Cegah Unjuk Rasa Anarkis, SBY Dorong Pemda Lebih Responsif
Senin, 13/02/2012 21:23 WIB
Jakarta
Aksi unjuk rasa anarki sering kali dipicu buntunya saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Demi mencegah terulangnya aksi yang menimbulkan kerugian besar demikian, maka jajaran pemerintahan daerah setempat harus lebih cepat tanggap.
"Kalau ada aspirasi masyarakat maka camat, bupati dan gubernur harus responsif terhadap harapan-harapan itu. Komunikasi ini harus berjalan baik," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Presiden menekankan jajaran pemerintah daerah harus selalu terbuka untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Bila saluran itu buntu, maka dampaknya bisa berupa unjuk rasa yang disertai aksi-aksi anarki seperti penutupan jalan dan pembakaran fasilitas umum atau pemerintahan.
"Kalau komunikasi ini dilakukan, anarkisme bisa dikurangi. Meski anarkisme itu tidak dibenarkan," sambungnya.
Lebih lanjut SBY menyatakan penyesalannya terhadap aksi unjuk rasa yang berujung kepada anarkisme. Terutama aksi yang diikuti tindakan merusak fasilitas umum bagi keperluan masyarakat luas yang dibangun dengan susah payah.
"Kalau tidak sanggup membangun yang baru, jangan merusak yang sudah ada. Jajaran pemerintahan daerah di seluruh Indonesia lakukan antisipasi, kelola agar jangan terjadi yang tidak kita harapkan dan selesaikan dengan baik," wanti SBY.
(lh/nvt)
"Kalau ada aspirasi masyarakat maka camat, bupati dan gubernur harus responsif terhadap harapan-harapan itu. Komunikasi ini harus berjalan baik," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Presiden menekankan jajaran pemerintah daerah harus selalu terbuka untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Bila saluran itu buntu, maka dampaknya bisa berupa unjuk rasa yang disertai aksi-aksi anarki seperti penutupan jalan dan pembakaran fasilitas umum atau pemerintahan.
"Kalau komunikasi ini dilakukan, anarkisme bisa dikurangi. Meski anarkisme itu tidak dibenarkan," sambungnya.
Lebih lanjut SBY menyatakan penyesalannya terhadap aksi unjuk rasa yang berujung kepada anarkisme. Terutama aksi yang diikuti tindakan merusak fasilitas umum bagi keperluan masyarakat luas yang dibangun dengan susah payah.
"Kalau tidak sanggup membangun yang baru, jangan merusak yang sudah ada. Jajaran pemerintahan daerah di seluruh Indonesia lakukan antisipasi, kelola agar jangan terjadi yang tidak kita harapkan dan selesaikan dengan baik," wanti SBY.
(lh/nvt)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
