Di-PHK 7 Tahun Silam, Buruh Texmaco Mengadu ke DPRD Jateng
Senin, 13/02/2012 15:28 WIB
Semarang
Tujuh tahun lalu, PT Texmaco Synthetic Kendal, Jawa Tengah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.019 karyawan. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai pelunasan uang pesangon.
Karena merasa terkatung-katung, mantan karyawan PT. Texmaco mengadu ke Komisi E DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (13/2/2012). Sayang, meski telah diundang, perwakilan perusahaan tidak hadir dalam pertemuan itu.
Ketua Serikat Buruh PT Texmaco, Haeru Soekarno mengatakan, PHK dilakukan pada tahun 2005 silam. Pesangon yang totalnya 19 miliar, baru 9 miliar yang dibayarkan kepada mantan karyawan. "Terakhir, kami menerima pembayaran Agustus tahun lalu," katanya.
Haeru menambahkan, pembayaran yang dilakukan PT Texmaco tidak lancar. Bahkan pernah selama satu tahun berhenti.
kepada anggota DPRD, Haeru mempertanyakan hasil pelelangan aset PT Texmaco yang rencananya digunakan untuk membayar uang pesangon seperti dalam hasil kesepakatan pada Mei 2011 lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ikhwan Sudrajat yang ikut dalam pertemuan, mengusulkan untuk membentuk tim guna menyelesaikan masalah tersebut. "Lebih baik membentuk tim, yang anggotanya dari unsur Dewan (anggota DPRD), PPA, dan karyawan. Kami pun siap dilibatkan," ujar Ikhwan.
Rencananya pada Rabu (15/2) akan diadakan pertemuan untuk menandatangani kesepakatan antara PPA (Perusahaan Pengelola Aset), dan PT Texmaco. Jika dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, maka masalah tersebut akan dibawa ke jalur hukum.
(try/try)
Karena merasa terkatung-katung, mantan karyawan PT. Texmaco mengadu ke Komisi E DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (13/2/2012). Sayang, meski telah diundang, perwakilan perusahaan tidak hadir dalam pertemuan itu.
Ketua Serikat Buruh PT Texmaco, Haeru Soekarno mengatakan, PHK dilakukan pada tahun 2005 silam. Pesangon yang totalnya 19 miliar, baru 9 miliar yang dibayarkan kepada mantan karyawan. "Terakhir, kami menerima pembayaran Agustus tahun lalu," katanya.
Haeru menambahkan, pembayaran yang dilakukan PT Texmaco tidak lancar. Bahkan pernah selama satu tahun berhenti.
kepada anggota DPRD, Haeru mempertanyakan hasil pelelangan aset PT Texmaco yang rencananya digunakan untuk membayar uang pesangon seperti dalam hasil kesepakatan pada Mei 2011 lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ikhwan Sudrajat yang ikut dalam pertemuan, mengusulkan untuk membentuk tim guna menyelesaikan masalah tersebut. "Lebih baik membentuk tim, yang anggotanya dari unsur Dewan (anggota DPRD), PPA, dan karyawan. Kami pun siap dilibatkan," ujar Ikhwan.
Rencananya pada Rabu (15/2) akan diadakan pertemuan untuk menandatangani kesepakatan antara PPA (Perusahaan Pengelola Aset), dan PT Texmaco. Jika dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, maka masalah tersebut akan dibawa ke jalur hukum.
(try/try)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 17:25 WIB
Jaringan Pengedar Uang Palsu di Jakarta Ditangkap
-
Minggu, 27/05/2012 17:17 WIB
Komwas PD Laporkan Penyerangan Anas dan Ibas di Ternate ke SBY
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
713 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
