detikcom

Jeruji Besi Menanti Angie

ddg - detikNews
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Jakarta Sejumlah mobil bolak-balik mendatangi rumah yang terletak di Taman Cilandak III, Blok E, No. 14, Jakarta Selatan itu. Sejumlah wartawan juga telah menyanggongi rumah itu dari pagi. Namun si pemilik rumah, politisi Partai Demokrat (PD) Angelina Sondakh, tidak kunjung menampakkan diri.

Menjelang siang, Jumat 3 Februatri 2012 itu, rumah janda Adjie Massaid itu juga kedatangan mobil penyewaan tenda. Para tukang tenda itu hanya menaruh tenda dan besi-besinya di halaman depan. Kemudian mereka pun bergegas pergi dengan mobil pick up Mitsubishi L-300.

Dari informasi yang dikumpulkan majalah detik, para tamu yang datang ke rumah Angie, panggilan akrab Angelina Sondakh, adalah adik iparnya, Mudji Massaid, Ibunda Adjie Massaid, Ross Suyono, serta beberapa kerabat. Mereka datang untuk mempersiapkan acara tahlilan peringatan 1 tahun meninggalnya mendiang suami Angie, Adjie Massaid, yang akan dilaksanakan pada 5 Februari 2012.

Tidak satu pun kerabat Angie yang datang mau buka mulut kepada wartawan. Bahkan ketika beberapa wartawan hendak mendekati rumah berlantai dua yang pagarnya setinggi 2 meter itu, seorang pria bercelana pendek langsung menghalau dengan isyarat lambaian tangan.

Rumah Angie jadi sasaran wartawan lantaran sejak Kamis , 2 Februari 2012 malam, santer kabar menyebut anggota Komisi X DPR itu akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet. Sejak Kamis itu pun, sosok mantan Putri Indonesia itu tidak terlihat batang hidungnya di DPR. Bahkan kesesokan harinya, Angie juga tidak hadir dalam rapat Fraksi PD yang digelar sebelum sholat Jumat.

"Izinnya sih sakit. Jadi beliau tidak bisa hadir di rapat fraksi," ujar Wasekjen PD Saan Mustofa soal ketidakhadiran Angie kepada majalah detik. Angie telah minta izin sejak 2 hari sebelumnya.

Sementara itu, beberapa kilometer dari rumah Angie, tepatnya di Jl HR Rasuna Said Kav C-1, Jakarta Selatan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pada Jumat, 3 Februari 2012 siang, sekitar pukul 15.00 WIB, memberi keterangan pers. Isinya, menetapkan Angie sebagai tersangka terhadap Angie dalam kasus suap Wisma Atlet Sea Games 2011, di Jakabaring, Palembang.

“Inisialnya AS, Abraham Samad, perempuan,” canda Abraham yang mengenakan peci putih saat mengumumkan tersangka Angie.

Pasal yang dikenakan kepada Angie adalah pasal 5 ayat dua, atau pasal 11, atau pasal 12 huruf a UU no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun atau denda paling sedikit Rp 50-250 juta.

Mengapa Angie baru jadi tersangka sekarang? Abraham menyatakan hal itu dilakukan karena baru sekarang KPK memiliki 2 alat bukti sebagai syarat penetapan tersangka. Apa alat bukti itu, Abraham memilih merahasiakannya.

Termasuk soal jumlah uang yang diduga diterimanya. Abraham hanya mengatakan, Angie diduga menerima hadiah atau janji yang berhubungan dengan jabatannya.

Pengumuman Angie sebagai tersangka sempat molor lebih dari satu jam. Pasalnya, pimpinan KPK merasa risau dengan pesan melalui Balckberry massenger (BBM) yang dikirimkan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana ke sejumlah wartawan. Pesan itu berisi info pencekalan Angelina Sondakh dan Wayan Koster. "KPK, melalui ketuanya, Abraham Samad, telah secara resmi mengajukan permintaan cekal kepada AS dan WK," begitu isi pesan Wamenkum HAM, Denny Indrayana, kepada sejumlah wartawan.

Nah, pemberitahuan informasi cekal yang dirilis Denny itu dianggap telah mendahului keterangan resmi KPK. Masyarakat akhirnya menduga kalau yang akan ditetapkan sebagai tersangka adalah orang yang berinisial AS (Angelina Sondakh) dan WK (Wayan Koster). " Publik kan akhirnya menyangka kalau dua-duanya sudah tersangka," terang sumber majalah detik di KPK.

Penetapan tersangka terhadap Angie, sebenarnya tidak mengejutkan. Sebelumnya nama Angie sudah sering disebut-sebut dalam sejumlah persidangan di Pengadilan Tipikor. Dari keterangan sejumlah saksi maupun terdakwa di sidang kasus Wisma Atlet, Angie disebut-sebut menerima duit miliaran rupiah dari Permai Group yang merupakan milik koleganya di PD, Muhammad Nazaruddin.

