detikcom

DPRD Bali Desak KPK Usut RS Unud karena Diduga Terkait Nazaruddin

Gede Suardana - detikNews
Minggu, 12/02/2012 15:32 WIB
Denpasar Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RS) Universitas Udayana (Unud) Bali diduga terkait kasus korupsi yang melibatkan Muhammad Nazaruddin. Anggota DPRD Bali pun mendesak KPK memeriksanya.

"Kami curiga dan menduga proyek pusat bernilai ratusan miliar ini diduga merupakan salah satu proyek yang diloloskan terdakwa Muhammad Nazaruddin," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali Wayan Disel Astawa kepada wartawan di Denpasar, Minggu (12/2/2012).

Astawa mengatakan, dalam persidangan saksi kunci Mindo Rosalina Manulang menyebutkan bahwa pada proyek RS Unud, yang juga dikerjakan oleh PT Duta Graha Indah (DGI), terdakwa Nazaruddin mendapatkan komisi sebesar 13 persen.

Disel Astawa mendesak KPK mengusutnya serta menyeret pihak-pihak diduga terlibat dengan kasus Nazaruddin.

Khusus di Bali, DPRD Bali meminta Kejaksaan, atau Tipikor Kepolisian untuk menyelidiki RS Pendidikan Unud. "Apakah semuanya lari ke Nazaruddin, atau ada pihak-pihak lain yang menikmatinya", tanya Disel Astawa.

Disebutkan, PT DGI memenangkan dua kali tender proyek pembangunan RS Pendidikan Unud. Proyek miliaran rupiah itu dimenangkan PT DGI pada 2009 dan 2010, dari tiga tahap pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini.

RS Pendidikan Unud yang masih dalam proses pembangunan di kawasan Unud, di Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung seluas 41.500 meter persegi.

Tahun lalu, Rektor Universitas Udayana Prof Dr I Made Bakta menyatakan tak kenal mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin dan tak pernah bercakap melalui BBM dengan Rosalina Manulang. Ia pun menyatakan proyek Rumah Sakit Pendidikan Unud tak terkait dengan Nazaruddin.

Proyek Rumah Sakit Pendidikan di Unud dilakukan melalui dua tahap. Pada tahap pertama di tahun 2010, proyek tersebut didanai oleh Kementerian Keuangan dan tahap kedua di tahun 2011, didanai oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Bakta menegaskan bahwa proyek Rumah Sakit Pendidikan UNUD tak terkait dengan Nazaruddin. "Di daerah hanya menerima. Tak ada hubungannya dengan mereka," tegas Bakta.






(gds/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel