5 Jam Sisir Hutan UI, Densus Gagal Temukan Senpi
Senin, 13/02/2012 19:38 WIB
Depok
Upaya Densus Anti Teror mancari senjata api (senpi) yang ditanam di hutan UI, tak membuahkan hasil. Si penunjuk jalan yang juga penanam senpi itu mengaku lupa, sehingga selama hampir 5-6 jam berkeliling, senpi tak kunjung ditemukan.
"Dia lupa. Besok kita teruskan," kata seorang anggota Densus sesaat sebelum meninggalkan hutan UI Depok, Senin (13/2/2012) petang.
'Guide' atau penunjuk jalan senpi bernama Mulya. Ia disebut-sebut sebagai anggota jaringan terorisme Abu Omar. Ia dikeler dalam posisi diborgol.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, puluhan anggota Densus membawa Mulya masuk jauh ke dalam hutan. Ada tiga titik yang dituju. Kemudian titik itu digali dengan menggunakan cangkul. Ternyata, titik-titik yang ditunjukkan Mulya kosong.
Setelah berpindah dari satu titik ke titik lain, polisi tak lagi meneruskan upayanya. Mereka memberi kesempatan Mulya untuk mengingat lokasi penimbunan senjata tersebut.
"Dia (Mulya) mengaku baru dua kali ke sini. Satu kali survei, satu kali menanam (senpi)," tutur anggota Densus tersebut.
Sebelumnya, di lokasi yang sama, polisi menemukan senjata laras panjang dan ratusan amunisi. Barang-barang tersebut merupakan milik jaringan terorisme Abu Omar yang ditangkap pada Juli 2011 lalu. Bersama sejumlah orang, kelompok ini dikenal sebagai penyelundup senjata api dari Filipina. Mereka menjualnya kepada sesama pelaku teror.
(try/nvt)
"Dia lupa. Besok kita teruskan," kata seorang anggota Densus sesaat sebelum meninggalkan hutan UI Depok, Senin (13/2/2012) petang.
'Guide' atau penunjuk jalan senpi bernama Mulya. Ia disebut-sebut sebagai anggota jaringan terorisme Abu Omar. Ia dikeler dalam posisi diborgol.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, puluhan anggota Densus membawa Mulya masuk jauh ke dalam hutan. Ada tiga titik yang dituju. Kemudian titik itu digali dengan menggunakan cangkul. Ternyata, titik-titik yang ditunjukkan Mulya kosong.
Setelah berpindah dari satu titik ke titik lain, polisi tak lagi meneruskan upayanya. Mereka memberi kesempatan Mulya untuk mengingat lokasi penimbunan senjata tersebut.
"Dia (Mulya) mengaku baru dua kali ke sini. Satu kali survei, satu kali menanam (senpi)," tutur anggota Densus tersebut.
Sebelumnya, di lokasi yang sama, polisi menemukan senjata laras panjang dan ratusan amunisi. Barang-barang tersebut merupakan milik jaringan terorisme Abu Omar yang ditangkap pada Juli 2011 lalu. Bersama sejumlah orang, kelompok ini dikenal sebagai penyelundup senjata api dari Filipina. Mereka menjualnya kepada sesama pelaku teror.
(try/nvt)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
