detikcom

Pasca Kasus Pilot Nyabu, AirAsia: Sebelum Terbang Pilot Dites Urine

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 13/02/2012 17:05 WIB
Jakarta Pasca tertangkapnya pilot Lion Air Syaiful Salam tertangkap nyabu membuat maskapai lain berbenah. Cek random seperti tes urine bagi pilot sebelum menerbangkan pesawat pun dilakukan.

Seperti disampaikan Direktur Indonesia Air Asia Dharmadi. Pihaknya, saat ini menerapkan cek random tersebut.

"Sebelum berangkat akana dites dulu. Tapi tidak semua kita tes, hanya random," katanya saat gathering media di Surabaya, Senin (13/2/2012).

Penerapan tes itu dilakukan dengan menggunakan alat tes baru, yang dinilai tidak menganggu jadwal penerbangan.

"Tesnya sangat mudah dengan alat tes baru. BNN sudah memberikan advice alat apa yang bisa dipakai di pasaran yang tidak menganggu jadwal penerbangan," ujarnya.

Pria kelahiran kota Tape, Bondowoso ini menegaskan, Air Asia sudah mengantisipasi pilot yang mengkonsumsi narkoba atau minuman keras (miras), sejak beberapa tahun lalu, sebelum kasus pilot nyabu terbongkar.

"Kita sudah antisipasi, kita sudah random. Setiap tahun beberapa bulan sekali sudah beberapa tahun lalu, selalu memberikan random cek untuk pilot kita yang barang kali kena narkoba dan lain-lain sebagainya. Alhamdulillah sampai sekarang nggak ada," tuturnya.

Ia mengatakan, Air Asia akan memberikan sanksi tegas bagi pilot yang kedapatan mengkonsumsi narkoba atau miras, yakni pemecatan.

"Sanksi tegas pasti. Karena Undang-undangnya menyatakan begitu. Kalau kena kan pasti dicabut (lisensi pilot). Tergantung dari pemerintah laik nggaknya. yang jelas, kita akan berhentikan kalau memakai hal tersebut dan terbukti," tuturnya.

Dharmadi yang pernah menjadi pilot Garuda Indonesia puluhan tahun ini menerangkan, bahwa sudah ada aturannya baik di Indonesia maupun secara internasional, termasuk aturan tentang waktu tidur atau istirahat bagi pilot.

"Ada aturan yang membatasi. Secara internasional juga dibatasi. Sebelum terbang harus rest sekian jam. Jangankan minuman alkohol. Kadar rendah minimal 10 jam baru boleh terbang," terangnya.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang dampak pilot tertangkap nyabu bagi penumpang, Dharmadi menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing penumpang.

"Itu kembali ke penumpang itu sendiri. Saya kira untuk penumpang sangat beragam lah, tentunya pasti para penumpang menginginkan aman," jelasnya

(roi/ndr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini