PD Akan Dorong Menkum Terapkan Pengetatan Remisi Bagi Koruptor
Senin, 13/02/2012 15:53 WIB
Jakarta
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsuddin menyatakan tak akan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait kebijakan pengetatan remisi bagi napi koruptor. Namun, Fraksi Partai Demokrat tetap akan mendorong Menkum untuk banding jika nantinya kebijakan tersebut ditolak.
"Kami akan dorong untuk melakukan banding seandainya kalah di PTUN," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD), Saan Mustopa, kepada wartawan usai rapat kerja Komisi III DPR dengan Kemenkumham di ruang rapat komisi III komplek DPR, Senayan, Senin (13/2/2012).
Menurut Saan, kebijakan pengetatan pemberian remisi bagi napi koruptor akan memberi efek jera bagi koruptor. Sehingga partainya akan mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kita semua komitmen bersama, pemberantasan korupsi akan menjadi agenda utama, pengetatan remisi akan menjadi sangat penting," tutur Saan.
Mengenai hak interplasi yang akan diajukan Komisi III, ia menyatakan tidak keberatan. "Nggak ada persoalan, itu hak mereka sebagai anggota DPR," jelasnya.
Seperti diketahui Komisi III DPR RI akan mengajukan hak interplasi kepada pimpinan DPR terkait kebijakan Menkumham tentang pengetatan pemberian remisi. Fraksi PD adalah satu-satunya fraksi yang tidak mendukung pengajuan interplasi tersebut.
(ndr/gah)
"Kami akan dorong untuk melakukan banding seandainya kalah di PTUN," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat (PD), Saan Mustopa, kepada wartawan usai rapat kerja Komisi III DPR dengan Kemenkumham di ruang rapat komisi III komplek DPR, Senayan, Senin (13/2/2012).
Menurut Saan, kebijakan pengetatan pemberian remisi bagi napi koruptor akan memberi efek jera bagi koruptor. Sehingga partainya akan mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kita semua komitmen bersama, pemberantasan korupsi akan menjadi agenda utama, pengetatan remisi akan menjadi sangat penting," tutur Saan.
Mengenai hak interplasi yang akan diajukan Komisi III, ia menyatakan tidak keberatan. "Nggak ada persoalan, itu hak mereka sebagai anggota DPR," jelasnya.
Seperti diketahui Komisi III DPR RI akan mengajukan hak interplasi kepada pimpinan DPR terkait kebijakan Menkumham tentang pengetatan pemberian remisi. Fraksi PD adalah satu-satunya fraksi yang tidak mendukung pengajuan interplasi tersebut.
(ndr/gah)
Baca Juga
- 86 Anggota DPR Resmi Ajukan Interpelasi Moratorium Remisi Koruptor
- Menangkan Tender Proyek Rp 7,2 M, Ketua KPUD Rohil Harus Diusut
- Komisi III DPR Ajukan Interpelasi, Menkum: Itu Hak Mereka
- Menkum Tak Akan Banding Bila PTUN Batalkan Pengetatan Remisi Koruptor
- Rapat dengan Menkum Distop, Golkar Cs Ajukan Interpelasi Remisi Koruptor
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 16/05/2012 23:10 WIB
Pengunggah Foto Palsu: Jadi Tersangka Sangat Tidak Menyenangkan
-
Rabu, 16/05/2012 22:04 WIB
Pesan Waisak SBY: Berikan Pencerahan yang Bijak dan Mencerdaskan
-
Rabu, 16/05/2012 22:02 WIB
Aktifitas Meningkat, Gunung Lokon Kembali Masuk Fase Kritis
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
Rabu, 16/05/2012 21:35 WIB
Mobil Soluna Terbakar di Pintu Keluar Tol Tegal Parang
-
Rabu, 16/05/2012 21:13 WIB
Karyawan Trans Corp Menggelar Salat Gaib untuk Ismi dan Aditya
-
Rabu, 16/05/2012 21:32 WIB
Kapolri Tegaskan Konser Lady Gaga Masih Dievaluasi
-
Rabu, 16/05/2012 20:46 WIB
Hari Ke-8 Evakuasi, 32 Kantong Jenazah Sudah Dikirim ke RS Polri Kramatjati
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
363 Komentar
-
307 Komentar
-
275 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 472.000
- Rp 2,771.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)


(2).gif)

.gif)
