Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Pekanbaru,
Menteri Pertanian, Suswono menyentil banyaknya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) status PNS yang malas. Menurut Suswono, daripada jadi PPL PNS, mending jadi PPL swakarsa.
“Biarpun PPL swakarsa ini tidak bergaji seperti PPL PNS, namun nanti akan dipinjamin modal Rp100 juta per kelompok. Modal ini bisa buat usaha secara bergiliran dan bisa menghasilkan untung miliaran. Ini jauh lebih baik ketimbang jadi PPL PNS gaji Rp 2 juta yang malas-masalan,” kata Menteri Pertanian Suswono dalam memberikan pelatihan PPL Swakarsa di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak, Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (11/2/2012).
Menurut Suswono, dia mendukung upaya pemerintah Kabupaten Kampar melakukan terobosan-terobosan besar untuk mengentaskan kemiskinan di daerahnya, Apalagi, warga yang sudah mendapat pelatihan ini akan langsung menjadi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) swakarsa. Mereka membagi ilmunya dalam bidang pertanian, perikanan dan peternakan serta pengolahan hasil paska panen kepada warga di desanya masing-masing.
“Jika usaha ini ditekuni dengan serius, bisa mendapat omset miliaran rupiah. Setiap PPL swakarsa dapat menularkan keberhasilannya kepada orang-orang di desanya. Ini lebih baik ketimbang menjadi PPL pegawai negeri sipil (PNS) yang bergaji Rp2 juta tapi malas-malasan. Dengan program ini seharusnya tidak ada lagi orang Kampar miskin," ujar Mentan.
Sementara itu Bupati Kampar mengatakan pelatihan pertanian terpadu ini diikuti oleh 120 peserta pada setiap gelombangnya. Gelombang pertama berlangsung dari 28 Januari hingga 11 Februari. "Dan hari ini merupakan gelombang kedua," ujarnya.
Setidaknya akan ada 18 gelombang pelatihan selama 2012 ini. Pihaknya, lanjut Jefry sudah menyiapkan sekitar Rp165 miliar dana bergulir yang akan diberikan kepada PPL swakarsa ini untuk memulai usaha di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan pengolahan paska panen.
"Setiap PPL swakarsa ini akan kembali ke desanya masing-masing dan membentuk kelompok tani. Setiap anggota kelompok tani itu juga akan mendapat dana bergulir dengan besaran maksimal 100 juta," jelas Jefry.
Dari program ini, Jefry memperkirakan akan melibatkan 86.400 orang warga yang akan menjadi wirausaha unggul. Sehingga ia manergetkan, dua tahun ke depan tidak ada lagi warga yang miskin di Kampar. "Kalau ada yang miskin, itu karena warganya yang malas," tandasnya.
(cha/fjr)
“Biarpun PPL swakarsa ini tidak bergaji seperti PPL PNS, namun nanti akan dipinjamin modal Rp100 juta per kelompok. Modal ini bisa buat usaha secara bergiliran dan bisa menghasilkan untung miliaran. Ini jauh lebih baik ketimbang jadi PPL PNS gaji Rp 2 juta yang malas-masalan,” kata Menteri Pertanian Suswono dalam memberikan pelatihan PPL Swakarsa di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak, Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (11/2/2012).
Menurut Suswono, dia mendukung upaya pemerintah Kabupaten Kampar melakukan terobosan-terobosan besar untuk mengentaskan kemiskinan di daerahnya, Apalagi, warga yang sudah mendapat pelatihan ini akan langsung menjadi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) swakarsa. Mereka membagi ilmunya dalam bidang pertanian, perikanan dan peternakan serta pengolahan hasil paska panen kepada warga di desanya masing-masing.
“Jika usaha ini ditekuni dengan serius, bisa mendapat omset miliaran rupiah. Setiap PPL swakarsa dapat menularkan keberhasilannya kepada orang-orang di desanya. Ini lebih baik ketimbang menjadi PPL pegawai negeri sipil (PNS) yang bergaji Rp2 juta tapi malas-malasan. Dengan program ini seharusnya tidak ada lagi orang Kampar miskin," ujar Mentan.
Sementara itu Bupati Kampar mengatakan pelatihan pertanian terpadu ini diikuti oleh 120 peserta pada setiap gelombangnya. Gelombang pertama berlangsung dari 28 Januari hingga 11 Februari. "Dan hari ini merupakan gelombang kedua," ujarnya.
Setidaknya akan ada 18 gelombang pelatihan selama 2012 ini. Pihaknya, lanjut Jefry sudah menyiapkan sekitar Rp165 miliar dana bergulir yang akan diberikan kepada PPL swakarsa ini untuk memulai usaha di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan pengolahan paska panen.
"Setiap PPL swakarsa ini akan kembali ke desanya masing-masing dan membentuk kelompok tani. Setiap anggota kelompok tani itu juga akan mendapat dana bergulir dengan besaran maksimal 100 juta," jelas Jefry.
Dari program ini, Jefry memperkirakan akan melibatkan 86.400 orang warga yang akan menjadi wirausaha unggul. Sehingga ia manergetkan, dua tahun ke depan tidak ada lagi warga yang miskin di Kampar. "Kalau ada yang miskin, itu karena warganya yang malas," tandasnya.
(cha/fjr)
Baca Juga
- Bantu Alat Pertanian di Pedalaman, Bupati OKI Terjang Sungai Musi
- Kementerian Pertanian Siapkan Rp 4 Triliun Antisipasi Cuaca Ekstrim 2012
- Kemenhut Ubah Kawasan Hutan di Luar Jawa Jadi Lahan Pertanian
- Tolak Impor Produk Pangan Asing Lewat Tari Saman
- Presiden Slovakia akan ke Indonesia untuk Kerjasama Pertanian
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
659 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
