Laporan dari Den Haag
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Den Haag
Apa prestasi DPR yang bisa dibanggakan? Nol. Prestasinya hanya merekayasa anggaran untuk kepentingan diri sendiri. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom di Den Haag, Sabtu (11/2/2012), menyikapi perkembangan mutakhir tentang perilaku elite politik di tanah air.
Menurut Sofjan, konstitusi setiap negara demokratis selalu mencantumkan lembaga parlemen sebagai perwakilan dan penyambung lidah rakyat dalam mengemban tugas legislasi, anggaran dan pengawasan dalam berbangsa dan bernegara.
"Namun sayangnya, di Indonesia tugas mulia itu semua telah diperkosa oleh para anggota DPR baik secara individu maupun kelembagaan. Terlalu banyak anggota DPR terlibat berbagai kasus kriminal, mulai dari pembohongan politik sampai penyalahgunaan jabatan," ujar Sofjan.
Lanjut Sofjan, tiada berita di media setiap hari tanpa kebobrokan perilaku gerombolan DPR.
"Mereka saling membela, membentuk berbagai macam badan kelengkapan, sehingga seorang anggota gerombolan di DPR bisa duduk dan menerima berlapis-lapis honor seperti honor di komisi, sidang, BK, banggar dll, yang sangat tidak sesuai dengan fungsi konstitusi DPR," kecam Sofjan.
Akal-akalan gerombolan DPR ini, imbuh Sofjan, tidak bisa diartikan kecuali korupsi kolektif di lembaga DPR.
"Bukankah gaji mereka itu untuk biaya hidupnya sebagai gerombolan di DPR sudah lebih dari cukup? Tapi mengapa harus diberi puluhan macam tunjangan dan honor yang tidak terdapat di parlemen dunia kecuali di DPR RI?," gugatnya.
Sofjan mencontohkan dana Rp 800 miliar untuk pembangunan gedung baru DPR, yang batal akibat perlawanan rakyat, ternyata sebanyak Rp250 miliar terindikasi dikorupsi oleh DPR atas nama biaya anggaran tambahan DPR, seperti biaya penyerapan aspirasi.
"Itu istilah halus korupsi buat setiap anggota DPR ke daerahnya, tapi bentuk paling kasar penyalahgunaan uang negara," tandas Sofjan.
Sepak terjang bermotif uang menurut Sofjan tidak berhenti sampai di situ. Masih ada modus renovasi ruang rapat banggar Rp 20 miliar, rumah dinas, villa mewah, uang laptop, minta gratis ongkos tol, uang kunjungan bohong ke daerah 7 kali per tahun, studi banding bodong keluar negeri, minta perlakuan VIP di setiap bandara, dll.
"Segala permainan dan fasilitas supermewah itu harus distop segera, sebab sangat membebani APBN dimana APBN tersebut sebagian besar dari pajak dan utang yang hampir mencapai Rp 2000 triliun! Kalau perlububarkan saja DPR. Cukup lembaga DPD sebagai wakil rakyat dari setiap daerah," demikian Sofjan.
(es/es)
Menurut Sofjan, konstitusi setiap negara demokratis selalu mencantumkan lembaga parlemen sebagai perwakilan dan penyambung lidah rakyat dalam mengemban tugas legislasi, anggaran dan pengawasan dalam berbangsa dan bernegara.
"Namun sayangnya, di Indonesia tugas mulia itu semua telah diperkosa oleh para anggota DPR baik secara individu maupun kelembagaan. Terlalu banyak anggota DPR terlibat berbagai kasus kriminal, mulai dari pembohongan politik sampai penyalahgunaan jabatan," ujar Sofjan.
Lanjut Sofjan, tiada berita di media setiap hari tanpa kebobrokan perilaku gerombolan DPR.
"Mereka saling membela, membentuk berbagai macam badan kelengkapan, sehingga seorang anggota gerombolan di DPR bisa duduk dan menerima berlapis-lapis honor seperti honor di komisi, sidang, BK, banggar dll, yang sangat tidak sesuai dengan fungsi konstitusi DPR," kecam Sofjan.
Akal-akalan gerombolan DPR ini, imbuh Sofjan, tidak bisa diartikan kecuali korupsi kolektif di lembaga DPR.
"Bukankah gaji mereka itu untuk biaya hidupnya sebagai gerombolan di DPR sudah lebih dari cukup? Tapi mengapa harus diberi puluhan macam tunjangan dan honor yang tidak terdapat di parlemen dunia kecuali di DPR RI?," gugatnya.
Sofjan mencontohkan dana Rp 800 miliar untuk pembangunan gedung baru DPR, yang batal akibat perlawanan rakyat, ternyata sebanyak Rp250 miliar terindikasi dikorupsi oleh DPR atas nama biaya anggaran tambahan DPR, seperti biaya penyerapan aspirasi.
"Itu istilah halus korupsi buat setiap anggota DPR ke daerahnya, tapi bentuk paling kasar penyalahgunaan uang negara," tandas Sofjan.
Sepak terjang bermotif uang menurut Sofjan tidak berhenti sampai di situ. Masih ada modus renovasi ruang rapat banggar Rp 20 miliar, rumah dinas, villa mewah, uang laptop, minta gratis ongkos tol, uang kunjungan bohong ke daerah 7 kali per tahun, studi banding bodong keluar negeri, minta perlakuan VIP di setiap bandara, dll.
"Segala permainan dan fasilitas supermewah itu harus distop segera, sebab sangat membebani APBN dimana APBN tersebut sebagian besar dari pajak dan utang yang hampir mencapai Rp 2000 triliun! Kalau perlububarkan saja DPR. Cukup lembaga DPD sebagai wakil rakyat dari setiap daerah," demikian Sofjan.
(es/es)
Baca Juga
- Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda - Laporan dari Den Haag
Indonesia, Dari Sabuk Zamrud Sampai Superpower Regional - Laporan dari Den Haag
Masyarakat Bagian dari Kekhususan Hubungan RI-Belanda - Laporan dari Den Haag
Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan kepada Ratu Belanda - Laporan dari Den Haag
YKUKB Resmi Masukkan Gugatan Terhadap Militer Belanda
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
659 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
