detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB

9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total

Anes Saputra - detikNews
Jakarta - Kecelakaan maut Bus Karunia Bakti telah 9 jam berlalu. Namun, peristiwa naas yang merenggut 14 korban nyawa itu masih menyisakan kemacetan di Jl Raya Cisarua arah Jakarta.

Pantauan detikcom, Sabtu (11/02/2012) pukul 03.20 WIB, di Jl Raya Cisarua tepat di tempat kontrol Bus Karunia Bakti, lalu lintas arah Jakarta berhenti total. Sebagian pengendara mobil bahkan memilih mematikan mesin mobil dan menghirup udara segar di luar.

"Udah sejam berhenti di sini," kata Iskandar (40), salah seorang pengedara yang terjebak dalam kemacetan, saat ditemui detikcom, Sabtu (11/2/2012).

Namun, Iskandar menilai wajar mengingat peristiwa yang mengakibatkan belasan korban tewas dan puluhan korban luka.

"Sabar aja, masih untung kita kena macetnya," tutur pria yang hendak menuju Jakarta ini.

Sementara itu, lalu lintas arah Puncak berjalan lancar. Kendaraan yang melintas terbilang sepi.

Bus Karunia Bahkti jurusan Garut-Jakarta dengan nomor polisi Z 7519 DA mengalami rem blong di kawasan Cisarua pada Jumat (10/2) pukul 18.30 WIB. Bus menabrak sejumlah kendaraan dan kemudian keluar jalur. 14 penumpang meninggal dan puluhan luka-luka akibat kejadian ini.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ahy/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%