detikcom

Investigasi Kecelakaan, KNKT Susuri Posisi Awal Bus Karunia Bakti

E Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 12/02/2012 17:56 WIB
Jakarta Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi kecelakaan bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta. Tim investigasi menyusuri posisi awal bus bernopol Z 7519 DA hingga mulai kehilangan kendali.

"Kegiatan kita hari ini melanjutkan investigasi, didukung penuh polisi setempat dan tim Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Bogor di sini dengan ditambah keterangan pasien yang selamat," jelas Kepala KNKT Marsekal Muda (Purn) Tatang Kurniadi, kepada wartawan saat ditemui di RSPG, Cisarua, Bogor, Minggu (12/2/2012).

Rangkaian investigasi itu dimulai oleh tim dengan mengurut kembali rangkaian perjalanan bus mulai dari posisi berhenti di depan RSPG hingga mulai hilang kendali di bawah billboard iklan provider atau tepatnya di depan Hotel Cisarua Indah. "Kita akan melacak kembali anatomi bus bergerak dari depan RSPG hingga hilang kendali. Kita harus bergerak cepat," katanya.

Tatang mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kembali kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan akibat benturan antara bus Karunia Bakti dengan kendaraan lainnya. "Bagaimana penyoknya itu karena benturan di mana saja, kemudian posisi bangku-bangkunya yang copot itu apakah terjadi saat benturan atau saat bus terjun," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga masih menyelidiki korban tewas yang paling banyak itu berada di kendaraan yang mana. Tim investigator juga akan mengukur berapa kecepatan yang dipergunakan Lukman, sopir bus bernopol Z 7519 DA itu. Termasuk menyelidiki kemungkinan bus tersebut mengalami rem blong.

Sementara itu, ia menduga bahwa sopir tidak berniat menabrakkan bus tersebut ke kendaraan lain. Upaya pelariannya, menurutnya dilakukan karena kepanikannya.

"Itu karena kegugupan dia. Seberapa besar dia panik, akibatnya dia tidak akan tenang. Berapa kali dia menemukan tabrakan itu akan semakin mengurangi kepercayaan dirinya," katanya.

Lebih lanjut, Tatang mengatakan bahwa hasil investigasi tim kemungkinan baru bisa dikeluarkan setelah tiga bulan. Hasil investigasi ini akan dijadikan rekomendasi ke berbagai instansi terkait.

"Final report, kita keluarkan rekomendasi, misalkan sopirnya capek, terus jalannya perlu diberi marka seperti itu. Draft itu nanti dikasih ke instansi terkait," pungkasnya.

Seperti diketahui, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menghantam sedikitnya 15 unit kendaraan saat melintas di depan Hotel Cisarua Indah, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi terperosoknya bus. Tanpa kendali rem, bus yang dikemudikan Lukman Nur (43) itu menyeruduk ke kiri dan ke kanan bak banteng liar.

Diduga, Lukman meninggalkan penumpang ketika bus sudah mulai tidak terkendali. Bus yang mengarah ke arah bawah (Jakarta) itu kemudian melawan arus yang ke arah atas (Puncak) lalu menggelinding ke halaman parkir Bank Mandiri Mitra Usaha dan Indomaret.

Di samping halaman parkir Bank Mandiri, terdapat sejumlah lapak, termasuk pedagang bakso yang ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Dilaporkan, 14 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam insiden maut tersebut. Sang sopir, Lukman telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya melarikan diri ke Garut dan menyerahkan diri ke aparat Polres Garut.

(mei/lh)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel