Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kecelakaan maut melibatkan bus Karunia Bakti dan Doa Ibu serta 8 mobil lainnya di Cisarua, Puncak, Bogor sangat mengerikan! Data sementara 13 orang tewas dan 40 orang luka.

Berikut kronologi kecelakaan maut itu:

18.30 WIB:

- Bus Karunia Bakti dari arah Puncak menuju Jakarta melaju kencang
- Bus yang diduga mengalami rem blong ini menabrak beberapa mobil dan motor, dan menabrak bus Doa Ibu dari arah yang berlawanan. Selain itu pangkalan ojek, ruko dan penjual sayur turut diseruduk bus naas.
- Bus Karunia Bakti menabrak gardu listrik dan terjun mengenai villa di bawahnya.

19.00 WIB
- Evakuasi para penumpang dilakukan oleh warga dan petugas polisi setempat
- 13 Korban tewas dibawa ke RS Paru Cisarua
- Korban luka dilarikan ke RS Paru Cisarua dan RS PMI Bogor

21.30 WIB:
- 4 alat berat disiagakan untuk menarik kendaraan yang jatuh ke tebing
- Suasana di sekitar lokasi gelap gulita karena gardu listrik padam setelah dihantam bus
- Mobil yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke Hotel Cisarua Indah

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, diduga sopir dari bus Karunia Bakti masih terjebak di dalam bus yang nyungsep di tebing.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%