Namun menurut informasi yang diperoleh majalah detik, Angie ditetapkan sebagai tersangka karena ikut kecipratan uang dari Permai Group. Di antaranya, berdasarkan kesaksian sopir Permai Group, Lutfi Ardiansyah, di persidangan M Nazaruddin. Menurut kesaksian Lutfi, Angie pernah memasuki ruangan kerja politisi PDIP I Wayan Koster pada 5 Mei 2010. Ruang kerja Koster di DPR terletak di lantai 6 gedung DPR.

Nah, beberapa saat sebelum Angie masuk ke dalam ruangan, Lutfi baru saja menyerahkan Rp 5 miliar yang dibawa dari perusahaan milik Nazar. Uang diserahkan dalam dua tahap, yakni Rp 2 miliar di pagi hari dan Rp 3 miliar di sore harinya. Lutfi saat itu disuruh oleh mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis.

Saat penyerahan yang kedua selesai dilakukan, Lutfi mengaku berpapasan dengan Angie di lorong dekat ruangan kerja Wayan Koster. Lutfi mengaku tak asing dengan wajah "Bu Artis" tersebut.

Bukan hanya kesaksian Lutfi, pada persidangan atas Nazaruddin yang digelar Rabu, 25 Januari 2012, Mindo Rosalina Manulang alias Rosa juga mengungkapkan Permai Group pada 2010 pernah mengeluarkan dana Rp 10 miliar demi meloloskan proyek Wisma Atlet yang masih dibahas Badan Anggaran DPR. Rosa menyebut politisi DPR yang mendapat pelicin dari Nazaruddin itu adalah Wayan Koster dan Angie. Masing-masing mendapat Rp 5 miliar. Keterangan yang sama juga diperkuat oleh Yulianis dan staf keuangan Permai Group lainnya, Oktarina. Mereka mengakui ada aliran dana ke Angie dan Koster.

"Di hadapan TPF, Angie mengakui soal penerimaan duit. Dan Angie juga menjelaskan ke mana-mana saja duit itu mengalir," kata Nazaruddin di luar Pengadilan Tipikor, Jumat 3 Februari.

TPF terdiri dari Benny K Harman, Eddy Sitanggang, Max Sopacua, Mahyuddin, Mirwan Amir dan Jafar Hamsyah.

Meski banyak tudingan pada dirinya, Angie berulang kali membantahnya. Bahkan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka. Malah Angie bilang kalau ada skenario besar yang membuat namanya diseret-seret dalam kasus Wisma Atlet. "Ini sungguh skenario yang maha dahysat untuk 'mengorbankan' saya," kata Angie lewat sahabatnya, Muhammad Kahfi Siregar, yang juga pengurus Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat.

“Sejak awal saya selalu katakan bahwa baik Nazar maupun Rosa tidak pernah bicara kepada saya mengenai Wisma Atlet. Saya tidak pernah, membicarakan, mengatur Wisma Atlet. Apalagi meminta dan menerima aliran dana Wisma Atlet,” lanjut Angie.

Namun pengacara Rosa, Mohammad Iskandar, justru mengakui antara Rosa dan Angie, beberapa kali terlibat komunikasi melalui BBM. Setidaknya ada 9 kali klienya dan Angie berkomunikasi lewat BBM. Salah satu perbincangan antara Angie dan Rosa antara lain soal apel Washinton dan apel Malang. Ada juga perkataan soal Ketua Besar dan Bos Besar.

"Saya kira kalau komunikasi BBM antara Angie dan Rosa sangat lemah kalau dijadikan alat bukti. Sebab konteks dari percakapan itu tidak serta merta menyebut uang. Jadi hanya komunikasi biasa," kilah Iskandar.

Apapun bantahan Angie, KPK tentu tidak main-main memberi status tersangka. Kini, yang pasti Angie terancam masuk bui. "Tidak ada tersangka KPK yang tidak kita tahan. Kita sedang menunggu pemberkasan-pemberkasan," ujar Abraham.

(Tulisan ini merupakan laporan utama Majalah Detik edisi 10 tanggal 23-29 Januari 2012)

Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 13 Februari 2012) mengupas tuntas tema 'Jenderal Tersodok Shinta Bachir', juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Pilot Hobi Nyabu' , rubrik kriminal berita komik "Hikayat Panji Ngamuk ', ekonomi bisnis 'Bersama Malaysia Melawan Amerika',rubrik People 'Ayu Utami Ngebut Kisah Cinta Terlarang’ dan rubrik seni dan hiburan film 'One Day' dan masih banyak artikel menarik lainnya.




(iy/nrl)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel