Marzuki: Dahlan Iskan Tak Maksimal, Perlu Lebih Cepat
Senin, 13/02/2012 15:49 WIB
Jakarta
Ketua DPR Marzuki Alie mengkritisi kinerja Menteri BUMN Dahlan Iskan. Bagi dia, Dahlan belum bekerja dengan baik.
Marzuki mengkritisi kebijakan Dahlan Iskan yang kurang tegas kepada Bank-bank Nasional. Sehingga suku bunga kredit perumahan rakyat sangat tinggi. Hal ini, bagi Marzuki jelas merugikan rakyat.
"Karena itu (tak maksimal), Menteri BUMN harus didorong, harus gerak jangan diam saja," kata Marzuki saat menerima perwakilan dari Kemenpera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Selain itu, Marzuki juga mengkritisi macetnya fasilitas likuiditas pembangunan perumahan yang sudah mogok dua bulan terakhir. Marzuki berharap masalah ini segera diselesaikan Dahlan Iskan.
"Kita dorong. Supaya lebih baik. Bahwa setiap orang harus berpikir bahwa hari esok harus lebih baik," kata Marzuki.
Marzuki juga meminta Dahlan untuk lebih tegas kepada Bank untuk memikirkan kepentingan rakyat. Mengingat rakyat benar-benar membutuhkan kredit perumahan.
"Bank jangan berpikir cari untung saja. Mereka bangga dapat untung akhir tahun, tapi masyarakat tidak menerima keuntungan itu. Masyarakat umum kalangan menengah ke bawah mendapat beban bunga yang sangat besar," imbaunya.
Dia berharap ke depan Dahlan Iskan bekerja lebih cepat. Agar dapat mencari solusi mahalnya kredit perumahan rakyat. Dia juga ingin mengundang Kemenpera dan Kementerian BUMN mencari solusi ini.
"Merespons cepat. Karena dua bulan ini sudah macet. Kita harus merespon cepat. Kalau stop kredit ini masalahnya banyak. Kita harus kerja terus," tandasnya.
(van/ndr)
Marzuki mengkritisi kebijakan Dahlan Iskan yang kurang tegas kepada Bank-bank Nasional. Sehingga suku bunga kredit perumahan rakyat sangat tinggi. Hal ini, bagi Marzuki jelas merugikan rakyat.
"Karena itu (tak maksimal), Menteri BUMN harus didorong, harus gerak jangan diam saja," kata Marzuki saat menerima perwakilan dari Kemenpera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Selain itu, Marzuki juga mengkritisi macetnya fasilitas likuiditas pembangunan perumahan yang sudah mogok dua bulan terakhir. Marzuki berharap masalah ini segera diselesaikan Dahlan Iskan.
"Kita dorong. Supaya lebih baik. Bahwa setiap orang harus berpikir bahwa hari esok harus lebih baik," kata Marzuki.
Marzuki juga meminta Dahlan untuk lebih tegas kepada Bank untuk memikirkan kepentingan rakyat. Mengingat rakyat benar-benar membutuhkan kredit perumahan.
"Bank jangan berpikir cari untung saja. Mereka bangga dapat untung akhir tahun, tapi masyarakat tidak menerima keuntungan itu. Masyarakat umum kalangan menengah ke bawah mendapat beban bunga yang sangat besar," imbaunya.
Dia berharap ke depan Dahlan Iskan bekerja lebih cepat. Agar dapat mencari solusi mahalnya kredit perumahan rakyat. Dia juga ingin mengundang Kemenpera dan Kementerian BUMN mencari solusi ini.
"Merespons cepat. Karena dua bulan ini sudah macet. Kita harus merespon cepat. Kalau stop kredit ini masalahnya banyak. Kita harus kerja terus," tandasnya.
(van/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 16/05/2012 23:10 WIB
Pengunggah Foto Palsu: Jadi Tersangka Sangat Tidak Menyenangkan
-
Rabu, 16/05/2012 22:04 WIB
Pesan Waisak SBY: Berikan Pencerahan yang Bijak dan Mencerdaskan
-
Rabu, 16/05/2012 22:02 WIB
Aktifitas Meningkat, Gunung Lokon Kembali Masuk Fase Kritis
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
Rabu, 16/05/2012 21:35 WIB
Mobil Soluna Terbakar di Pintu Keluar Tol Tegal Parang
-
Rabu, 16/05/2012 21:13 WIB
Karyawan Trans Corp Menggelar Salat Gaib untuk Ismi dan Aditya
-
Rabu, 16/05/2012 21:32 WIB
Kapolri Tegaskan Konser Lady Gaga Masih Dievaluasi
-
Rabu, 16/05/2012 20:46 WIB
Hari Ke-8 Evakuasi, 32 Kantong Jenazah Sudah Dikirim ke RS Polri Kramatjati
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
363 Komentar
-
307 Komentar
-
275 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,771.000
- Rp 472.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)


(2).gif)

.gif)
