detikcom

Banyak Kecelakaan Bus Berujung Maut Akibat Lemahnya Implementasi UU

Senin, 13/02/2012 09:47 WIB
Bus Kurnia Bakti/ Bogor
Jakarta Kecelakaan maut yang banyak memakan korban dalam rentang waktu yang berdekatan dinilai akibat lemahnya implementasi UU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. UU seharusnya bisa lebih baik dalam ranah pelaksanannya di tingkat Peraturan Pemerintah.

"Regulasi dalam UU no 22 Tahun 2010 sudah baik. Namun lemah di tingkat implementasi. Disitu sudah disebutkan mengenai aturan mengemudikan kendaraan dan aturan bagaimana harus memiliki dan aturan-aturan lainnya," ujar Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ellen Sophie Wulan Tangkudung, kepada detikcom, Senin (13/2/2012).

Selain masalah pengimplementasian UU, menurut Ellen hal lain yang belum diperhatikan adalah mengenai keselamatan transportasi. Seperti kendaraan umum, seharusnya setiap kendaraan umum yang akan keluar terminal harus diperiksa oleh petugas yang berwenang.

"Sistem harus diperbaiki, Rencana Umum Nasional Keselamatan yang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalanan harus dipercepat. Selain itu harus juga dilihat apakah SOP mengenai standar keselamatan sudah dilakukan dengan baik," tambahnya.

Ellen juga menilai, satu-satunya cara untuk mengurangi kecelakaan di jalan adalah penegakan aturan. ini merupakan cara yang dinilai paling ampuh. Menurutnya apabila hal ini dilakukan dengan baik oleh pemerintah maka angka kecelakaan yang tinggi saat ini bisa saja di kurangi.

"Taat aturan kunci utamanya. Penegakan hukum oleh pemerintah, sehingga semua peraturan yang sudah dibuat bisa dijalankan dengan baik," tutupnya.

(mpr/mpr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel