Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Jakarta
Korban bus maut masih terngiang teriakan Karunia Bhakti sesaat sebelum terjadi kecelakaan maut. Kata yang terekam itu: rem blong!
Setelah teriakan tersebut, bis meluncur sejauh kurang lebih satu kilometer tanpa bisa dikendalikan dengan baik oleh sang sopir dan menabrak bis Doa Ibu yang datang dari arah berlawanan.
"Saat itu, saya duduk dibangku penumpang yang berada di samping sopir," kata salah seorang korban luka, Sumpena (57), kepada detikcom saat ditemui di ruang Dahlia Rumah Sakit PMI, Jalan Pajajaran, Bogor, Sabtu (11/2/2012).
Sumpena merupakan seorang penjual kerupuk yang sehari-hari menggunakan jasa bis Karunia Bhakti untuk membawa dagangannya ke daerah Ciampea, Kabupaten Bogor.
Pada hari kejadian (10/2), seperti biasa Sumpena naik bis Karunia Bhakti dari Cianjur. Setelah sampai di daerah Taman Sari, bis sempat diperiksa kelaikannya di pos pemeriksaan. Namun, setelah berjalan kurang lebih satu kilometer dari pos pemeriksaan, sopir panik dan mengatakan rem bis tersebut blong.
"Saat itu saya langsung teriak Astaghfirullah! Beberapa penumpang dari belakang juga pada teriak, ada yang minta supir masukin gigi. Supir coba masukin gigi, tapi nggak ada pengaruhnya," tutur Sumpena.
Saat itu supir masih berusaha mengendalikan bis. Namun, jalan turunan yang dilalui membuat bis melaju kian cepat dan sulit dikendalikan.
"Terus bis nabrak Doa Ibu yang datang dari bawah (arah berlawanan)," jelasnya.
Setelah tabrakan Sumpena sempat tidak sadar beberapa saat. Ketika sadar, ia sedang terbaring di bagian tengah bis yang kondisinya sudah tergantung di bibir jalan.
Saat itu Sumpena tidak bisa merasakan kaki kanan dan tangan kanannya. Dengan sisa tenaga, dan sedikit kesadaran, ia berusaha mencapai bagian belakang bis dengan merayap menggunakan kepala bagian belakang dan tangan kirinya.
"Ini kepala bagian belakang saya kena banyak serpihan kaca. Saya berusaha naik pakai kepala belakang sama tangan saya. Untung saat itu ada tukang ojek yang menolong," tutur Sumpena.
Sumpena dikeluarkan dari bis dibantu warga sekitar. Kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Paru, Cisarua, menggunakan angkot yang saat itu melintas.
Oleh Rumah Sakit Paru, Sumpena dirujuk ke Rumah Sakit PMI di Bogor dan ditempatkan di Ruang Dahlia. Kaki dan tangan kanannya yang patah diperban. Kondisinya terlihat masih lemah.
(asp/asp)
Setelah teriakan tersebut, bis meluncur sejauh kurang lebih satu kilometer tanpa bisa dikendalikan dengan baik oleh sang sopir dan menabrak bis Doa Ibu yang datang dari arah berlawanan.
"Saat itu, saya duduk dibangku penumpang yang berada di samping sopir," kata salah seorang korban luka, Sumpena (57), kepada detikcom saat ditemui di ruang Dahlia Rumah Sakit PMI, Jalan Pajajaran, Bogor, Sabtu (11/2/2012).
Sumpena merupakan seorang penjual kerupuk yang sehari-hari menggunakan jasa bis Karunia Bhakti untuk membawa dagangannya ke daerah Ciampea, Kabupaten Bogor.
Pada hari kejadian (10/2), seperti biasa Sumpena naik bis Karunia Bhakti dari Cianjur. Setelah sampai di daerah Taman Sari, bis sempat diperiksa kelaikannya di pos pemeriksaan. Namun, setelah berjalan kurang lebih satu kilometer dari pos pemeriksaan, sopir panik dan mengatakan rem bis tersebut blong.
"Saat itu saya langsung teriak Astaghfirullah! Beberapa penumpang dari belakang juga pada teriak, ada yang minta supir masukin gigi. Supir coba masukin gigi, tapi nggak ada pengaruhnya," tutur Sumpena.
Saat itu supir masih berusaha mengendalikan bis. Namun, jalan turunan yang dilalui membuat bis melaju kian cepat dan sulit dikendalikan.
"Terus bis nabrak Doa Ibu yang datang dari bawah (arah berlawanan)," jelasnya.
Setelah tabrakan Sumpena sempat tidak sadar beberapa saat. Ketika sadar, ia sedang terbaring di bagian tengah bis yang kondisinya sudah tergantung di bibir jalan.
Saat itu Sumpena tidak bisa merasakan kaki kanan dan tangan kanannya. Dengan sisa tenaga, dan sedikit kesadaran, ia berusaha mencapai bagian belakang bis dengan merayap menggunakan kepala bagian belakang dan tangan kirinya.
"Ini kepala bagian belakang saya kena banyak serpihan kaca. Saya berusaha naik pakai kepala belakang sama tangan saya. Untung saat itu ada tukang ojek yang menolong," tutur Sumpena.
Sumpena dikeluarkan dari bis dibantu warga sekitar. Kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Paru, Cisarua, menggunakan angkot yang saat itu melintas.
Oleh Rumah Sakit Paru, Sumpena dirujuk ke Rumah Sakit PMI di Bogor dan ditempatkan di Ruang Dahlia. Kaki dan tangan kanannya yang patah diperban. Kondisinya terlihat masih lemah.
(asp/asp)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
659 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
