Laporan dari Roma
Indonesia Ruh Lukisan Maestro Romanis, Italia
Sabtu, 11/02/2012 15:19 WIB
Roma
Keindahan alam, tradisi, budaya dan mistisisme Indonesia seolah-olah menjadi ruh lukisan-lukisan karya maestro Italia Prof. Agostino de Romanis, yang dipamerkan di gedung Parlemen Italia, Palazzo Montecitorio, Roma.
Pameran ini akan berlangsung selama dua pekan, demikian keterangan pers Minister Counsellor Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikcom, Sabtu (11/2/2011).
Berformat pameran tunggal, Prof. Romanis yang telah mengabdikan dirinya selama 34 tahun melukis keindahan dan kekayaan budaya Indonesia, mengangkat tema Kekuatan Mistik Dunia Timur dalam Lukisan.
"Lukisan Romanis merupakan karya hasil perenungan, yang menerjemahkan sinyal-sinyal mistik dan spiritual dalam tradisi dan budaya masyarakat multi-etnis di Indonesia, yang sangat kaya dan indah," terang kurator pameran Vittorio Sgarbi dalam pidato pembukaan di hadapan publik (8/2/2012).
Sementara itu Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Roma Priyo Iswanto menyampaikan apresiasi atas kecintaan dan ketertarikan Prof. Romanis, pelukis kelahiran Velletri, Italia (1947), yang selama hampir empat dasawarsa terinspirasi melukis tentang Indonesia.
KUAI berharap agar karya-karya Prof. Romanis dapat terus menggugah generasi muda untuk mengikuti jejaknya dalam membangun jembatan seni antara kedua negara.
Atas dedikasi Prof. Romanis itu KUAI menyerahkan piagam penghargaan disaksikan para tamu undangan pecinta karya seni Indonesia, termasuk mantan Menteri Kebudayaan Italia Rocco Buttiglione dan mantan Dubes Italia di Jakarta Francesco Maria Greco, yang aktif mendukung pameran Prof. Romanis di Indonesia.
Pameran tunggal Prof. Romanis ini mendapat patronase dari KBRI Roma, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Italia serta Pemda Roma. Ikut menyeponsori dari kalangan swasta, antara lain Bank Lazio, SNO Yatch, Colline Romane, dan AC Project.
Mereka ikut membiayai pengadaan 500 buku promosi edisi mewah setebal 166 halaman, yang memuat ratusan karya lukisan Prof. Romanis dengan penjelasan oleh kurator ternama Vittorio Sgarbi dalam bahasa Inggris dan Italia.
Prof. Romanis mulai terjun ke dunia seni lukis profesional pada 1970-an dan seorang kritikus seni Italia ternama, Italo Mussa, memasukkan Romanis ke dalam kelompok pelukis bergengsi Pittura Colta di Roma pada 1985.
Sejak perjalanan pertamanya ke Indonesia, Romanis telah terpikat oleh keindahannya dan mulai menuangkan kekagumannya di atas kanvas.
Dari 1978 sampai dengan saat ini Romanis telah menghasilkan lebih dari 300 lukisan bertutur tentang Jawa sebagai pulau Seribu Candi, Bali Pulau dewata, Siberut yang disebutnya sebagai Ppulau Tersembunyi, Nias Pulau Enigmatik, sampai dengan Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan Pulau Komodo.
Pameran tunggal lukisan Prof. Romanis di Roma ini merupakan kali ke-6 sepanjang karir profesionalnya. Pameran sebelumnya antara lain bertema Discovering Indonesia: Myths and Legends di Museum San Salvatore in Lauro Roma, Italia (2003) dan Rediscovering Indonesia di Museum Rudana Bali, Indonesia (2005).
Beberapa karya lukisan Prof. Romanis saat ini ditempatkan secara permanen di Museum San Salvatore, Roma, dan Museum Rudana, Bali.
(es/es)
Pameran ini akan berlangsung selama dua pekan, demikian keterangan pers Minister Counsellor Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikcom, Sabtu (11/2/2011).
