Misterius! Ratusan Lumba-lumba Terdampar Mati di Peru
Sabtu, 11/02/2012 12:13 WIB
Foto: Reuters
Lima
Ratusan ekor lumba-lumba terdampar mati di pantai utara Peru dalam tiga hari terakhir. Tidak diketahui penyebab kematian massal hewan tersebut. Misterius!
Sejauh ini tercatat setidaknya 264 lumba-lumba bottlenose terdampar di pantai Chiclayo di Kota Lambayeque. Otoritas setempat saat ini masih terus menyelidiki apa yang telah menewaskan binatang-binatang laut itu.
Bangkai lumba-lumba tersebut ditemukan sekitar 103 kilometer sepanjang pantai berpasir tersebut. Demikian disampaikan Edward Barriga, pejabat di institut kelautan Peru atau Oceanic Institute (IMARPE).
"Kami telah mengambil sampel-sampel untuk memastikan penyebab kematian," kata Barriga seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).
Dikatakannya, ikan-ikan teri dalam jumlah besar juga telah ditemukan mati di wilayah Lambayeque.
Menurut Carlos Yaipen dari ORCA, organisasi nonpemerintah yang fokus membantu hewan-hewan laut di Pasifik selatan, kematian ratusan lumba-lumba itu kemungkinan akibat dampak eksplorasi minyak lepas pantai dan pengeboran di wilayah tersebut.
"Kematian lumba-lumba massal ini merupakan isu yang sangat serius," cetus Yaipen.
Ada dugaan ikan-ikan teri telah memakan plankton yang terkontaminasi, yang kemudian menyebabkan kematian lumba-lumba yang memakan ikan-ikan kecil itu.
(ita/ita)
Sejauh ini tercatat setidaknya 264 lumba-lumba bottlenose terdampar di pantai Chiclayo di Kota Lambayeque. Otoritas setempat saat ini masih terus menyelidiki apa yang telah menewaskan binatang-binatang laut itu.
Bangkai lumba-lumba tersebut ditemukan sekitar 103 kilometer sepanjang pantai berpasir tersebut. Demikian disampaikan Edward Barriga, pejabat di institut kelautan Peru atau Oceanic Institute (IMARPE).
"Kami telah mengambil sampel-sampel untuk memastikan penyebab kematian," kata Barriga seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2012).
Dikatakannya, ikan-ikan teri dalam jumlah besar juga telah ditemukan mati di wilayah Lambayeque.
Menurut Carlos Yaipen dari ORCA, organisasi nonpemerintah yang fokus membantu hewan-hewan laut di Pasifik selatan, kematian ratusan lumba-lumba itu kemungkinan akibat dampak eksplorasi minyak lepas pantai dan pengeboran di wilayah tersebut.
"Kematian lumba-lumba massal ini merupakan isu yang sangat serius," cetus Yaipen.
Ada dugaan ikan-ikan teri telah memakan plankton yang terkontaminasi, yang kemudian menyebabkan kematian lumba-lumba yang memakan ikan-ikan kecil itu.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
644 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
