Pembelian Pesawat Kepresidenan Jangan Menjadi Lahan Korupsi Baru
Senin, 13/02/2012 09:16 WIB
Jakarta
Pembelian pesawat kepresidenan senilai hampir 1 triliun, diharapkan jangan sampai menjadi lahan korupsi baru. Dana besar yang digelontorkan itu harus bisa dimintai pertanggungjawabnnya oleh publik.
"Dari total dana US$ 91 juta, US$27 juta nya untuk interior kabin. Itu baru rinciannya kemudian transparansi dan akuntabilitasnya bagaimana? Coba teliti interiornya yang sangat besar dan biaya administrasi untuk apa saja? Itu yang harus dijelaskan. Jangan sampai ini menjadi lahan korupsi baru," ujar anggota Komisi III DPR RI Indra SH kepada detikcom, Senin (13/2/2012).
Indra mengatakan Pemerintah diharapkan lebih terbuka dalam pengadaan ini. Apabila tidak dipaparkan secara jelas ke muka publik maka masyarakat akan terganggu rasa keadilannya. Hal ini seiring dengan beberapa kondisi bangsa yang parah dalam hal fasilitas umum seperti jembatan yang lalai dalam penangannya, rumah sekolah yang ambruk, Rumah Sakit di daerah tertinggal, perumahan di ibukota dan korupsi.
Indra juga menekankan pada kesadaran pemerintah untuk mengeluarkan sense of crisis terhadap permasalahan sosial yang terjadi. Kemudian memikirkan bagaimana meminimalisir dana dan dialihakan terlebih dahulu untuk keperluan yang lebih penting.
"Pemerintah hari ini tidak memakai Comparative studies dan menghilangkan logika serta hanya memenitngkan emosi sesaat," tutur anggota Fraksi PKS ini.
Dirinya menambahkan, KPK dan PPATK juga harus berperan aktif dalam masalah pengawasan pengadaan pesawat ini. Menurutnya KPK bisa memainkan peranan penting dalm supervisi tender.
"PPATK juga bisa berperan dengan melihat apakah ada transaksi-transaksi aneh yang melaju kencang ke rekening pejabat mengenai pembelian pesawat," tutupnya.
(mpr/mpr)
"Dari total dana US$ 91 juta, US$27 juta nya untuk interior kabin. Itu baru rinciannya kemudian transparansi dan akuntabilitasnya bagaimana? Coba teliti interiornya yang sangat besar dan biaya administrasi untuk apa saja? Itu yang harus dijelaskan. Jangan sampai ini menjadi lahan korupsi baru," ujar anggota Komisi III DPR RI Indra SH kepada detikcom, Senin (13/2/2012).
Indra mengatakan Pemerintah diharapkan lebih terbuka dalam pengadaan ini. Apabila tidak dipaparkan secara jelas ke muka publik maka masyarakat akan terganggu rasa keadilannya. Hal ini seiring dengan beberapa kondisi bangsa yang parah dalam hal fasilitas umum seperti jembatan yang lalai dalam penangannya, rumah sekolah yang ambruk, Rumah Sakit di daerah tertinggal, perumahan di ibukota dan korupsi.
Indra juga menekankan pada kesadaran pemerintah untuk mengeluarkan sense of crisis terhadap permasalahan sosial yang terjadi. Kemudian memikirkan bagaimana meminimalisir dana dan dialihakan terlebih dahulu untuk keperluan yang lebih penting.
"Pemerintah hari ini tidak memakai Comparative studies dan menghilangkan logika serta hanya memenitngkan emosi sesaat," tutur anggota Fraksi PKS ini.
Dirinya menambahkan, KPK dan PPATK juga harus berperan aktif dalam masalah pengawasan pengadaan pesawat ini. Menurutnya KPK bisa memainkan peranan penting dalm supervisi tender.
"PPATK juga bisa berperan dengan melihat apakah ada transaksi-transaksi aneh yang melaju kencang ke rekening pejabat mengenai pembelian pesawat," tutupnya.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 10:38 WIB
Mendaki Puncak Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 10:31 WIB
Trimarga: Asuransi Korban Sukhoi Masih Digodok Rusia
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Peti Jenazah Korban Sukhoi Dipindah dari RS Polri ke Halim Saat Magrib
-
Selasa, 22/05/2012 10:18 WIB
Direktur Anugrah Nusantara Amin Andoko Kembali Dipanggil KPK Hari Ini
-
Selasa, 22/05/2012 09:41 WIB
BK DPR Dengarkan Penjelasan Ahli Soal Video Porno Mirip Anggota DPR
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 09:09 WIB
Tim Arkeolog akan Gali Pintu Masuk 'Piramida' Gunung Padang
-
Selasa, 22/05/2012 08:45 WIB
Hadapi Gugatan Yusril, Denny Tidak Diturunkan di Pengadilan
-
670 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
303 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
