Timer Bus Kurnia Bakti akan Dimintai Keterangan
Minggu, 12/02/2012 16:13 WIB
Jakarta
Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta sempat berhenti di depan RS Paru-Paru Goenawan, Cisarua, Bogor, sebelum akhirnya menabrak sejumlah kendaraan lain dan terperosok. Di situ, bus berhenti untuk menjalani pemeriksaan dari timer.
"Timer-nya nanti kita akan mintai keterangan tapi sampai sekarang belum ketemu orangnya," kata Kasat Lantas Polresta Bogor AKP Zaenal Abidin kepada wartawan di Mapolresta Bogor, Jalan Tegar Beriman, Minggu (12/2/2012).
Zaenal mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri keberadaan sang timer yang belum diketahui identitasnya itu. "Menurut informasi, bus itu berhenti dulu di depan sanatorium (RSPG) karena ada timer," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya sangat memerlukan keterangan timer tersebut untuk mengetahui berapa jumlah penumpang bus Karunia Bakti saat itu. Sampai saat ini, polisi belum bisa memastikan berapa korban luka dan tewas yang berada di bus Karunia Bakti.
"Sampai sekarang kita belum tahu berapa yang di bus Karunia Bakti, berapa yang di Doa Ibu dan berapa yang di kendaraan lain," kata dia.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan kepastian posisi masing-masing korban berdasarkan keterangan para saksi korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menghantam sedikitnya 15 unit kendaraan saat melintas di depan Hotel Cisarua Indah, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi terperosoknya bus. Tanpa kendali rem, bus yang dikemudikan Lukman Nur (43) itu menyeruduk ke kiri dan ke kanan bak banteng liar.
Diduga, Lukman meninggalkan penumpang ketika bus sudah mulai tidak terkendali. Bus yang mengarah ke arah bawah (Jakarta) itu kemudian melawan arus yang ke arah atas (Puncak) lalu menggelinding ke halaman parkir Bank Mandiri Mitra Usaha dan Indomaret.
Di samping halaman parkir Bank Mandiri, terdapat sejumlah lapak, termasuk pedagang bakso yang ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Dilaporkan, 14 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam insiden maut tersebut. Sang sopir, Lukman telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya melarikan diri ke Garut dan menyerahkan diri ke aparat Polres Garut.
(mei/lh)
"Timer-nya nanti kita akan mintai keterangan tapi sampai sekarang belum ketemu orangnya," kata Kasat Lantas Polresta Bogor AKP Zaenal Abidin kepada wartawan di Mapolresta Bogor, Jalan Tegar Beriman, Minggu (12/2/2012).
Zaenal mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri keberadaan sang timer yang belum diketahui identitasnya itu. "Menurut informasi, bus itu berhenti dulu di depan sanatorium (RSPG) karena ada timer," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya sangat memerlukan keterangan timer tersebut untuk mengetahui berapa jumlah penumpang bus Karunia Bakti saat itu. Sampai saat ini, polisi belum bisa memastikan berapa korban luka dan tewas yang berada di bus Karunia Bakti.
"Sampai sekarang kita belum tahu berapa yang di bus Karunia Bakti, berapa yang di Doa Ibu dan berapa yang di kendaraan lain," kata dia.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan kepastian posisi masing-masing korban berdasarkan keterangan para saksi korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menghantam sedikitnya 15 unit kendaraan saat melintas di depan Hotel Cisarua Indah, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi terperosoknya bus. Tanpa kendali rem, bus yang dikemudikan Lukman Nur (43) itu menyeruduk ke kiri dan ke kanan bak banteng liar.
Diduga, Lukman meninggalkan penumpang ketika bus sudah mulai tidak terkendali. Bus yang mengarah ke arah bawah (Jakarta) itu kemudian melawan arus yang ke arah atas (Puncak) lalu menggelinding ke halaman parkir Bank Mandiri Mitra Usaha dan Indomaret.
Di samping halaman parkir Bank Mandiri, terdapat sejumlah lapak, termasuk pedagang bakso yang ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Dilaporkan, 14 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam insiden maut tersebut. Sang sopir, Lukman telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya melarikan diri ke Garut dan menyerahkan diri ke aparat Polres Garut.
(mei/lh)
Baca Juga
- Kecelakaan Angkot di KM 27 Jagorawi, 12 Orang Luka-luka
- Korban Bus Karunia Bakti di RSPG Tinggal 1 Orang, 1 Dirujuk ke RS Sentra Medika
- Sopir Bus Pariwisata Belum Bisa Dimintai Keterangan Karena Shock
- Penumpang Bus yang Kecelakaan Hendak Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
- Kecelakaan Bus di Majalengka Diduga Akibat Rem Blong
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 16:36 WIB
JK: SBY Sudah Pikirkan Baik Buruk Grasi Corby
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
704 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
