detikcom
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB

Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot

Robert - detikNews
Halaman 1 dari 2
Samarinda, - Pembangunan gapura Mapolres Kutai Kartanegara (Kukar) di Tenggarong, Kalimantan Timur, selain mendapat protes masyarakat setempat juga menuai pertanyaan asal usul dana pribadi sang Kapolres Kukar AKBP I Gusti KB Harryarsana.

"Yang menarik perhatian saya, adalah soal pernyataan bahwa si Kapolres membangun gapura menggunakan uang pribadi itu. Berapa sih gaji polisi, sehingga ia rela membuat gapura?," kata Pengamat Kebijakan Publik yang juga sebagai Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) 30 Kaltim, Carolus Tuah, dalam perbincangan bersama wartawan di Samarinda, Sabtu (11/2/2012) malam WITA.

Menurut Tuah, publik dalam hal ini masyarakat Kukar berhak mempertanyakan maksud dibalik penggunaan uang pribadi Kapolres untuk membangun gerbang tersebut. Mengingat, kantor Polri di daerah bukan sebagai aset pribadi Kapolres.

"Apa motifnya? Kantor polisi itu bukan aset pribadi, tapi itu aset publik. Yang patut diperiksa adalah penggunaan uang pribadi itu," ujar Tuah.

"Apa benar dari dana pribadi si Kapolres? Kalau memang benar iya, darimana dia memperolehnya? Ingat, citra kepolisian itu pernah tercoreng oleh kasus rekening gendut yang sampai sekarang tidak jelas penuntasannya," tambahnya.

Tuah mengaku terkejut, Kapolres Kukar AKBP I Gusti Harryarsana membangun gerbang dengan menggunakan dana pribadinya.

"Ulah Kapolres itu konyol," sebutnya.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjr/fjr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%