Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Jakarta
Untuk kelima kalinya, banjir kembali menerjang kawasan Bangkalan, Madura, Jawa Timur selama dua bulan terakhir ini. Banjir setinggi 1,3 meter itu merendam 750 rumah serta lahan tambak dan pertanian.
"Banjir terjadi pada Jumat (10/2) pada dini hari pukul 00.30 Wib," kata Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui BlackBerry Messanger kepada detikcom, Sabtu (11/2/2012).
Ia melanjutkan, saat ini banjir sudah surut, namun menyisakan lumpur sehingga masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungannya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja sejumlah bangunan rumah dan gedung-gedung terendam banjir seperti 750 unit rumah, 3 unit masjid, 3 unit Sekolah Dasar, 1 unit kantor Polsek Blega, 17 hektar tambak udang dan 48 hektar lahan pertanian.
Banjir berada tepat di Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Ketinggian banjir mencapai 1,3 meter lebih tinggi dari banjir sebelumnya.
"Dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya, pada kejadian kemarin, lebih parah," katanya.
Sutopo mengatakan, air banjir merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Blega karena intensitas hujan yang cukup deras di Kecamatan Kokop dan Konang. Sementara di Kecamatan Blega hujan tidak terlalu deras, namun pengaruh air laut yang pasang menyebabkan timbulnya back water sehingga merendam wilayah Blega.
"Masyarakat tidak sempat menyelamatkan barang-barang elektronik dan lainnya karena terjadi pada dini hari," katanya.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan dibantu warga melakukan evakuasi dan penganan darutat. Instansi terkait dibantu warga melakukan gotong royong membersihkan gorong-gorong dan rumah warga.
BPBD Bangkalan telah memberikan bantuan sembako. Petugas juga masih mendata kerusakan dan kerugian bencana menggunakan metode DALA (Damage and Losses Assessment).
"Pemda Bangkalan perlu segera melakukan penataan ruang dan Sungai Blega untuk mengantisipasi banjir yang selalu berulang. Degradasi kawasan hulu dan sedimentasi sungai Blega berkontribusi terhadap mudahnya Kecamatan Blega terkena banjir," jelasnya.
Sementara masayarakat terus diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, longsor dan puting beliung . Diperkirakan, ancaman tersebut masih akan berlangsung hingga akhir Maret mendatang.
(mei/fjr)
"Banjir terjadi pada Jumat (10/2) pada dini hari pukul 00.30 Wib," kata Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui BlackBerry Messanger kepada detikcom, Sabtu (11/2/2012).
Ia melanjutkan, saat ini banjir sudah surut, namun menyisakan lumpur sehingga masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungannya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja sejumlah bangunan rumah dan gedung-gedung terendam banjir seperti 750 unit rumah, 3 unit masjid, 3 unit Sekolah Dasar, 1 unit kantor Polsek Blega, 17 hektar tambak udang dan 48 hektar lahan pertanian.
Banjir berada tepat di Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Ketinggian banjir mencapai 1,3 meter lebih tinggi dari banjir sebelumnya.
"Dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya, pada kejadian kemarin, lebih parah," katanya.
Sutopo mengatakan, air banjir merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Blega karena intensitas hujan yang cukup deras di Kecamatan Kokop dan Konang. Sementara di Kecamatan Blega hujan tidak terlalu deras, namun pengaruh air laut yang pasang menyebabkan timbulnya back water sehingga merendam wilayah Blega.
"Masyarakat tidak sempat menyelamatkan barang-barang elektronik dan lainnya karena terjadi pada dini hari," katanya.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan dibantu warga melakukan evakuasi dan penganan darutat. Instansi terkait dibantu warga melakukan gotong royong membersihkan gorong-gorong dan rumah warga.
BPBD Bangkalan telah memberikan bantuan sembako. Petugas juga masih mendata kerusakan dan kerugian bencana menggunakan metode DALA (Damage and Losses Assessment).
"Pemda Bangkalan perlu segera melakukan penataan ruang dan Sungai Blega untuk mengantisipasi banjir yang selalu berulang. Degradasi kawasan hulu dan sedimentasi sungai Blega berkontribusi terhadap mudahnya Kecamatan Blega terkena banjir," jelasnya.
Sementara masayarakat terus diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, longsor dan puting beliung . Diperkirakan, ancaman tersebut masih akan berlangsung hingga akhir Maret mendatang.
(mei/fjr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
659 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
