Pansel KPU dan Bawaslu Diminta Transparan kepada Calon yang Tak Lolos
Senin, 13/02/2012 10:09 WIB
Denpasar
Panitia seleksi (pansel) pemilihan KPU dan Bawaslu telah mencoret sekitar 119 calon. Pansel diminta transparan kepada para calon yang tereliminasi.
"Saya memahami dan hormati proses seleksi. Tidak mempermasalahkan hasil seleksi. Namun, pansel mesti transparan kepada calon yang gugur," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha kepada detikcom melalui telepon, Senin (13/2/2012).
Artha, adalah salah satu calon anggota KPU incumbent yang tidak lolos seleksi tahap II bersama 119 orang lainnya. Namun, para calon belum mengetahui alasan ketidaklulusan tersebut.
Beberapa LSM, seperti ICW meminta, Pansel KPU dan Bawaslu transparan kepada publik. Terkait desakan itu, Artha juga meminta pansel perlu transparan kepada para calon yang tereliminasi.
"Supaya pansel tidak dicurigai karena berkembang kritik dari LSM, saya mendorong pansel tetap menjaga prinsip kerahasian dokumen namun tranparansasi tetap berjalan sesuai amanat UU No 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu," kata Artha.
Artha mendorong pansel melakukan transparan secara terbuka kepada calon yang tersisih yang berjumlah 119 orang dari calon KPU dan Bawaslu. Yang tersisih bisa diajak komunikasi secara administrasi untuk menyampaikan alasan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat.
"Betul rahasia, maka proses transparasi dilakukan secara privat. Proses penilaian secara transparansi tidak bergeser dari empat komponen, yaitu makalah personal, tes kompetensi, psikologi, kesehatan. Empat hal itu dipakai dasar transparasi, bukan hal lain," saran Artha.
Misalnya, pada tes kesehatan, pihak rumah sakit yang menentukan apakah mampu atau tidak. Tes psikologi, tim psikologi yang menentukan kelulusan bukan pansel.
Tes kompetensi, nilai-nilai sangat bisa dikuantifikasi untuk membuat parameter calon lolos atau tidak. Sedangkan pada makalah personal, bisa diukur berapa nilai calon yang tidak lulus. "Transparansi privat kepada calon yang gugur akan membuat merasa nyaman kenapa dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Artha.
Transparansi itu juga sebagai upaya menjawab rumor politik yang berkembang pansel ada dalam satu tekanan politik pada proses seleksi tahap II. "Walaupun saya tidak meyakini rumor itu," kata Artha.
(gds/try)
"Saya memahami dan hormati proses seleksi. Tidak mempermasalahkan hasil seleksi. Namun, pansel mesti transparan kepada calon yang gugur," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha kepada detikcom melalui telepon, Senin (13/2/2012).
Artha, adalah salah satu calon anggota KPU incumbent yang tidak lolos seleksi tahap II bersama 119 orang lainnya. Namun, para calon belum mengetahui alasan ketidaklulusan tersebut.
Beberapa LSM, seperti ICW meminta, Pansel KPU dan Bawaslu transparan kepada publik. Terkait desakan itu, Artha juga meminta pansel perlu transparan kepada para calon yang tereliminasi.
"Supaya pansel tidak dicurigai karena berkembang kritik dari LSM, saya mendorong pansel tetap menjaga prinsip kerahasian dokumen namun tranparansasi tetap berjalan sesuai amanat UU No 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu," kata Artha.
Artha mendorong pansel melakukan transparan secara terbuka kepada calon yang tersisih yang berjumlah 119 orang dari calon KPU dan Bawaslu. Yang tersisih bisa diajak komunikasi secara administrasi untuk menyampaikan alasan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat.
"Betul rahasia, maka proses transparasi dilakukan secara privat. Proses penilaian secara transparansi tidak bergeser dari empat komponen, yaitu makalah personal, tes kompetensi, psikologi, kesehatan. Empat hal itu dipakai dasar transparasi, bukan hal lain," saran Artha.
Misalnya, pada tes kesehatan, pihak rumah sakit yang menentukan apakah mampu atau tidak. Tes psikologi, tim psikologi yang menentukan kelulusan bukan pansel.
Tes kompetensi, nilai-nilai sangat bisa dikuantifikasi untuk membuat parameter calon lolos atau tidak. Sedangkan pada makalah personal, bisa diukur berapa nilai calon yang tidak lulus. "Transparansi privat kepada calon yang gugur akan membuat merasa nyaman kenapa dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Artha.
Transparansi itu juga sebagai upaya menjawab rumor politik yang berkembang pansel ada dalam satu tekanan politik pada proses seleksi tahap II. "Walaupun saya tidak meyakini rumor itu," kata Artha.
(gds/try)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Ultah ke-6, Bocah di Semarang Ngaku Disunat Jin
-
Selasa, 22/05/2012 10:42 WIB
Jenazah Korban Sukhoi Susana akan Disambut di Tanah Kelahiran
-
Selasa, 22/05/2012 10:38 WIB
Mendaki Puncak Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 10:31 WIB
Trimarga: Asuransi Korban Sukhoi Masih Digodok Rusia
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 09:41 WIB
BK DPR Dengarkan Penjelasan Ahli Soal Video Porno Mirip Anggota DPR
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 09:09 WIB
Tim Arkeolog akan Gali Pintu Masuk 'Piramida' Gunung Padang
-
670 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
303 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
