Siswa Madrasah di Bengkalis Ditahan karena Bantu Mengangkut Kayu dari Hutan
Senin, 13/02/2012 18:03 WIB
Pekanbaru
Malang nian nasib Masrun (17), siswa madrasah di Kabupaten Bengkalis, Riau. Ia dijadikan tersangka dan ditahan karena mengangkut kayu dari hutan yang tidak ia ketahui asal-usulnya.
Masrun duduk di kelas III Madrasah Aliyah Al-Huda, Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis. Ia rela bekerja apa pun demi menyambung hidup, termasuk untuk biaya sekolah.
Dua pekan lalu, ia menerima tawaran bekerja sebagai buruh angkut. Tugasnya, mengangkut kayu dari dalam hutan ke pinggiran. Dari tempat tersebut, kayu diangkut dengan truk.
Malang baginya, ketika mengangkut kayu, ia ditangkap pihak polisi. Polres Bengkalis lantas menetapkan Masrun bersama kawan-kawannya sebagai tersangka ilegal logging. Dari empat orang pekerja angkut kayu ini, hanya Masrun satu-satunya yang berstatus bersekolah. Sedangkan tiga orang lainnya pengangguran.
Kini Masrun sudah 10 hari mendekam dalam tahanan pihak kepolisian. Kasus penahanan anak ini pun akhirnya menjadi perhatian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis. Kepada tim P2TP2A, Masrun mengaku, dirinya sama sekali tidak pernah berpikir bila pekerjaan mengangkut kayu tersebut ternyata melabrak hukum.
"Anak itu mengaku kepada kita, sama sekali tidak mengetahui jika pekerjaan yang dia lakukan itu berisiko. Dia tidak tahu kalau kayu yang dia angkut ternyata bagian dari ilegal logging. Anak itu semata-mata bekerja untuk mendapatkan uang demi biaya sekolah dan biaya hidup ibunya," kata Ketua P2TP2A, Eli Kusumawati Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/2/2012).
Menurut Eli, kini pihaknya tengah mengupayakan agar pihak kepolisian memberikan kesempatan Masrun untuk bisa bersekolah meski berstatus sebagai tersangka.
"Kita memberikan perlindungan kepada Masrun sebagai anak yang masih berstatus sekolah. Kiranya pihak kepolisian dapat memberikan kesempatan baginya menjadi tahanan luar. Kami yakin, anak ini tidak akan lari kemana-mana. Karena kami tahu, anak ini melakukan angkut kayu semata-mata hanya untuk menyambung biaya sekolah dan keluarganya. Hari ini, kami akan bertemu dengan pihak Polres Bengkalis untuk membicarakan msalah tersebut," kata Eli.
(try/nrl)
Masrun duduk di kelas III Madrasah Aliyah Al-Huda, Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis. Ia rela bekerja apa pun demi menyambung hidup, termasuk untuk biaya sekolah.
Dua pekan lalu, ia menerima tawaran bekerja sebagai buruh angkut. Tugasnya, mengangkut kayu dari dalam hutan ke pinggiran. Dari tempat tersebut, kayu diangkut dengan truk.
Malang baginya, ketika mengangkut kayu, ia ditangkap pihak polisi. Polres Bengkalis lantas menetapkan Masrun bersama kawan-kawannya sebagai tersangka ilegal logging. Dari empat orang pekerja angkut kayu ini, hanya Masrun satu-satunya yang berstatus bersekolah. Sedangkan tiga orang lainnya pengangguran.
Kini Masrun sudah 10 hari mendekam dalam tahanan pihak kepolisian. Kasus penahanan anak ini pun akhirnya menjadi perhatian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bengkalis. Kepada tim P2TP2A, Masrun mengaku, dirinya sama sekali tidak pernah berpikir bila pekerjaan mengangkut kayu tersebut ternyata melabrak hukum.
"Anak itu mengaku kepada kita, sama sekali tidak mengetahui jika pekerjaan yang dia lakukan itu berisiko. Dia tidak tahu kalau kayu yang dia angkut ternyata bagian dari ilegal logging. Anak itu semata-mata bekerja untuk mendapatkan uang demi biaya sekolah dan biaya hidup ibunya," kata Ketua P2TP2A, Eli Kusumawati Heru dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (13/2/2012).
Menurut Eli, kini pihaknya tengah mengupayakan agar pihak kepolisian memberikan kesempatan Masrun untuk bisa bersekolah meski berstatus sebagai tersangka.
"Kita memberikan perlindungan kepada Masrun sebagai anak yang masih berstatus sekolah. Kiranya pihak kepolisian dapat memberikan kesempatan baginya menjadi tahanan luar. Kami yakin, anak ini tidak akan lari kemana-mana. Karena kami tahu, anak ini melakukan angkut kayu semata-mata hanya untuk menyambung biaya sekolah dan keluarganya. Hari ini, kami akan bertemu dengan pihak Polres Bengkalis untuk membicarakan msalah tersebut," kata Eli.
(try/nrl)
Baca Juga
- Kemenhut akan Selesaikan Konflik Lahan Warga-RAPP di Kabupaten Meranti
- Jaksa KPK Tuntut Mantan Bupati Siak 5 Tahun Penjara
- Hutan Lindung Bukit Suligi Dijarah Oknum Pejabat & Warga
- Satgas Minta KPK Usut SP3 Kasus Pembalakan Liar 14 Perusahaan di Riau
- Satgas Temukan Kejanggalan pada SP3 Polda Riau Soal Mafia Hutan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
