah dan Salim Assegaf Al Jufri.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvt/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%