Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB

9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total

Anes Saputra - detikNews
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
Jakarta - Kecelakaan maut Bus Karunia Bakti telah 9 jam berlalu. Namun, peristiwa naas yang merenggut 14 korban nyawa itu masih menyisakan kemacetan di Jl Raya Cisarua arah Jakarta.

Pantauan detikcom, Sabtu (11/02/2012) pukul 03.20 WIB, di Jl Raya Cisarua tepat di tempat kontrol Bus Karunia Bakti, lalu lintas arah Jakarta berhenti total. Sebagian pengendara mobil bahkan memilih mematikan mesin mobil dan menghirup udara segar di luar.

"Udah sejam berhenti di sini," kata Iskandar (40), salah seorang pengedara yang terjebak dalam kemacetan, saat ditemui detikcom, Sabtu (11/2/2012).

Namun, Iskandar menilai wajar mengingat peristiwa yang mengakibatkan belasan korban tewas dan puluhan korban luka.

"Sabar aja, masih untung kita kena macetnya," tutur pria yang hendak menuju Jakarta ini.

Sementara itu, lalu lintas arah Puncak berjalan lancar. Kendaraan yang melintas terbilang sepi.

Bus Karunia Bahkti jurusan Garut-Jakarta dengan nomor polisi Z 7519 DA mengalami rem blong di kawasan Cisarua pada Jumat (10/2) pukul 18.30 WIB. Bus menabrak sejumlah kendaraan dan kemudian keluar jalur. 14 penumpang meninggal dan puluhan luka-luka akibat kejadian ini.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%