Menkum Tak Akan Banding Bila PTUN Batalkan Pengetatan Remisi Koruptor
Senin, 13/02/2012 14:40 WIB
Jakarta
Kebijakan pengetatan pemberian remisi kepada napi koruptor digugat oleh sejumlah pihak ke PTUN. Golkar salah satunya. Gugatan sudah berlangsung. Nah, didesak sejumlah politisi, Menkum Amir Syamsuddin pun menegaskan tidak akan melakukan banding bila keputusan pengetatan remisi koruptor dibatalkan pengadilan.
"Sebagaimana yang kami janjikan, bahwa saya siap menjalankan apapun putusan PTUN," kata Menkumham, Amir Syamsuddin, dalam rapat kerja antara Kemenkumham dengan Komisi III DPR di Komplek DPR, Senayan, Senin (13/2/2012).
Agenda rapat kerja tersebut adalah mendengar hasil kajian Kemenkumham terhadap aturan pengetatan pemberian remisi. Namun, Amir menolak memberikan penjelasan dengan alasan bahwa gugatan terhadap putusan tersebut sudah masuk pengadilan.
"Karena gugatannya sudah masuk di PTUN, jadi kami akan menunggu putusan pengadilan," jelas Amir.
Pada rapat tersebut anggota Komisi III mencecar Amir Syamsudin dengan pernyataan yang meminta Kemenkumham mengkaji kembali kebijakan pengetatan remisi tersebut. Menurut anggota Komisi III, kebijakan pengetatan pemberian remisi bertentangan dengan Undang-undang.
"Kami mendukung pemberian efek jera untuk koruptor. Namun remisi adalah hak dasar yang dilindungi undang-undang. Kalau mau buat aturan tentang remisi, ubah dulu undang-undangnya," kata Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera, Abubakar Al Habsyi, di rapat tersebut.
(ndr/gah)
"Sebagaimana yang kami janjikan, bahwa saya siap menjalankan apapun putusan PTUN," kata Menkumham, Amir Syamsuddin, dalam rapat kerja antara Kemenkumham dengan Komisi III DPR di Komplek DPR, Senayan, Senin (13/2/2012).
Agenda rapat kerja tersebut adalah mendengar hasil kajian Kemenkumham terhadap aturan pengetatan pemberian remisi. Namun, Amir menolak memberikan penjelasan dengan alasan bahwa gugatan terhadap putusan tersebut sudah masuk pengadilan.
"Karena gugatannya sudah masuk di PTUN, jadi kami akan menunggu putusan pengadilan," jelas Amir.
Pada rapat tersebut anggota Komisi III mencecar Amir Syamsudin dengan pernyataan yang meminta Kemenkumham mengkaji kembali kebijakan pengetatan remisi tersebut. Menurut anggota Komisi III, kebijakan pengetatan pemberian remisi bertentangan dengan Undang-undang.
"Kami mendukung pemberian efek jera untuk koruptor. Namun remisi adalah hak dasar yang dilindungi undang-undang. Kalau mau buat aturan tentang remisi, ubah dulu undang-undangnya," kata Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera, Abubakar Al Habsyi, di rapat tersebut.
(ndr/gah)
Baca Juga
- Rapat dengan Menkum Distop, Golkar Cs Ajukan Interpelasi Remisi Koruptor
- Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
- Diduga Terlibat Korupsi, 2 Anggota DPRD FPD Riau Dilaporkan ke DPP
- Waka MA: Hakim Punya Rasio Bebaskan Terdakwa Korupsi Kuburan Rp 27 M
- Suap Anggota DPRD, Bupati Seluma Dituntut 5 Tahun Penjara
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 17:25 WIB
Jaringan Pengedar Uang Palsu di Jakarta Ditangkap
-
Minggu, 27/05/2012 17:17 WIB
Komwas PD Laporkan Penyerangan Anas dan Ibas di Ternate ke SBY
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
713 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