Berformat pameran tunggal, Prof. Romanis yang telah mengabdikan dirinya selama 34 tahun melukis keindahan dan kekayaan budaya Indonesia, mengangkat tema Kekuatan Mistik Dunia Timur dalam Lukisan.
"Lukisan Romanis merupakan karya hasil perenungan, yang menerjemahkan sinyal-sinyal mistik dan spiritual dalam tradisi dan budaya masyarakat multi-etnis di Indonesia, yang sangat kaya dan indah," terang kurator pameran Vittorio Sgarbi dalam pidato pembukaan di hadapan publik (8/2/2012).
Sementara itu Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Roma Priyo Iswanto menyampaikan apresiasi atas kecintaan dan ketertarikan Prof. Romanis, pelukis kelahiran Velletri, Italia (1947), yang selama hampir empat dasawarsa terinspirasi melukis tentang Indonesia.
KUAI berharap agar karya-karya Prof. Romanis dapat terus menggugah generasi muda untuk mengikuti jejaknya dalam membangun jembatan seni antara kedua negara.
Atas dedikasi Prof. Romanis itu KUAI menyerahkan piagam penghargaan disaksikan para tamu undangan pecinta karya seni Indonesia, termasuk mantan Menteri Kebudayaan Italia Rocco Buttiglione dan mantan Dubes Italia di Jakarta Francesco Maria Greco, yang aktif mendukung pameran Prof. Romanis di Indonesia.
Pameran tunggal Prof. Romanis ini mendapat patronase dari KBRI Roma, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Italia serta Pemda Roma. Ikut menyeponsori dari kalangan swasta, antara lain Bank Lazio, SNO Yatch, Colline Romane, dan AC Project.
Mereka ikut membiayai pengadaan 500 buku promosi edisi mewah setebal 166 halaman, yang memuat ratusan karya lukisan Prof. Romanis dengan penjelasan oleh kurator ternama Vittorio Sgarbi dalam bahasa Inggris dan Italia.
Prof. Romanis mulai terjun ke dunia seni lukis profesional pada 1970-an dan seorang kritikus seni Italia ternama, Italo Mussa, memasukkan Romanis ke dalam kelompok pelukis bergengsi Pittura Colta di Roma pada 1985.
Sejak perjalanan pertamanya ke Indonesia, Romanis telah terpikat oleh keindahannya dan mulai menuangkan kekagumannya di atas kanvas.
Dari 1978 sampai dengan saat ini Romanis telah menghasilkan lebih dari 300 lukisan bertutur tentang Jawa sebagai pulau Seribu Candi, Bali Pulau dewata, Siberut yang disebutnya sebagai Ppulau Tersembunyi, Nias Pulau Enigmatik, sampai dengan Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan Pulau Komodo.
Pameran tunggal lukisan Prof. Romanis di Roma ini merupakan kali ke-6 sepanjang karir profesionalnya. Pameran sebelumnya antara lain bertema Discovering Indonesia: Myths and Legends di Museum San Salvatore in Lauro Roma, Italia (2003) dan Rediscovering Indonesia di Museum Rudana Bali, Indonesia (2005).
Beberapa karya lukisan Prof. Romanis saat ini ditempatkan secara permanen di Museum San Salvatore, Roma, dan Museum Rudana, Bali.
(es/es)
Baca Juga
- Insiden Kapal Costa Concordia
ABK WNI Diterbangkan ke Tanah Air Mulai Hari Ini - Insiden Kapal Costa Concordia
170 ABK WNI Dibekali Tiket dan Uang EUR 400 - Insiden Kapal Costa Concordia
KBRI Roma Pastikan Hak-hak 170 ABK Indonesia - Insiden Kapal Costa Concorda di Italia
Daftar Lengkap Nama 170 ABK Indonesia yang Selamat - Insiden Kapal Costa Concordia di Italia
40 Korban yang Belum Ditemukan Bukan WNI
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
659 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
