detikcom

Danau 'Ajaib' Jebol, Dusun Mamua Maluku Tengah Tersapu Air Bah

M Hanafi Holle - detikNews
Senin, 13/02/2012 07:34 WIB
Ambon Pernah dengar bukit ambruk menjadi danau seluas 1 kilometer persegi. Ini memang danau ajaib. Kejadian ini sempat mengegerkan masyarakat Maluku, pada Juli 2006 silam. Nah, ini danau kembali mengamuk. Tanah sebagai tanggul penahan danau ini jebol, Sabtu (11/2/2012) kemarin.

warga dibuat panik bukan kepalang. Air bah yang datang dari arah bukit menghantam rumah warga dan pepohonan. Ribuan warga yang mendiami dusun Mamua Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah lari tunggang langgang. Menyelamatkan jiwanya. Beruntung ngamuknya danau ini pada Siang bolong. Tepatnya jam 13.00 Wit. Jadinya, warga cepat mencari perlindungan pada ketinggian. Rumah warga terendam hingga 1,5 meter.

Pantauan detikcom, para warga berusaha keluar dari rumah dengan menggunakan tali yang dibantu warga lainnya. Mereka juga berusaha menyelamatkan harta barang mereka. Puluhan rumah rusak akibat hantaman air danau ajaib itu. Menurut para warga, ada salah satu warga yang hanyut di bawa air bah.

"Kami cek, warga ada salah satu warga yang hanyut dibawa air. Karena airnya datang tiba-tiba. Hanya dengar suara gemuruh. Warga semuanya lari keluar rumah dengan pakaian di badan,” tutur La Arif (45), warga dusun Mamua.

Sekedar diketahui, terbentuknya danau ajaib ini akibat ambruknya sebuah bukit di pegunungan desa Hila kecamatan Leihitu, pada 2006 silam. Pihak BMG katakan, ambruknya bukit ke dalam tanah di dusun Mamua, diprediksi akibat patahan di bagian bawah bumi. Dilihat peta geologi pulau Ambon, Dusun Mamua masuk dalam jalur patahan (sesar) yang dapat mengakibatkan perubahan permukaan bumi. Jalur itu menuju hingga desa Alang Kecamatan Leihitu. Jalur di dusun Mamua masuk dalam patahan tidak aktif. Patahan itu bisa aktif jika ada pergerakan lempengan bumi.

Bulan Juli 2011 lalu, air bah akibat jebolnya danau ini juga terjadi pada siang hari. Saat itu. puluhan rumah rusak, sehingga ratusan warga terpaksa mengungsi. Selain merusak rumah warga, air bah itu juga memutus jalan utama antardesa di Leihitu. Jalan tertutup lumpur, juga, hampir setinggi satu meter. Menyikapi kondisi ini, pihak dinas sosial Maluku, kini mengirimkan relawan Tagana untuk membantu para warga. Bahkan Tagana juga memberikan bantuan bahan makanan dan pakaian.

(mpr/mpr)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel