detikcom

Beli Saham Garuda Rp 300 M, Nazaruddin Putar Uang Wisma Atlet

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 13/02/2012 11:45 WIB
Jakarta Modus M Nazaruddin dalam membeli saham PT Garuda Indonesia senilai Rp 300,8 milliar terkuak. Nazaruddin membeli saham itu guna menyembunyikan uang panas dari sejumlah proyek yang diterimanya salah satunya wisma atlet.

KPK berhasil menelusuri pembelian saham PT Garuda ini dari kasus wisma atlet yang sudah naik ke penyidikan sejak 22 April 2011.

"Dia diduga melakukan upaya untuk mencuci uang dengan cara mengkamuflasekan uang yang diduga didapat dari kasus suap sesmenpora terkait pembangunan wisma atlet," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (13/2/2012).

Johan juga mengatakan, KPK menduga uang yang dipakai Nazaruddin untuk membeli saham garuda berasal dari PT Duta Graha Indah (DGI), perusahaan penggarap proyek kasus wisma atlet. Perusahaan tersebut memberikan uang ke Nazaruddin senilai Rp 4,6 milliar.

"Diduga berasal dari kasus dugaan suap wisma atlet berkaitan dengan PT DGI," papar Johan.

Keuntungan perusahaan Nazaruddin dari 'menggiring' proyek-proyek pemerintah memang cukup fantastis. Menurut Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis, pada 2010, perusahaan itu memperoleh keuntungan sekitar Rp 200 miliar dari proyek senilai Rp 600 miliar.

Nah karena kentungan yang begitu banyak itu, uang itu dibelikan saham Garuda oleh lima anak perusahaan Permai Grup. "Total pembelian saham Garuda itu Rp 300,8 miliar, itu semua dari keuntungan proyek," kata Yulianis akhir Januari silam.

Rinciannya, kata Yulianis, PT Permai Raya Wisata membeli 30 juta lembar saham senilai Rp 22,7 miliar, PT Cakrawaja Abadi 50 juta lembar saham senilai Rp 37,5 miliar, PT Exartech Technology Utama sebanyak 150 juta lembar saham senilai Rp 124,1 miliar, PT Pacific Putra Metropolitan sebanyak 100 juta lembar saham senilai Rp 75 miliar, dan PT Darmakusuma sebanyak 55 juta lembar saham senilai Rp 41 miliar rupiah.

Pengacara Nazaruddin, Elza Syarif yang dihubungi untuk dikonfirmasi tidak bisa memberikan komentar. Saat dihubungi telepon selulernya, hanya stafnya yang mengangkat telepon dan memberitahu bahwa Elza tengah beristirahat.


(fjr/ndr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel