detikcom

SBY Perintahkan Pemkot Bogor Segera Selesaikan Kasus GKI Yasmin

Rachmadin Ismail - detikNews
Senin, 13/02/2012 21:12 WIB
Jakarta Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Bogor, belum juga bisa melaksanakan haknya untuk beribadat. Padahal sudah ada keputusan Mahkamah Agung (MA) yang melegalkan keberadaan Gereja Yasmin. Kasus ini ternyata menjadi perhatian Presiden SBY. Dia pun memerintahkan Pemerintah Kota Bogor untuk segera menyelesaikan masalah ini.

"Saya serahkan pada Pemkab Bogor dibantu Menteri Agama agar ibadah bisa dijalankan di gereja, sebagaimana umat lain di negeri ini," ujar SBY dalam jumpa pers di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (13/2/2012).

"Saya harap bisa selesai, tuntas, membawa kebaikan untuk semua," imbuhnya.

SBY menuturkan pemerintah sangat serius ingin mengimplementasikan UUD 1945, di mana setiap warga negara bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tertib, dan damai. Ketika ada masalah keagamaan, tidak ada keraguan dan ketidaksungguhan dari negara untuk mewujudkan hal itu.

"Memang terus terang ada sejumlah kasus di beberap tempat di Indonesia, bukan isu sekarang, sejak puluhan tahun," imbuhnya.

Masalah GKI Yasmin, tambahnya, telah muncul sejak 2002. Kejadian semacam itu terjadi di beberapa tempat. Karena itu wali kota, bupati, maupun gubernur diminta sigap dan antisipatif untuk menyelesaikan masalah itu secara tuntas.

"Kalau secara hukum dilaksanakan, kalau nonhukum dilaksanakan juga, yang penting tuntas. Tidak perlu menggantung bertahun-tahun," harap SBY yang dibalik kemeja batik hijau.

SBY menegaskan pemerintah tidak ingin reaktif menanggapi permasalah semacam itu. Apalagi ada pemerintah daerah yang dirasa bisa menangani masalah itu dengan memberi penjelasan dan menenangkan masyarakat. Hal itu akan terjadi jika sistem berjalan baik dan bertanggung jawab. SBY berharap masalah ini bisa rampung setuntas-tuntasnya.

"Untuk kasus GKI Yasmin, pemerintah bekerja. Telah ada pertemuan, bahkan ada kesepakatan. Kalau masalah hukum ada komplikasinya, dari satu putusan ke keputusan lain tidak sejalan, ada perbedaan, maka dicari pendekatan non-hukum. Yang dilaporkan, sedang dibangun beberapa opsi, bisa beribadah di Bogor, ditawarkan di beberapa tempat katanya," papar SBY.


(vit/ndr)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel